4

Sejarah Hari Hak Asasi Manusia Internasional Setiap Tanggal 10 Desember (0)

oloan December 10, 2020

Setiap tanggal 10 Desember diperingati sebagai Hari Hak Asasi Manusia Sedunia. Peringatan ini adalah untuk mengenang hari diadopsinya Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia tahun 1948. Dokumen deklarasi ini terdiri atas bagian Pembukaan dan 30 Pasal yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia. Peringatan ini dilakukan setiap tahunnya untuk mengingatkan bahwa manusia memiliki hak, kewajiban dan perlakuan yang sama Peringatan ini juga dinyatakan oleh International Humanist and Ethical Union (IHEU) sebagai hari resmi perayaan kaum Humanisme.

Melansir laman OHCHR, peringatan ini secara resmi dimulai dari tahun 1950, setelah Majelis Umum meloloskan resolusi 423 dan mengundang seluruh negara ataupun organisasi yang tertarik untuk mengadopsi 10 Desember sebagai Hari HAM tiap tahunnya. Ketika Majelis Umum mengadopsi dekrarasi ini, 48 negara mendukung dan 8 negara abstain. Deklarasi ini kemudian dinyatakan sebagai standar umum pencapaian bagi semua bangsa.

Pertama kali, HAM dibahas melalui sebuah piagan bernama Magna Carta. Piagam dikeluarkan pada 15 Juni 1915 di Inggris, karena munculnya penindasan kepada manusia lain. Peringatan ini, dipilih untuk menghormati dan menghargai Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa yang telah mengangkat deklarasi Universal Hak Asasi Manusia pada 10 Desember 1948.

Dalam deklarasi ini terdapat dokumen yang terdiri dari bagian pembukaan dan 30 Pasal yang mengatur tentang Hak Asasi Manusia.

Tanggal peringatan tersebut ditetapkan dalam sidang Majelis Umum PBB dan diikuti olrh banyak negara, termasuk Indonesia.
Tujuan dari deklarasi HAM yakni untuk menetapkan standar hidup bersama bagi semua orang di seluruh dunia atau negara yang menjadi hak setiap individu. Deklarasi mendorong semua negara anggota PBB agar bersama berjuang untuk menuju standar hidup yang terdapat di dalam deklarasi HAM tersebut.

Selain itu, adanya deklarasi ini juga dinilai sebagai standar pencapaian bersama untuk semua orang maupun untuk semua negara. Dalam deklarasi juga dijabarkan mengenai beragam hak dan kebebasan fundamental yang menjadi hak setiap orang.

Hak ini melekat pada siapapun itu tanpa memandang kebangsaan, tempat tinggal, jenis kelamin, etnis, agama, bahasa, dan status lainnya.

Walaupun deklarasi ini tidak mengikat, tetapi telah menginspirasi lebih dari 60 instrumen HAM untuk membentuk standar HAM Internasional.

Hari HAM adalah kesempatan untuk kita menegaskan kembali pentingnya akan Hak Asasi Manusia yakni melalui solidaritas global, kepedulian antar sesama, serta rasa kemanusiaan yang dapat kita rasakan untuk memperbaiki segala sisi kehidupan dan tidak ada lagi penindasan.

Adapun tema yang diambil pada Hari Hak Asasi Manusia Internasional Pada tahun 2020, yaitu “Recover Better – Stand Up for Human Rights”.

Tema hari HAM ke-72 diambil dengan melihat suasana pandemi Covid-19 saat ini. Covid-19 telah menyebabkan meningkatnya kemiskinan, ketidaksetaraan, diskriminasi, dan kesenjangan lainnya. Dengan itu, melalui tema ini diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap Hak Asasi Manusia agar segera pulih dari masalah-masalah yang ada.

Mari sebarkan kebaikan kepada anak didik kita bahwasanya hari ini kita merayakan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, mari kita berbagi bersama teman-teman kita yang merasa kekurangan. Mendidik dengan hati adalah bagian dari pembebasan Hak Asasi Manusia… Selamat Mendidik..

Comments (4)

  1. Benar sekali bu Fitriyani, that’s the point, HAM jangan sampai mengekang kebebasan hidup untuk beragama, beribadah dan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya. Apalagi sekarang aliran kepercayaan juga sudah diberikan hak untuk melaksanakannya…Thanks

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar