0

Seminar Pendidikan Sosialisasi Asesmen Nasional (0)

Supadilah S.Si November 7, 2020

Sabtu yang harusnya libur, tapi tidak buat kami. Para guru yang tergabung dalam yayasan Qudwatul Ummah terdiri dari SD, SMP, dan SMA Al Qudwah mengadakan seminar pendidikan Sosialisasi Asesmen Nasional. Program yang sedang hangat-hangatnya dibicarakan. Asesmen Nasional ini menjadi gebrakan Kementerian pendidikan dan kebudayaan (Kemendikbud) yang dinahkodai Menteri Nadiem Anwar Makarim.

Seperti kita ketahui AKM ini akan dilakukan pada 2021. Sebagai program baru tentu banyak pihak yang bertanya-tanya dengan gambaran program ini. Maka perlu banyak informasi yang diserap.

Salah satunya dengan seminar begini. Sebelum seminar, para guru diminta untuk membaca banyak materi tentang AKM ini.

Saya hitung ada 5 file bentuk pdf dan ppt. Ada satu filenya setebal 120 halaman. Beuh tebal amat.

Sebelum baca bikin males sih. Tapi supaya nggak buta banget mau gak mau di baca.

“Mohon di baca sebelum acara. Supaya guru dapat informasi awal tentang AKM.” Kata pak kepala sekolah.

Jadi nggak buta banget lah datang ke ruangan ini.

Program dari atas memang harus disiapkan betul oleh guru. Sebab,
Biasanya ada saja mis antara atasan dengan bawahan. Persepsi pemerintah dengan sekolah atau guru sering kali tidak pas. Bisa dibilang hampir di semua program.

Misalnya Ujian Nasional nih ya. Perubahan fungsi Ujian Nasional yang dimaksudkan pemerintah kan sudah tak lagi menjadi syarat kelulusan. Sehingga sekolah atau guru nggak harus ribet menyiapkan diri untuk ujian Nasional.

Tapi kan nggak begitu di akar rumput. Orang tua, siswa, guru, atau sekolah tetap aja ribet nyiapin ujian nasional.

Sebab, mereka juga nggak mau nilainya turun atau rendah. Kan malu sama sekolah lain atau siswa lain kalau nilainya rendeh sementara yang lain tinggi.

Indikatornya tetap saja sibuk bimbel atau les. Baik di sekolah atau lembaga luar sekolah. Bimbel-bimbel tetap ramai, meskipun nggak seramai sebelumnya. Anak-anak juga pada cerita mereka tetap bimbel. Mereka juga tetap dipress sama orang tuanya agar belajar, belajar, dan belajar untuk ujian Nasional.

Kembali ke AKM tadi. Ada beberapa perbedaan AKM dengan Ujian Nasional yang tentu harus diketahui.

Ranah pendidikan memang sedang dan terus akan terus berbenah. Salah satunya dengan AKM. Meskipun saat ini belum diketahui ada masalah dan eror nya tapi kita berharap agar AKM ini menjadi satu langkah membawa pendidikan Indonesia lebih baik.

Beberapa hal ini yang wajib guru ketahui.

1. Asesmen Nasional memetakan sistem pendidikan berupa input proses dan hasil pelayanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil asesmen nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia

1. Asesmen Nasional (AN) terdiri dari tiga bagian yaitu pertama asesmen kompetensi minimum (AKM),  survei karakter (SK) dan survei lingkungan belajar.

2. Asesmen kompetensi minimum dirancang untuk mengukur capaian murid dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi.

Kedua aspek kompetensi minuman ini menjadi syarat bagi murid untuk berkontribusi di dalam masyarakat terlepas dari bidang kerja dan karir yang ingin mereka tekuni di masa depan. Krmampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lainnya terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka.

Kemampuan literasi dan numerasi adalah kemampuan yang akan berdampak kepada semua mata pelajaran yang diajarkan dan dipelajari oleh mereka.

3. Bagian kedua adalah Asesmen Nasional (AN) adalah survei karakter (SK).

Survey karakter (SK) dirancang untuk mengukur pencapaian murid dari hasil belajar sosial emosional berupa pilar karakter untuk mencetak profil pelajar Pancasila.

Terdapat 6 indikator utama pelajar Indonesia yaitu:

1). Beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia, 2).  Kebinekaan global, 3). Kemandirian 4). Gotong royong, 5). Bernalar kritis, 6). Kreativitas.

4. Bagian ketiga dari nasional adalah survei lingkungan belajar. Survei ini untuk mengevaluasi dan menetapkan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

5. Tidak ada konsekuensi bagi sekolah maupun murid. Kemendikbud Kemendikbud juga akan membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil yang menjelaskan profil kekuatan dan karya.

6. Sangat penting dipahami terutama oleh guru kepala sekolah, murid, dan orang tua bahwa asesmen nasional untuk 2021 tidak memerlukan persiapan persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri. Tidak perlu bimbel atau les.

7. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) dan Survei Karakter (SK) untuk siswa kelas 4 SD, kelas 8 SMP, dan kelas XI SMA. Dilaksanakan di tengah jenjang. Inilah bedanya dengan Ujian Nasional. Memberikan waktu dan kesempatan kepada guru dan para siswa untuk mempersiapkan dan meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran yang maksimal.

Sistem evaluasi pendidikan adalah bagian dari kebijakan Merdeka belajar yang  didukung penuh oleh pemerintah. Tujuan utamanya adalah mendorong mutu pembelajaran dan hasil belajar para murid.

Untuk itu Kemendikbud mengeluarkan kebijakan asas nasional yang dirancang tidak hanya sebagai pengganti ujian nasional (UN) dan ujian sekolah berstandar nasional (USBN) tetapi sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan perubahan.

Mari kita semua bersama-sama mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional (AN) mulai tahun 2021 sebagai bagian dari reformasi pendidikan Indonesia.  Salam Merdeka Belajar.

Tanpa mengecilkan peran guru, AKM ini terpenting adalah kesiapan menghadapinya.

Kualitas Guru
Perlu waktu, tenaga, dan keseriusan dalam menggolkan program pemerintah ini. Padahal, ujung tombak pelaksanaan program ini ada di tangan guru. Karena itu, jangan lupakan dengan kualitas guru.

Salah satu perhatian pemerintah adalah dengan memberikan banyak program yang dapat meningkatkan mutu guru.

Kontribusi pemerintah dalam meningkatkan mutu guru salah satunya dengan adanya rumah belajar, guru belajar, guru penggerak, dan lainnya. Nah, semoga ini bisa dimanfaatkan oleh guru.

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar