0

Seperti Menemukan Oase di Padang Gurun (0)

Thurneysen Simanjuntak October 21, 2020

Sejak tahun 1995, saya resmi diterima di kampus terbaik di kotaku, Medan. Ketika sudah mulai perkuliahan, salah satu yang tidak luput dari perhatianku, ingin sesegera mungkin bertemu dengan perpustakaan. Saya berpikir bahwa kampus sebesar ini tentu memiliki perpustakaan yang besar dan hebat, yang dapat memenuhi kebutuhanku sebagai seorang mahasiswa, yang dapat memenuhi kebutuhanku sebagai penikmat buku.

Wah, dugaanku tidak salah. Perpustakaan kampus kami ternyata berada di atas lahan 3 ha yang memiliki luas gedung 6090 m3. Sahabat pembaca pasti bisa membayangkan bagaimana luasnya perpustakaan di kampus kami, bukan? Kalau diukur, sudah berapa lapangan sepak bola ya kira-kira? Melihat luas dan megahnya perpustakaan kampus kami, membuatku tumbuh rasa cinta. Boleh jadi ini adalah cinta pada pandangan pertama, yang pada akhirnya membuat cintaku berlabuh pada perpustakaan kampusku dengan proses waktu.

Nah, pada minggu pertama memulai perkuliahan, saya tidak menyia-nyiakan kesempatan. Saya langsung mendaftarkan diri sebagai anggota di perpustakaan. Tidak sabar rasanya ingin segera meminjam buku dari perpustakaan, dan membawanya pulang ke tempat kos, dan melahapnya satu persatu. Beruntungnya diriku, karena kebetulan perpustakaan tersebut tidak jauh dari fakultasku. Ini juga yang menjadi penambah semangatku berkunjung ke perpustakaan.

Selain karena senang membaca buku, ada satu daya tarik perpustakaan ini bagi saya pribadi. Ternyata ruangan sangat luas, suasana tenang dan mengkondisikan pengunjung untuk serius membaca. Bahkan saya sering memanfaatkan perpustakaan tersebut untuk mempersiapkan diri menghadapi setiap ujian dari dosen. Menariknya, perpustakaan ini ada juga satu ruangan khusus di lantai bawah untuk mereka yang mau fokus belajar. Bahkan ruangan tersebut bisa digunakan sampai pukul 21.00 WIB.

Selama empat setengah tahun kuliah di kampus tersebut, saya benar-benar menikmati perpustakaannya. Selama masa itu, ada beberapa aktivitas yang sering saya lakukan diperpustakaan. Selain tempat belajar dan meminjam buku, saya sering juga memanfaatkan perpustakaan untuk membaca koran dan majalah, menonton film dokumenter, dan tidak lupa memanfaatkan fasilitas internet, lumayan dapat fasilitas gratisan. Soalnya kalau menyewa internet di rental computer saat itu masih mahal, sekitar Rp. 35.000 per jam.

Dari keseluruhan aktivitas yang saya lakukan di perpustakaan, membuatku menyenangi dunia literasi. Bahkan dampak dari kebiasaan yang saya bangun saat itu ternyata, itu terbentuk dan hingga sekarang saya telah menjadi guru tetap menyenangi perpustakaan. Bahkan perpustakaan saat ini masih sering menjadi sumber inspirasi bagi tulisan-tulisanku. Bisa dibilang dari lebih 500 artikel yang sudah kutulis sejak tahun 2014, tidak sedikit ide dan gagasannya lahir ketika sedang membaca buku di perpustakaan.

Tagged with: , , ,

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar