1

Selamat Hari Guru (+2)

Botaksakti November 25, 2014

Barangkali, saat ini akan menjadi titik balik kebangkitan guru Indonesia. Setidaknya harapan tersebut tersemai berkat diangkatnya seorang guru menjadi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, yaitu Bapak Anies Baswedan. Beliau sudah kelihatan sekali perhatiannya kepada pendidikan, utamanya kepada guru. Sepak terjangnya sudah tidak diragukan lagi dalam upaya mengembangkan pendidikan Indonesia dan menempatkan guru sebagai ujung tombaknya.

Niat kembali mengangkat harkat dan martabat guru sudah kelihatan sejak Beliau menduduki jabatannya. “Apapun kurikulumnya, guru menjadi kunci utamanya!”. Pernyataan ini jelas bermakna bahwa gurulah yang sangat berperan dalam kancah pendidikan nasional, dan bukan kurikulum yang selalu saja menjadi perdebatan.

Pernyataan Pak Menteri itu kiranya bukan asal terlontar begitu saja. Dapat dipahami bahwa betapa guru lebih dari sekadar kurikulum. Bolehlah kurikulum menjadi acuan atau pedoman dalam pendidikan. Akan tetapi, manakala kurikulum dipahami secara mati atau hanya s ebagai berhala, bukan tidak mungkin kurikulum justru menjadi penjegal bertumbuh kembangnya pendidikan.

Tidak berlebihan kiranya, bila diingatkan kembali bahwa guru bukanlah sekedar operator yang tinggal menjalankan ini itu yang sudah digariskan. Guru adalah juga seorang pemikir yang dengan demikian seharusnya bertindak menjalankan profesinya juga dengan pikirannya. Setidaknya, guru wajib berdialog dengan kurikulum, dan bukan sekedar mengikutinya. Apalagi, terbaca bahwa banyak guru yang mendistorsi kurikulum hanya menjadi sekedar ‘buku cetak’. Maknanya, guru tak pernah mempelajari kurikulum secara tuntas, melainkan menjadikan buku cetak sebagai pegangan utama dan satu-satunya. Bahkan lebih ekstrem lagi, ada kiranya guru yang hanya sekedar memindahkan halaman buku dan yang tertulis di dalamnya ke dalam kepala siswa.

Tentu, guru bisa berbuat lebih dari itu. Guru punya waktu dan kesempatan untuk mengajarkan siswa-siswinya bernalar secara baik. Melihat persoalan tidak hanya dari satu sudut pandang, sekaligus merangkai berbagai hal menjadi satu kesatuan pemahaman yang utuh. Memang, ini bukan pekerjaan gampang. Setidaknya guru harus memahami betul filosofi pendidikan, filosofi guru, filosofi kurikulum, dan tentu saja….guru harus berilmu.

Selamat hari Guru, semoga para guru Indonesia terus menjadi cahaya bagi segenap anak bangsa. Bravo guru Indonesia!

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar