1

secercah harapan dari wilayah 3T di ujung maluku utara (+1)

soleman May 30, 2017

SECERCAH HARAPAN DARI WILAYAH 3T DI UJUNG MALUKU UTARA

Soleman

SMA Negeri 4 Pulau Morotai Jl. Maba Pantai Desa Maba Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai Propinsi Maluku Utara Kode Pos 97771 e-mail : soleman.cakep@gmail.com CP. 085201385424

Abstrak :
SMA Negeri 4 Pulau Morotai yang berada dalam wilayah 3T yang jauh dari sentuhan teknologi. Dalam pelaksanaan KBM di dalam kelas masih sangat kekurangan sumber bahan ajar dan ATK. Tenaga pengajar yang ada pun masih kurang dan banyak yang tidak linear dengan mata pelajaran yang diampu. Dengan kurangnya bahan ajar membuat beberapa orang guru harus bekerja keras untuk dapat mengupdate informasi, sumber bahan ajar dan mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran. Beberapa orang guru berusaha mencari sumber bahan ajar dengan mamanfaatkan internet yang dapat diakses di ibu kota kabupaten. Sehingga sumber bahan ajar yang diperoleh dapat diaplikasikan di dalam kelas pada saat proses KBM berlangsung.
The state of the 4 morotai islands within the 3T region away from the touch of technology. In the implementation of KBM in the classroom is still very short of source of teaching materials and ATK. The teaching staffs are still lacking and many are not linear with the subjects being taught. With the lack of teaching materials to make some teachers have to work hard to be able to update information, source of teaching materials and follow the development of teaching technology. Some teachers seek to source resources by making use of the internet accessible in the district capital. So that the source of teaching materials obtained can be applied in the classroom during the KBM process takes place.
Kata kunci :

3T
Aplikasi
Bahan ajar
Teknologi
Internet
Implementasi
KBM
ATK

Pendahuluan :
SMA Negeri 4 Pulau Morotai berlokasi di Jl. Maba Pantai Desa Maba Kecamatan Morotai Utara Kabupaten Pulau Morotai Propinsi Maluku Utara Kode Pos 97771. Sekolah ini merupakan sekolah tingkat atas yang tertua di wilayah morotai utara dengan siswa hampir 200 orang. Siswa yang ada berasal dari desa-desa di sekitar sekolah.
SMA Negeri 4 Pulau Morotai merupakan sekolah yang ada di daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal) dengan beragam kekurangannya. Kekurangan yang ada di SMA Negeri 4 Pulau Morotai diantaranya adalah sumber bahan ajar, ATK (alat tulis kantor), tenaga pengajar/guru dan sistem pengelolaan/managemen sekolah. Semua yang ada belum dapat memenuhi kebutuhan dan jauh dari target yang ditentukan oleh dinas pendidikan propinsi.
Beberapa orang guru berupaya untuk mencari sumber bahan ajar dengan memanfaatkan teknologi. Meskipun untuk dapat mengaksesnya harus ke ibu kota kabupaten yang jauh. Dengan memanfaatkan teknologi khususnya internet guru dapat mengupdate informasi dan mengikuti perkembangan teknologi pembelajaran. Sehingga guru dapat memberikan pelajaran yang menyenangkan kepada siswanya. Diharapkan nantinya siswa siswi lulusan SMA Negeri 4 Pulau Morotai tidak jauh berbeda kemampuannya dengan siswa siswi lulusan dari SMA lain yang ada di kota.
Pembahasan :
Negara indonesia adalah negara kepulauan dengan beragam kemajemukan dalam berbagai dimensi kehidupan baik strata-sosio-kultur, politik, ekonomi, juga kondisi geografis dan topografi alamnya.
Perbedaan kondisi topografi alam juga berdampak pada lambat dan tidak meratanya penyebaran tenaga guru, sarana dan informasi yang bisa menunjang kegiatan pendidikan di setiap sekolah yang ada. Dengan perbedaan topografi ini menyebabkan adanya daerah yang maju dan ada daerah yang tertinggal/3T.
Permasalahan yang ada dalam wilayah 3T diantaranya : persediaan tenaga pendidik, distribusi tenaga pendidik tidak seimbang, insentif rendah, kualifikasi di bawah standar, guru yang kurang kompeten, ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diampu, penerapan kurikulum di sekolah belum sesuai dengan mekanisme dan proses yang standar, angka putus sekolah yang relatif tinggi. Pemerintah sudah memberikan perhatian lebih terhadap wilayah 3T. Seperti apa yang telah disampaikan oleh Menteri pendidikan nasional dengan menegaskan bahwa daerah 3T memiliki peran strategis dalam memperkokoh ketahanan nasional dan keutuhan negara kesatuan republik indonesia, (Juknis SM-3T).
Dalam Strategi Nasional Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal (STRANAS PPDT) seperti tertuang dalam peraturan meteri negara pembangunan daerah tertinggal No. 07/PER/M-PDT/III/2007 disebutkan bahwa yang namanya daerah tertinggal adalah daerah kabupaten yang wilayah serta masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional.
Kriteria ketertinggalan suatu daerah adalah :
Perekonomian masyarakat
Sumber daya manusia
Sarana prasarana/infrastruktur
Kemampuan keuangan daerah/celah fiskal
Aksesibilitas
Karakteristik daerah
Tujuan dari arah kebijakan pembangunan daerah tertinggal adalah untuk melakukan percepatan pembangunan daerah tertinggal dengan meningkatkan pengembangan perekonomian daerah dan kualitas sumber daya manusia yang didukung oleh kelembagaan dan ketersediaan infrastruktur perekonomian dan pelayanan dasar (kesehatan dan pendidikan), sehingga daerah tertinggal dapat tumbuh dan berkembang secara lebih cepat guna dapat mengatasi ketertinggalan pembangunannya dari daerah lain.
Dengan menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia yang unggul guna menghadapi perkembangan dan persaingan global. Ini sesuai dengan tujuan berdirinya negara kesatuan indonesia yaitu untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Agar bangsa indonesia nantinya menjadi bangsa yang maju dan dapat bersaing dengan negara lain di dunia ini. Sehingga kekayaan alam yang ada dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya secara maksimal untuk dapat meningkatkan kemakmuran rakyat indonesia.
SMA Negeri 4 Pulau Morotai merupakan sekolah atas yang berada dalam wilayah kabupaten pulau morotai yang masuk ke dalam wilayah propinsi maluku utara. Dimana kabupaten pulau morotai termasuk ke dalam wilayah 3T. Di wilayah kabupaten pulau morotai banyak terdapat suku bangsa dengan adat istiadat dan bahasa yang beragam pula. Kehidupan masyarakatnya dapat terjalin dengan hidup rukun. Kehidupan politik yang masih sangat kental telah masuk ke dalam sendi-sendi kehidupan di kabupaten pulau motorai. Tidak jarang terjadi konflik kepentingan yang menyebabkan kebijakan yang diambil akhirnya merugikan pegawai yang ada.
SMA Negeri 4 Pulau Morotai memiliki siswa hampir 200 orang yang berasal dari desa-desa sekitar sekolah. Setiap siswa memiliki tabiat yang berbeda dengan siswa yang lain. Seperti halnya kondisi masyarakat di sekitar sekolah SMA Negeri 4 Pulau Morotai. Masyarakat di sekitar SMA Negeri 4 Pulau Morotai bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan. Sehingga siswa-siswi SMA Negeri 4 Pulau Morotai banyak yang tidak mendapatkan perhatian dan kontrol dari orang tuanya. Karena banyak orang tua yang berprofesi sebagai petani yang lebih sering tinggal di rumah-rumah kebun. Mereka tinggal di rumah kebun karena jarak yang jauh dari desa dan untuk menunggui hasil kebunnya. Hasil kebun dari petani di wilayah kabupaten pulau morotai diantaranya kopra, pala, pisang dan cengkeh.
Banyak dari siswa-siswi yang ada di SMA Negeri 4 Pulau Morotai harus lebih dituntut untuk mandiri dan pandai-pandai menjaga diri dalam pergaulan. Karena orang tua yang terlalu memberikan kebebasan dengan tanpa memberikan pengawasan pada anak-anaknya. Sehingga tidak jarang dari siswa-siswi SMA Negeri 4 Pulau Morotai yang putus sekolah karena salah dalam bergaul. Selai itu juga budaya di sini yang terbilang acuh tak acuh dengan mengesampingkan norma adat, kesusilaan dan kesopanan yang hampir tidak diajarkan orang-orang tua pada generasi mudanya. Akibat yang paling fatal adalah minat dan niat belajar siswa yang hampir tidak ada. Sehingga mereka malas untuk masuk sekolah untuk belajar.
Sekolah menerapkan managemen tidak bagus dalam menggerakkan roda kehidupannya. Di karenakan pemimpin yang tidak memiliki jiwa pemimpin dan kemampuan managemen yang tidak memadai. Akibatnya kegiatan belajar mengajar (KBM) di dalam kelas sedikit banyak terganggu. Belum lagi ketersediaan alat tulis dan sumber bahan ajar siswa yang masih sangat kurang bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga kegiatan belajar mengajar tidak dapat berjalan secara kondusif dan tidak dapat diperoleh hasil yang maksimal.
Melihat keadaan yang terjadi di sekolah membuat beberapa guru tergerak untuk mencari solusi dengan update informasi dan alternatif lain untuk memenuhi sumber bahan ajar siswa di kelas. Dengan bersusah payah guru-guru menyempatkan waktu, tenaga dan biaya untuk pergi ke ibu kota kabupaten untuk dapat mengakses internet. Dikarenakan akses internet yang bagus hanya ada di ibu kota kabupaten saja.
Setelah mendapatkan sumber bahan ajar yang diinginkan, bapak/ibu guru berusaha untuk mengimplementasikannya dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas. Meski yang diperoleh berupa sumber bahan ajar dari internet yang berupa file sedikit banyak membantu bapak/ibu guru untuk sumber referensi baru dalam memberikan pengajaran kepada siswanya di dalam kelas. File-file yang diperoleh bapak/ibu guru dari internet tidak dapat dicetak karena keterbatasan dana yang dimiliki sekolah untuk penggandaan sumber bahan ajar.
Bapak/ibu guru yang ada di SMA Negeri 4 Pulau Morotai tetap solid dalam melaksanakan tugas mulianya. Meski keadaan sekolah yang tidak berjalan selayaknya sekolah negeri pada umumnya. Tapi tidak mengecilkan hati bapak/ibu guru untuk terus berjuang dan mengabdi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang ada di wilayat 3T. Agar anak-anak bangsa yang ada di wilayah perbatasan tetap dapat mengenyam pendidikan dan nantinya anak-anak bangsa tersebut dapat sejajar dengan anak-anak dari daerah lain di wilayah NKRI.
Pemerintah sudah menggunakan segala daya upayanya untuk dapat mensejahterakan guru di daerah terpencil. Namun guru-guru di daerah terpencil lebih sering tidak dapat menikmati kesejahteraan yang diberikan oleh pemerintah. Begitu juga untuk anak-anak yang ada di daerah 3T tidak dapat menikmati program pemerintah yang berupa bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah secara maksimal. Karena banyak faktor yang membuat bantuan itu tidak tersampaikan tepat pada sasaran yang seharusnya dituju.
Dalam peningkatan kompetensi guru, memajukan profesionalisme guru, meningkatkan mutu pembelajaran dan meningkatkan pelayanan pendidikan yang bermutu terutama di daerah khusus, pemerintah sudah banyak melakukan usaha nyata. Namun belum maksimal dapat mengcover semuanya. Apalagi untuk guru-guru yang ada di wilayah 3T untuk informasi diklat/pelatihan selalu terlambat informasinya. Tidak terkecuali untuk guru-guru yang ada di SMA Negeri 4 Pulau Morotai selalu ketinggalan informasi pelatihan/diklat yang diadakan. Tidak tau adanya unsur kesengajaan/memang tidak ada kuota untuk guru-guru SMA Negeri 4 Pulau Morotai. Semoga di tahun ajaran baru 2017/2018 nanti perhatian pemerintah untuk SMA Negeri 4 Pulau Morotai lebih dan lebih lagi untuk dapat membantu anak-anak bangsa lewat guru-gurunya untuk memberikan pendidikan yang layak dan terpenuhinya hak-hak siswa.
Berkat didikan dari bapak/ibu guru yang gigih, akhirnya membuahkan hasil nyata yang dapat dibanggakan. Beberapa hasil nyata itu diantaranya adalah berturut-turut siswa-siswi SMA Negeri 4 Pulau Morotai lolos seleksi paskibraka tingkat propinsi dan lolos dalam lomba OSN bidang studi tingkat propinsi. Meski di daerah 3T bisa dibilang SMA Negeri 4 Pulau Morotai bisa bersaing dengan SMA-SMA lain yang ada di kota.

Penutup
SMA Negeri 4 Pulau Morotai yang berada di wilayah 3T di ujung dari propinsi maluku utara dengan berbagai keterbatasan dan keragaman yang dimiliki ternyata mempu untuk berprestasi agar dapat sejajar dengan SMA-SMA lain yang ada di kota.
Pemerintah lebih memperhatikan lagi nasib dan kesejahteraan dari guru-guru yang ada di wilayah 3T/perbatasan NKRI. Selain itu, pemerintah harus lebih mengutamakan/memperhatikan lagi dalam hal pemerataan pembangunan dan pengadaan/bantuan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar di sekola-sekolah yang ada di wilayah 3T.

Daftar pustaka :
http://psmjogja.blogspot.in/2015/07/pengertian-daerah-tertinggal.html
http://kompetensi.info/berita-kampus/kondisi-pendidikan-di-daerah-terdepan-terpencil-dan-tertinggal.html
https://avinurul.wordpress.com/program-sm-3t-sarjana-mengajar-di-daerah-terdepan-terluar-dan-tertinggal/?_e_pi_=7%2CPAGE_ID10%2C1542448394
http://m.kompasiana.com/yamres/daerah-3t-dalam-ideologi-pembangunanisme-pendidikan-dan-perananan-ilmu-sosial_56455b9bf27a612e0596a31bp

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar