14

Selamatkan anak-anak kita sebelum terlambat…… (+4)

tutuk jatmiko October 8, 2013

Era globalisasi yang ditandai dengan pesatnya teknologi informasi memiliki dampak negatif yang luar biasa dikalangan anak-anak kita. Disatu sisi perkembangan teknologi dan transformasi budaya yang deras mengalir memiliki dampak positif. Misalnya kemudahan dalam mengakses berita penting yang kita butuhkan dibelahan dunia lain dalam sekejap dapat hadir didepan kita. Kemudahan berkomunikasi selain mudah juga murah. Coba saja berapa tarif penggunaan handphone saat ini. Bahkan banyak operator yang memberikan embel-embel gratis alias tanpa biaya.

Disisi lain, dampak negatif yang berkembang dikalangan anak-anak kita sungguh sangat memprihatinkan.Budaya free sex, narkoba, pergaulan bebas lainnya mengiringi karakter mereka yang memiliki sikap agresif.

Melihat fenomena seperti diatas sudah saatnya kita bangun benteng yang kokoh didalam hati anak-anak kita. Asah kecerdasan emosi dan spiritual mereka. Sebagai pendidik hendaknya jangan hanya mengasah dari sisi inteligensi saja.Berikan motivasi agar mereka senantiasa berpikir atau merenungkan jati diri mereka. Untuk apa mereka hidup, apa tujuannya serta bagaimana menggapai tujuan hidup kita.

Ajari dan beri teladan kepada siswa untuk selalu:

1.Tenang :  yakinkan  bahwa tiada satupun makhluk didunia ini yang bisa mengambil rejeki makhluk lainnya serta yakin bahwa Allah akan mencukupkan rejeki kita

2.Takut jika berbuat dosa / melanggar aturanNya: yakinkan  bahwa Allah begitu dekat dan selalu melihat perbuatan makhluknya

3.Bersungguh-sungguh dalam beribadah karena  amal perbuatan serta ibadah tiap makhluk  tidak akan ada yang bisa menggantikannya selain dirinya sendiri yang harus melakukannya

4.Selalu berbagi kepada sesama dengan ikhlas apapun yang dimilikinya karena  apapun yang didunia  milik Allah dan yakin manusia s hanya sebagai perantara

5.Rendah hati karena  tidak ada yang perlu dibanggakan karena semua hanya titipan dariNya, yang sewaktu waktu Allah bisa menggambil kembali dari diri kita.

6.Malu jika tidak memiliki ilmu yang berguna bagi sesama karena  Allah sudah mencukupkan kesempurnaan pada diri kita .

7. Belajar dan terus belajar karena  ilmu yang dimiliki merupakan bekal yang harus dipertanggungjawabkan ketika kelak kita dialam baka.

 

Mulailah dari diri kita sebagai guru untuk senantiasa menjadi tauladan disekolah . Dan jadilah orang tua yang menjadi teladan bagi anak-anak kita dirumah.

Mari kita asah emosi dan spiritual anak-anak kita mulai sejak dini dan selamatkan mereka sebelum terlambat…….

 

 

Salam Perubahan

 

 

tutuk jatmiko

http://tutukjat.blogspot.com

Tagged with: ,

Comments (14)

  1. Iya benar pak Tutuk, dewasa ini makin banyak anak bangsa yang sangat agresif dan tampak adanya tanda-tanda yang membahayakan mereka. Terima kasih resepnya pak. Alhamdulillah, saya akan selalu siap untuk ikut mendampingi dan melayani mereka. Salam perjuangan.

  2. Save our children.

    Anak-anak kita adalah generasi abadi 21 – generasi digital atau digital era (Marc Presnky) . Teknologi yang semakin canggih membuat anak-anak mudah mengakses informasi dalam bentuk apapun. Dimana saja, kapan saja.

    Lantas bagiamana peran kita selaku pendidik? Beri pengertian mereka akan positif dan negatif dari teknologi. Teknologi seperti internet bagi dua sisi mata uang. Ada positif dan negatifnya.

    Untuk itu berbagi di guraru adalah salah satu contoh pemanfaatan teknologi untuk pendidikan. selain memberi contoh pada mereka bahwa internet banyak manfaatnya untuk kemajuan pembelajaran.

    Terima kasih sudah mengingatkan kita semua pak.

    Thanks for sharing

  3. Menurut saya orang tua dan guru harus bersinergi dalam memberikan pendidikan pada anak. Kenyataannya banyak orang tua yang menganggap bahwa tugas mendidik adalah tugas guru di sekolah sedangkan tugas orang tua hanya sebatas bayar SPP plus memberi makan dan jajan anaknya saja

  4. Sewaktu menyelamatkan anak didik kita, jangan lupa kita juga harus menyelamatkan diri kita dari pengaruh negatif globalisasi. Kalau kita selamat maka dapat menjadi contoh bagi anak didik kita (mungkin) tanpa banyak kata.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar