0

Sehari Menjadi Bisnisman : Konsep Belajar Laba dan Rugi Aritmetika Sosial (0)

AfanZulkarnain January 21, 2021

Tulisan ke-38 Tahun 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Dalam mata pelajaran matematika kelas VII, ada materi tentang aritmetika sosial. Salah satu yang dipelajari dalam materi tersebut adalah tentang perhitungan laba dan rugi. Siswa diharapkan dapat mengetahui cara menghitung keuntungan dan kerugian dari suatu kegiatan ekonomi.

Lantas bagaimana guru dapat menyampaikan materi tersebut? Cara berikut semoga dapat menginspirasi Bapak Ibu Guru sekalian.

Sehari menjadi Bisnisman

Saya menggunakan kata Bisnisman dibanding wirausahawan. Selain mudah dilafalkan, kata yang pertama lebih mudah dipahami oleh anak-anak kelas VII. Alasan lainnya kata Bisnisman memiliki kesan yang lebih keren.

Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok. Masing-masing kelompok diminta untuk berjualan di sekolah. Dagang kecil-kecilan. Mereka bebas menjual apa saja, yang penting harganya terjangkau oleh anak-anak usia sekolah. Modalnya pun dari iuran bersama. Namun guru terlebih dahulu menetapkan batas maksimal modal , sehingga tidak memberatkan siswa.

Ada yang menjual aksesoris, ada yang menjual kue basah, ada yang menjual snack, ada juga yang menjual es juice, dan lain sebagainya. Di jam istirahat, mereka harus menjajakan ke semua warga sekolah. Termasuk kepada Bapak Kepala sekolah dan segenap dewan guru. Intinya sehari itu saja mereka akan menjadi bisnisman. Menjadi pengusaha. Meski kecil-kecilan.

Beragam cara mereka lakukan agar dagangan mereka cepat ludes terjual. Ada yang menawarkan dengan membuat pertunjukkan band dengan peralatan ala kadarnya, ember dan penggaris. Mereka menyanyi gembira untuk menarik perhatian warga sekolah. Saat warga sekolah berkumpul itulah mereka menjajakan dagangannya. Teknik marketing yang cerdik.

Ada juga kelompok yang anggotanya berpencar. Masing-masing anggota harus menjajakan ke seluruh warga sekolah. Ada target bahwa dagangan harus ludes terjual.

Ada juga kelompok yang pasif. Mereka hanya duduk menanti pembeli saja. Rasa malu dan susah berinteraksi menjadi penyebab mereka enggan untuk berkeliling. Disitulah guru harus memiliki andil untuk memotivasi mereka agar lebih aktif. Semakin giat mereka menjajakan dagangan mereka, semakin besar kemungkinan keuntungan yang akan mereka dapatkan.

ketika proses jual beli berlangsung

Setelah proses jual beli selesai, guru meminta siswa menghitung pendapatan mereka, untung atau ruginya, hingga prosentase keuntungan atau kerugian. Di sinilah guru dapat secara langsung menerangkan materi. Lengkap dengan objek yang dapat dilihat mata, uang hasil jualan mereka.

Ini menarik, karena terkadang ada materi matematika yang mengharuskan siswa menghitung uang, tapi uangnya abstrak. Tidak ada. Mereka hanya bisa membayangkan.

Ada yang bergembira karena mereka untung besar. Setelah modal dibagikan ke masing-masing anggota, hasil keuntungan itu mereka gunakan untuk makan-makan. Ada juga yang bersedih karena tak semua dagangannya laku terjual sehingga alami kerugian. Disinilah peran guru diperlukan untuk memberikan motivasi kepada mereka.

Kelak, apabila mereka menjadi pengusaha, resiko kerugian pun bisa mereka alami. Tapi mereka harus memiliki semangat untuk bangkit berusaha kembali.

Ada banyak manfaat dari kegiatan pembelajaran ini. Pertama, mereka belajar matematika secara real. Aktivitas di luar kelas tentu membuat mereka tidak bosan. Kedua, menanamkan jiwa wirausaha yang harus dipupuk sejak dini. Banyak walimurid, yang notabene pengusaha, mengancungi jempol program ini. Ketiga, menanamkan kerja sama.

Bagaimana, ingin mencoba menerapkan konsep ini?

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar