10

Saya KeJaRu (Kenapa Jadi Guru)? (0)

oloan November 30, 2020

Kenapa Jadi Guru? Mungkin itulah pertanyaan refleksi di dalam diri saya setelah genap 12 tahun menjadi Guru dengan rincian, 2 tahun menjadi guru di Sekolah Swasta dan 10 tahun Guru Mata Pelajaran TIK atau Informatika di SMA Negeri 13 Medan setelah dinyatakan lulus Ujian CPNS formasi Guru SMA di Kota Medan tahun 2009 yang lalu.

Guru, berasal dari dua kata, Gu (Gelap) dan Ru (Mengusir) yang jika kita terjemahkan secara harafiah, fungsi dan tugas Guru itu adalah mengusir kegelapan yang ada dalam pikiran dan hati anak-anak bangsa Indonesia. Guru adalah ujung tombak pendidikan, bagaimana dan dalam kondisi apapun, Guru adalah sosok yang digugu dan ditiru. Begitulah saya melihat Ayah saya yang benar-benar menginspirasi saya untuk menghargai dan menghormati Guru.

Puji Syukur tentunya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa saya panjatkan mengingat waktu itu persaingan sangat ketat dan mengingat bagaimana usaha, perjuangan dengan tiada henti membahas soal-soal CPNS, hingga Doa yang tiada henti dari orang-orang yang kita cintai, akhirnya menghantarkan lolos CPNS formasi Guru Mata Pelajaran TIK atau Informatika.

Lantas kenapa jadi Guru? Nah, inilah memang passion yang menjadi jalan hidup saya. Mengapa saya katakan PASSION? Karena sebelum menjadi guru, saya sudah menggeluti berbagai profesi dan pekerjaan, namun dari sekian banyak pekerjaan yang saya geluti, ada perasaan aneh dan tidak tenang saat bekerja.

Misalnya ketika menjadi seorang Staff IT di salah satu perusahaan farmasi dengan jenjang karir yang bagus? Saya tetap merasa tidak tenang, selalu ada pemberontakan dalam hati untuk mencari Passion dalam bekerja, pekerjaan apa sebenarnya yang cocok dengan saya? Dan tanpa sengaja, pertemuan saya dengan seorang Suster yang menceritakan bahwa di SMA ada lowongan untuk menjadi Guru TIK, membuat saya berani mencoba menjatuhkan lamaran mengisi posisi yang lowong itu.

Dan akhirnya cita-cita menjadi Guru TIK terwujud juga walau waktu itu belum ada Akta-IV Mengajar, saya menerima tantangan mengajar dengan catatan akan kuliah lagi mengambil Akta-IV Mengajar. Terus terang walau gaji yang saya terima jauh beda, tetapi saya ikhlas menjalani Passion dan cita-cita ayah saya pelan tapi pasti bisa saya wujudkan.

Dapat menjawab keraguan “Apakah saya bisa mengajar dan mendidik dengan hati?”, karena terus terang Ayah saya juga seorang Guru, jadi darah Guru itu mengalir deras dalam tubuh saya. Disamping itu saya teringat perkataan Ayah saya, “Kamu kelak jadi penerus saya!”.

Benar saja, tahun 2009 pada konstelasi Penerimaan CPNS Formasi 2009, saya mencoba dan segala persiapan serta Doa yang tulus, saya diterima dan telah menjadi seorang Guru Mata Pelajaran TIK atau Informatika.

Itulah alasan kenapa saya KeJaRu (Kenapa Jadi Guru)..

#KeJaRu #KenapaJadiGuru #HariGuruNasional
Guru Era Baru (Guraru)

Tagged with: ,

Comments (10)

  1. Benar sekali mbak @fitriyanielhasan, GURU itu memiliki makna yang sangat luas, Pengusir Kegelapan, dari yang tidak tau menjadi tau, dari yang polos ibarat kertas putih menjadi kertas penuh corak warna dan pengetahuan serta budi pekerti…

    Terimakasih bu atas komentarnya..Semoga kita menjadi Guru Hebat Penuh Dedikasi..Thanks

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar