19

Seandainya dia dapat berbicara …. (+5)

Bu Etna @gurutematik February 6, 2014

Selamat Siang Guraru. Di suatu hari ketika saya akan mengajar, para siswa tampak lesu. Sepertinya tiada gairah untuk melanjutkan belajar. Musim hujan tak mampu membuat pikiran mereka mendingin, hanya tubuhnya yang mungkin tak panas. Setelah saya tanyakan penyebabnya, ternyata hari ini Matematika dan Fisika ulangan. Matematika banyak sekali, waktunya pas dan lelahnya pas. Sedang soal Fisika hanya 2 dan membaca soalnya saja kepala berputar-putar. Ehmm … pikiran dan tenaga mereka tampaknya terkuras hampir habis. Sisa-sisanya akan saya manfaatkan sebaik-baiknya. Ya … saya ada akal, Insya Allah bermanfaat; sebaiknya humor sajalah.

Saya menuju white board dan menulis topik:”Kegembiraan Garam.” Kemudian di bawah topik saya tuliskan kalimat berikut:”Seandainya dapat berbicara, maka dia akan bercerita kepada kita bahwa dia senang sekali berada di dapur.” Insya Allah topik ini menarik perhatian mereka. Dia adalah garam yang kita konsumsi sehari-hari. Kegembiraan garam ini saya sampaikan kepada para siswa dan mereka senang sekali. Ikuti ceritanya di bawah ini.

“Anak-anak sebotol garam NaCl(s) sangat gembira ketika seorang ibu membelinya dari sebuah toko.”

“Mengapa mereka senang Bu?”

“Mengapa ya? Siapa dapat menjawab?”

Siswa yang duduk paling belakang di sudut kiri itu segera mengangkat tangannya. Eh … tumben, dia biasanya kalau tidak usil ya mengantuk.

“Saya Bu.” teriaknya.

Ha ha ha ha ….Teman-temannya tertawa semua.

“Beneran kamu mengerti alasannya?” tegur temannya.

Tak dihiraukan teguran temannya itu dengan tenang dia menjawab.

“NaCl(s) merasa bosan berada di toko itu Bu, mereka tidak dapat tidur, selalu berharap ada yang membelinya. Mereka lebih senang berada di dapur, karena botolnya setiap hari selalu dibuka, mereka selalu akan mendapat udara segar, dan merasa diperlukan. Mereka ingin sekali masuk ke tubuh kita seperti cerita yang mereka dengar, dapat berselancar, suhunya selalu 37oC.”

Hua ha ha ha …. Semua tertawa terbahak-bahak, wah wah … bagaimana saya menghentikan tawa mereka. Saya datangi ketua kelas yang juga sedang terpingkal itu, saya meminta dia untuk membantu mendiamkan teman-temannya.

“Hallo … jangan keterusan, ayo diammm ….” teriaknya. Beberapa saat akhirnya mereka diam.

“Kalau kalian ingin ibu melanjutkan, tertawa kalian jangan seperti tadi.”

“Ya Bu, maafkan kami. Lanjutkan Bu, kami janji.”

Wajah-wajah itu tampak memohon, lucu deh. Badan lemas dan wajah pucat pasi tadi sudah tak tampak lagi. He he he … cepat sekali berubahnya. Berarti sisa tenaga mereka itu masih banyak. Tadi semua juga tertawa dan sebagian tawanya amat keras. Beberapa terpingkal-pingkal.

“Kau benar, NaCl tentu juga senang padamu karena kau perhatian sekali padanya. Insya Allah nilai kimiamu akan meningkat dan tidak remidi lagi. Bahkan NaCl mungkin akan membantumu untuk mengerti kimia, saat mereka ada di dalam tubuhmu. Apakah kau suka makanan yang asin?”

Para siswa tampak senyam-senyum, mereka menoleh ke belakang.

“Kalau saya suka asin, emangnya kenapa Bu?” Dia melongo balas bertanya.

Teman-temannya juga banyak yang melongo. Hehehe … saya senang melihat wajah polos mereka.

“Hai anak-anak, siapa dapat menjawab pertanyaan ibu?”

Terdengar jawaban dari arah depan:”Kalau kau suka asin, berarti banyak NaCl yang kau konsumsi. Nah mereka itu akan membantumu. Ingat, dia selalu memberi peringatan bahwa dia tak tahan kalau banyak temannya berada di tubuh kita. Kegembiraan mereka yang meluap akan membuat tekanan darah kita naik. Jangan suka asin kalau tekanan darahmu tinggi. Hehehe … mengertikah kau?”

Teman-temannya mengangguk-angguk. Senang juga bersahut-sahutan seperti ini. Mereka ternyata pandai beraksi.

“Oh iya, tekanan darahku sih rendah, golongan darahku B, aku memang suka asin, tetapi ya tidak semua makananku asin, nanti garamnya gemas, terus agresif, lidahku dikikisnya sampai sakit donk. Hik hik hik, tidak, aku tidak mau.”

“Lho mas … kok wajah dan suaramu sedih betulan sih?”

“Iya Bu, aku sedih. Mulai besuk, aku tidak lagi berani menambahkan garam ke dalam makananku. Aku terlalu suka garam, aku takut tekanan darahku naik.”

“OK, sekarang ibu mau bertanya. Siapakah NaCl itu? Bagaimana sifatnya? Mengapa dia senang berada di dapur kita?”

Sambil menunggu mereka, saya berjalan ke belakang dan ke depan lagi. Senang melihat suasana hati mereka yang terlihat dari wajahnya. Matanya dan senyumnya itu. Eits … ternyata sudah ada yang mengangkat tangannya.

“NaCl adalah zat padat berupa kristal putih, tergolong senyawa garam.”

“Ya bagus, ayo yang lain … lanjutkan.”

“Senyawa garam itu terdiri atas unsur-unsur logam dan non logam.”

“Iya benar … yang lain?”

“Dalam NaCl(s) terdapat ikatan ion, yaitu ikatan antara ion-ion natrium dan khlorida. Nama senyawa ini natrium khlorida.”

“Ya teruskan yang lain.”

“Mereka gembira sekali saat dibeli oleh ibu tadi, karena harapannya akan menjadi kenyataan, yaitu masuk ke dalam tubuh kita dan dapat berselancar.”

“Yayaya, apa artinya?”

“Saat dicampurkan ke dalam masakan, ion-ionnya tersebar dan siap kita makan.”

“Jadi pada saat mereka masuk ke dalam tubuh kita, sudah berupa ion-ion?”

“Ya Bu, kecuali kalau seseorang makan garam padat.”

“Apa? garam padat? asin sekali donk.”

“Ya barangkali kok.”

“Anak-anak, kalau garam itu kita makan, apa yang terjadi? Apa mereka tetap sebagai padatan?”

“Tidak Bu, mereka tersebar menjadi ion-ion.”

“Kok bisa? Mengapa bisa begitu?”

“Lho Bu kan di mulut ada air liur, hehehe, maaf. Mereka juga mempunyai sifat mudah larut. Ya di mulut sudah terlarut Bu dan sudah menjadi ion-ion.”

“Bagus sekali. Kalian harus kritis ya. makin senang kimia, kimia makin mudah, berarti kalian telah membiasakan diri berpikir analitis, nah … nalar kalian bagus donk. Ibu ingin kalau ulangan, tidak ada satupun yang remidi.”

“Hore … iya iya Bu.”

“Pertanyaan ibu selanjutnya, jika kita uji larutan NaCl itu dengan uji daya hantar listrik, bagaimana?”

“Lampu menyala terang dan terjadi gelembung gas yang banyak.”

“Apa artinya?”

“Menghantar listrik sehingga tergolong elektrolit.”

“Mengapa menghantar listrik?”

“Tadi kan sudah dibahas Bu, mereka mudah larut dan ion-ionnya terlepas. Jadi karena dalam larutan terdapat ion-ion.”

“Apa bedanya dengan urea sewaktu mereka bertemu dengan air?”

“Oh iya Bu, kalau garam begitu berjumpa dengan air, keduanya agresif, dan … air membantu garam untuk melepaskan ikatan ionnya. Ion-ion itu gembira sekali saat ditarik oleh kutub-kutub molekul air, tidak sampai hitungan detik mereka sudah menyatu, bergandengan.”

“Hehehe … hebat, hebat, terima kasih.”

“Bu saya boleh menambahkan?”

“Iya silakan ….”

“Karena kita tidak suka asin, maka jumlah molekul air jauh lebih banyak dari jumlah ion-ion Na+ dan Cl, sehingga ion-ion ini gembira sekali, sebab banyak molekul air yang mengelilinginya, dia mau saja. Hehehe.”

“Benar sayang, kejadian itu dinamakan ‘solvation’ atau sulvasi/sulvatasi. Hebat. OK sekarang silakan kalian merapikan catatan dan melanjutkan diskusi kelompok. Terima kasih atas kegembiraan kalian yang telah meniru kegembiraan garam.” Ucapku sambil tersenyum.

“Iya sih Bu, kami juga berterima kasih. Jangan bosan lho Bu, kami akan selalu berharap Ibu tetap menggunakan humor seperti ini. Apalagi di saat kami hampir tak ingin belaja, he he he.”

Alhamdulillah berhasil. Terima kasih ya Allah, tadi hamba hampir putus asa. Guraru, bagaimanapun kita harus memperhatikan alokasi waktu. Sisi baiknya, pada saat kita serius mereka tetap antusias berpikir. Alhamdulillah hasilnya selalu lebih baik dibanding teori abstrak yang disajikan tanpa humor atau humor yang tidak pas. Demikianlah Guraru sepenggal humor dalam pembelajaran kimia.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (19)

  1. Ya itu memang ada di pelajaran kimia dan sering diujikan. Termasuk sifat koigatif larutan, yaitu sifat fisis, hehehe. Air titik bekunya sekitar nol derajat, sedang air garam titik bekunya di bawah nol derajat. Hehehe benar lho pak guru. Hadiahnya apa hayooo?! Thx responnya. Sip deh. Salam sukses.

  2. Ha ha ha bapak ada-ada saja. Humor membuat bahagia, tak sempat jenuh, apalagi marah, kecewa dll. Insya Allah, benar kan pak Rasyid? Hehehe, saya sedang mencoba memproses kumpulan cerpen yang membahagiakan, doakan ya. Ingin deh seperti bapak dan rekan Guraru lainnya. Amin. Thx responnya, salam takzim.

  3. Terimakasih bunda Etna atas sharingnya. Seandainya dia (garam) dapat berbicara maka luar biasa, tidak perlu kita jelaskan maka dia sudah bisa menjelaskan sendiri secara gamblang. he…he…he…

    Homor memang perlu bunda agar suasana menjadi fresh kembali, menyenangkan, namun humornya itu harus tepat dan mendukung tercapainya tujuan pembelajaran.

    Salam,

  4. Amin ya rabbal alamin. Insya Allah banyak guru yg sdh spt itu. Sbg instruktur sy tlh berbagi dan melatih. Bbrp guru smp skr juga sering konsultasi. Thx doa dan motivasinya. Sy kangen lho, bbrp hari rasanya kita gak komunikasi. Sy juga sibuk hehe. Salam.

  5. Pak Okky ada-saja. Hayoo bpk juga bisa lho mengemas pelajarannya spt itu, mengapa tidak. Hehehe nanti kan bpk juga ikut tertawa. Pak Okky rajinlah sharing, Bandung kan udaranya enak, jadi kapan saja dan di mana saja kan bisa online, sharing, saling respon. Thx responnya. Salam sukses.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar