1

Sekelumit Pengalaman Guru di Masa Pandemi (0)

khomsiyah kartika dewi October 2, 2020

Hallo, Assalamu’alaikum. Perkenalkan namaku Ika. Di sekolah biasa dipanggil Ustadzah Ika. Saya mengajar di sebuah Sekolah Swasta di Makassar.

Sebelum terjadi pandemic Covid 19, pembelajaran di sekolah mungkin sama dengan sekolah sekolah lain di Indonesia. Tatap muka mulai pagi hingga siang. Kita bisa maksimal dalam belajar, berinteraksi dengan anak didik dan membangun kebersamaan yang agak sulit dilakukan setelah terjadi pandemi Corona ini.

Awal diterapkannya pembelajaran secara daring, jujur, saya tidak punya bayangan seperti apa gaya atau model belajar yang harus kami berikan kepada anak. Gimana cara menyampaikan materi, seperti apa baiknya, saya tidak tahu. Ngaku saja, saya schock dengan keadaan waktu itu. Saya pikir ndak akan lama pandemic ini terjadi, jadi ngajarnya di hari pertama daring agak ogah-ogahan. Asal, kalau saya bilang. Cuma memanfaatkan grup whatsapp saja, dengan menuliskan kegiatan apa saja yang bisa dilakukan oleh anak.

Untung kepsek kami memberikan arahan apa yang harus kami lakukan. Beliau meminta guru-gurunya mulai belajar membuat Video pembelajaran. Yang saya ingat, pakai aplikasi video editor di HP. Dan ngaku saja, saya ndak tahu gimana mengoperasikannya. Saya ndak ambil pusing sih, yang penting kan bentuknya video, jadi saya putuskan untuk memanfaatkan fasilitas camera yang ada di HP saja.Tinggal arahkan camera HP ke medianya, waktu itu tema alat komunikasi sub tema media massa. Jadi saya ambil buku, majalah, tabloid/surat kabar dan kertas yang saya print dengan tulisan Mengenal Alat Komunikasi Media Massa lalu saya rekam dengan audio/suara saya untuk menjelaskannya, dan akhirnya jadi deh video pembelajarannya.

Tahu ndak gara-gara teman-teman seprofesi di sekolah mulai berhasil membuat video, saya kok ngerasa panas ya,bukan iri sih tapi dalam hati saya, saya mau juga seperti mereka. Akhirnya saya putuskan untuk mempelajari salah satu aplikasi video editor di HP. Bikin 1 video saat itu membutuhkan 1 hari 2 malam, luar biasa lama dan capek. Padahal kepsek bilang 10 menit jadi. Mungkin dia sudah professional makanya cepat, dan saya akui apa yang dibilang kepsek itu memang benar. Kalau kita sering latihan, sering membuat video makanya kemampuan kita akan terlatih dengan sendirinya. Dan saya sekarang sudah bisa melakukannya, bisa membuat video pembelajaran dengan waktu yang tidak terlalu lama, alhamdulillah.

Dari membuat video melalui aplikasi HP akhirnya mengenalkan saya di dunia per-youtub-an, sesuatu yang tidak saya bayangkan sama sekali kalau akhirnya saya bisa mengunggah video saya di sana.

Waktu itu kan marak-maraknya pelatihan online. Dari webinar tentang ilmu kepaudan masa pandemic hingga pelatihan pembuatan video media pembelajaran. Semua teman-teman guru di sekolah juga super sibuk mengikuti kegiatan. Ada yang memang diutus sekolah untuk mengikuti diklat, dan ada yang mandiri. Termasuk saya, saya juga mulai mengikuti pelatihan secara mandiri. Saya pingin mengupgrade kemampuan saya membuat video pembelajaran yang menyenangkan buat anak-anak. Apalagi dengan kondisi mata saya yang mulai “rabun” sehingga penggunaan HP membuat saya agak kesusahan. Dan saat itu saya mulai belajar tentang pembuatan video dengan menggunakan PC/Laptop.

Sejak saat itu hingga sekarang pun saya masih terus belajar untuk bisa mengembangkan model pembelajaran yang paling enak digunakan bagi anak didik dan orang tua murid. Dari powerpoint, powtoon, videoscribe, games online seperti Kahoot atau Quizizz, SAC, Articulate Storyline, hingga Virtual Classroom saya pelajari. Dan saya akan belajar dan terus belajar sampai waktu yang saya sendiri tidak tahu kapan akan berhenti.  Saya sadar keberadaan ortu murid sangat penting bagi keberlangsungan sekolah kami. Tanpa mereka, sekolah tidak berarti. Dan hal ini yang membuat salah satu alasan saya untuk bisa memberikan pelayanan terbaik bagi mereka. Saya mau anak-anak cerdas, ortu murid puas dan sekolah kami tetap bisa bertahan. Dan satu hal lagi, ilmu ini tidak akan berberkah jika hanya saya saja yang pintar, sehingga sebuah kesyukuran bagi saya jika saya bisa berbagi ilmu dengan teman-teman guru di sekolah dan di seluruh Indonesia. Saya unggah video di youtube dan sosmed, dari situ saya berharap teman-teman bisa memanfaatkan ilmu saya. Toh berbagi ilmu itu tidak akan membuat kita miskin, justru menjadikan kita menjadi lebih kaya. Kaya ilmu dan kaya hati. Pandemi merupakan sebuah musibah, tapi juga merupakan rahmat bagi saya pribadi. Tanpa pandemic, saya tidak bisa seperti sekarang ini.

Demikian sekelumit pengalaman saya di masa pandemi.

Wassalamu’alaykum.

#WritingCompetition

#NewNormalTeachingExperience

Comments (1)

  1. Selamat malam Ibu Khomsiyah 🙂
    terima kasih banyak atas partisipasi Ibu di Guraru Writing Competition 2020.

    Kami sangat senang mendengar #sharing ibu dimana sangat bersemangat dan berupaya untuk memberikan penyampaian materi terbaik untuk anak didik Ibu. Di Guraru, kami dan para guru lainnya juga senantiasa bertukar informasi dan ilmu.

    Untuk materi youtube dan video pembelajaran Ibu Khomsiyah juga bisa di sharing di Guraru, pastinya rekan guru PAUD dan TK lainnya sangat menantikan sharing dari Ibu 🙂

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar