0

Seleksi PPPK: Guru Harus Mampu Manfaatkan Teknologi Digital (0)

Pengelola Guraru July 1, 2022

Pada tahun 2021, Badan Kepegawaian Negara (BKN) tidak lagi menerima guru melalui seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Menurut Kepala BKN, Bima Haria Wibisana, menjelaskan hal ini karena pembukaan formasi guru melalui seleksi CPNS menyebabkan adanya ketidakseimbangan pada sistem distribusi guru antar daerah secara nasional. Seleksi CPNS untuk guru akan beralih sistem menjadi seleksi P3K guru.

PPPK merupakan program baru yang dibuat untuk keberlangsungan masa depan guru honorer. Di tahun 2022, pemerintah kembali membuka pendaftaran seleksi untuk PPPK Guru tahap 3. PPPK Guru tahap 3 merupakan tahapan lanjutan bagi PPPK tahap 1 dan tahap 2 yang sudah dilaksanakan.

Rekan guru masih bingung mengenai PPPK? Yuk, simak info lebih lengkap mengenai PPPK Guru.

Apa itu PPPK? 

PPPK hadir menjadi solusi terbaik yang dibuat oleh pemerintah untuk menyelesaikan masalah terkait kebutuhan jumlah guru pada abad 20 ini. Program ini mulai dijalankan pada tahun 2021 dengan merekrut 1 juta guru honorer menjadi PPPK.

PPPK merupakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Menurut Peraturan Pemerintah No.49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK, PPPK adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu dan diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka waktu tertentu dalam rangka melaksanakan tugas jabatan pemerintahan.

PPPK merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN) non PNS. Dari segi jabatan, PPPK sama dengan PNS yang bisa mendapatkan jabatan administratif dan jabatan fungsional di instansi pemerintah. Besar gaji dan tunjangan PPPK juga sama dengan PNS, namun PPPK tidak mendapatkan dana pensiun. Berikut perbedaan PNS dan PPPK yang bisa Anda simak:

  • PNS berstatus pegawai tetap, sedangkan PPPK berstatus pegawai kontrak.
  • PNS bisa mengajukan pemindahan kerja, sedangkan PPPK tidak bisa mengajukan pemindahan kerja.
  • PPPK tidak memiliki batas usia maksimal untuk menjadi ASN, sedangkan PNS memiliki batas usia maksimal 35 tahun untuk menjadi ASN.

Sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, pegawai PPPK juga berhak mendapatkan fasilitas berupa gaji dan tunjangan, cuti, pengembangan kompetensi, penghargaan, dan perlindungan berupa jaminan kesehatan & kecelakaan kerja.

Syarat dan Kebijakan PPPK Guru

Setiap warga negara Indonesia mempunyai kesempatan yang sama untuk melamar menjadi pegawai PPPK. Pemerintah membuka peluang bagi kalangan profesional untuk menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang dapat mengisi jabatan fungsional dan jabatan pimpinan tertinggi.

Menurut Pasal 16 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2018 tentang manajemen PPPK, berikut syarat pengangkatan PPPK Guru:

a. usia minimal 20 (dua puluh) tahun dan maksimal 1 (satu) tahun sebelum batas usia tertentu pada jabatan yang akan dilamar sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan;

b. tidak pernah dipidana dengan pidana penjara berdasarkan putusan pengadilan yang sudah mempunyai kekuatan hukum tetap karena melakukan tindak pidana dengan pidana penjara 2 (dua) tahun atau lebih;

c. tidak pernah diberhentikan dengan hormat tidak atas permintaan sendiri atau tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil, PPPK, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau diberhentikan tidak dengan hormat sebagai pegawai swasta;

d. tidak menjadi anggota atau pengurus partai politik atau terlibat politik praktis;

e. memiliki kualifikasi pendidikan sesuai dengan persyaratan jabatan;

f. memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi keahlian tertentu yang masih berlaku dari lembaga profesi yang berwenang untuk jabatan yang mempersyaratkan;

g. sehat jasmani dan rohani sesuai dengan persyaratan jabatan yang dilamar.

Mulai tahun 2021, seleksi PPPK guru mengalami perbedaan dari tahun-tahun sebelumnya. Seleksi PPPK yang baru membuka formasi sebanyak-banyaknya hingga batas satu juta guru. Berikut kebijakan mengenai seleksi PPPK Guru yang perlu Anda perhatikan:

  • Semua guru honorer dan lulusan PPG bisa mendaftar dan mengikuti seleksi. Semua peserta yang lulus seleksi akan menjadi guru PPPK hingga batas satu juta guru. 
  • Setiap pendaftar diberi kesempatan mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. Jika gagal pada kesempatan pertama, pendaftar dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali di tahun yang sama atau di tahun berikutnya.
  • Kemendikbud akan menyediakan materi pembelajaran secara daring untuk membantu pendaftar mempersiapkan diri sebelum ujian seleksi.
  • Pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.
  • Biaya penyelenggaraan ujian ditanggung oleh Kemendikbud.

Passing Grade PPPK Guru

Seleksi PPPK Guru memiliki nilai ambang batas atau passing grade untuk lolos. Peserta yang mengikuti seleksi tahap 3 ini merupakan peserta yang tidak lolos seleksi PPPK kompetensi 1 dan 2.  Menurut Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Kemenpan RB) passing grade seleksi PPPK Guru kompetensi III dibagi menjadi tiga kategori berikut:

1. Passing grade kategori 1

  • Seleksi Kompetensi Teknis: nilai kumulatif maksimal 500.
  • Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural: passing grade 130, nilai kumulatif maksimal 200.
  • Seleksi Kompetensi Wawancara: passing grade 24, nilai kumulatif maksimal 40.

2. Passing grade kategori 2

  • Seleksi Kompetensi Teknis: nilai kumulatif maksimal 500.
  • Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural: passing grade 110, nilai kumulatif maksimal 200.
  • Seleksi Kompetensi Wawancara: passing grade 20, nilai kumulatif maksimal 40.

3. Passing grade kategori 3

  • Seleksi Kompetensi Teknis: nilai kumulatif maksimal 500.
  • Seleksi Kompetensi Manajerial dan Sosial Kultural: passing grade 130, nilai kumulatif maksimal 200.
  • Seleksi Kompetensi Wawancara: passing grade 24, nilai kumulatif maksimal 40.

PPPK Guru Mendukung Transformasi Digital Pendidikan

Setelah munculnya COVID-19, kita semua dihadapkan dengan perkembangan teknologi yang cepat agar dapat mengejar ketertinggalan. Khususnya di dunia pendidikan, transformasi digital dapat meningkatkan mutu pembelajaran sehingga siswa dapat belajar dengan maksimal. Sebagai pendidik, guru harus menguasai teknologi sebagai pembelajaran berbasis online demi menciptakan proses belajar mengajar yang efektif dan efisien.

Seleksi P3K guru diharapkan dapat menciptakan guru profesional yang terampil dalam pengajaran, menjadi agen perubahan bagi pembelajaran yang berkualitas, dan mampu mendesain pembelajaran yang kreatif sehingga siswa dapat aktif dan berpikir secara kritis. Guru dapat memanfaatkan teknologi digital sebagai media ajar, sumber belajar, maupun alat peraga.

Program PPPK Guru ini memiliki banyak manfaat di antaranya dapat meningkatkan kesejahteraan guru honorer, menjadi solusi dalam pemerataan distribusi guru di daerah, dan dapat mencetak guru yang profesional.

Setelah mengetahui mengenai PPPK Guru, bagaimana tanggapan Bapak dan Ibu guru mengenai program ini? Apakah benar program ini dapat menjadi solusi terhadap permasalahan guru yang ada di Indonesia?

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar