2

Semangat Belajar Sambil Ngopi (0)

Zubaili November 12, 2020

Siang tadi, tepatnya kamis 12 Nopember 2020, saya dan kawan seprofesi (guru) di MTsS Keutapang Dua, Aceh Besar ngopi bareng di Zahara Kopi. Ngopi bareng sudah menjadi sebuah kebiasaan saat pulang mengajar. Disamping untuk menghilangkan haus, juga saling bertukar pikiran tentang proses belajar mengajar di sekolah atau kejadian-kejadian terkini di negeri ini, dan tentunya dapat wifi gratis.

Walaupun tadi saya sedikit terlambat absen lebih kurang 30 menit di meja yang sudah di booking, tapi tak menghilangkan rasa kebersamaan kami. Dan sesampai di sana saya langsung memesan kopi.

Kopi adalah minuman yang dicampurkan dengan air panas yang disedia daripada benih panggang, biasanya dipanggil biji kopi, bagi tumbuhan kopi. Disebabkan kandungan kafeinnya, kopi mempunyai kesan perangsang pada manusia. Hari ini, kopi adalah satu daripada minuman paling disukai itu di seluruh dunia (referensi: Wikipedia )

Tema yang kami bahas hari ini tidak berbicara tentang politik yang sedang terjadi di negeri ini seperti berita pulangnya imam besar FPI Habib Rizieq Shihab atau tentang UU Cipta Kerja , tetapi lebih terfokus tentang ilmu tajwid (membaca Al-Qur’an yang baik dan benar). Kebetulan saya sebagai guru Mapel PAI (Al-Qur’an hadits), ‘dipaksa‘ menjadi pemateri dadakan bagi kawan-kawan. Mau tak mau saya ‘terpaksa‘ menerimanya.

Pak Tarmizi yang merupakan guru BK mengawali pembicaraan dengan tak segan-segan mengakui kekurangannya dan masih begitu banyak kesalahan dalam pengucapan huruf Shad, Dhad, Tha, dan Zha ( ص، ض، ط، ظ ). Pak Rizqal yang merupakan guru penjas ikut menyimak dan sesekali mengecek pesan WA yang masuk di handphonenya.

“Saya masih sering lupa dan kurang fashahah dalam pengucapan huruf shad, dha, tha, dan zha ( ص، ض، ط، ظ ) . Setiap malam rabu, Alhamdulillah ikut masih sempat menghadiri pengajian tentang tahsin Al-Qur’an, yang diasuh oleh Abi Jailani. ” Lanjut Pak Tarmizi dengan penuh semangat.

Abi Jailani begitu beliau disapa. Nama beliau adalah Drs. H. Jailani Mahmud. Beliau merupakn salah satu guru para Qari-Qariah di Aceh. Beliau juga merupakan seorang Imam di Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh. Dan Alhamdulillah, Saya juga sempat menuntut ilmu dengan beliau lebih kurang 1 tahun.

Saling tukar pikiran dan munculnya pertanyaan bertubi-tubi pun terjadi. Pak Tarmizi dan pak Rizqal cukup bersemangat mendengar ocehan saya tentang Makharijul huruf dan Sifat huruf sehingga suasana ngopi tadi bak suasana di dalam kelas. Sesekali diselingi dengan canda tawa.

Di akhir pertemuan, kami pun pamit pulang. Pak Tarmizi kami angkat sebagai ‘bendahara’ pada ngopi bareng hari ini Sambil berjalan meninggalkan warkop terdengar suara “Alhamdulillah, hari ini ngopi yang sangat bermanfaat dan bermakna, bukan cuma ngopi yang sempat diminum, tetapi juga memperoleh ilmu yang bermanfaat”.

Sekian. #Akhii/Zubaili

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar