0

Sekolah Tatap Muka Dimulai Juli 2021 (0)

oloan February 27, 2021

Secercah harapan terkuak lebar setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan optimisnya menargetkan kegiatan sekolah tatap muka bisa mulai dilakukan pada semester kedua tahun ini atau tepatnya pada Juli 2021.

Keinginan Jokowi untuk kembali menyelenggarakan aktivitas kegiatan sekolah tatap muka disampaikan usai meninjau vaksinasi guru di SMA Negeri 70 Jakarta Selatan, seperti dikutip Kamis (25/2/2021).

“Karena tenaga pendidik dan kependidikan, guru ini kita berikan prioritas agar nanti di awal semester kedua pendidikan tatap muka bisa kita mulai lakukan,” kata Presiden Jokowi.

Pak Jokowi menargetkan pada bulan Juni 2021 mendatang 5 juta guru, tenaga pendidik dan kependidikan semuanya bisa divaksinasi. Vaksinasi diharapkan memberikan perlindungan bagi para tenaga pengajar.

“Sehingga di bulan Juli saat mulai tahun ajaran baru semuanya bisa berjalan normal kembali. Saya kira targetnya itu,” kata Presiden Jokowi.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim menambahkan nantinya kegiatan belajar tatap muka tidak sepenuhnya 100%. Kegiatan belajar tatap muka akan dilakukan dengan sistem rotasi dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Mungkin tidak 100%. Tapi paling tidak bisa saja dua kali seminggu atau tiga kali, atau dalam sistem rotasi,” kata Nadiem Mas Nadiem Makarim.

Pun di Kota Medan, usai Walikota dan Wakil Walikota Medan terpilih, Bobby Nasution dan Aulia Rachman dilantik oleh Presiden Jokowi melalui Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi langsung membeberkan rencana kerja mereka kedepannya, dimana prioritas utama penerima vaksin adalah tenaga kesehatan dilanjutkan dengan pegawai pelayan publik di Kota Medan, diantaranya tenaga pendidik dan kependidikan.

Ini sungguh berita baik tentunya, setelah setahun penuh kita melaksanakan pembelajran jarak jauh, kini harapan itu harus kita pupuk dengan tetap menjaga protokol kesehatan, dimana saat keluar dari rumah harus memperhatikan 5 M, diantaranya:

Satu, jangan kendor menggunakan masker, sehingga kemana-manapun harus menggunakan masker. Kedua, rajin mencuci tangan, setelah melaksanakan kegiatan, rajinlah mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun, plus bisa juga menyediakan hand sanitizer yang akan disemprotkan ke tangan.

Ketiga, pastinya menjaga jarak, nah ini yang mungkin paling susah kita terapkan di sekolah, karena taulah kita bagaimana sifat anak-anak kita yang inginnya berkumpul, bermain dan berkerumun. Jangankan siswa, kita guru saja masih mau abai ketika bertemu dengan teman-teman kita, pasti akan ngerumpi dan berkumpul. Namun, dengan disiplin ketat dan menerapkan protokol kesehatan, pastinya menjaga jarak bisa kita lakukan dengan baik.

Keempat, menjauhi kerumunan. Ini juga sangat susah dipraktekkan, terbukti sekarang disiplin dan penerapan protokol kesehatan untuk menjauhi kerumunan sangat susah dihindari.

Kelima, membatasi mobilitas dan interaksi, ini sangat penting agar kita bisa menghindari kerumunan dan menjaga jarak. Jadi kita keluar rumah saat ada urusan penting, ketika tidak penting, maka tidak usah keluar dari rumah.

Mas Nadiem Makarim mengemukakan, vaksinasi Covid-19 akan diprioritaskan untuk tenaga pendidik mulai dari Sekolah Dasar (SD), PAUD, Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Keujuran (SMK), hingga perguruan tinggi.

“Sekali lagi, walaupun tatap muka, itu harus menggunakan protokol kesehatan yang telah ditetapkan Kemenkes dan Kemendikbud,” tegasnya.
Jadi, mari kita dukung terus menyuntikan vaksinasi agar Juli 2020 kita bisa siap dengan tatap muka pembelajaran.

Saya pribadi siap divaksin anti covid-19, bagaimana dengan Anda? Sehingga kita bisa melaksanakan pembelajarna tatap muka…Salam…

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar