7

Satu Rumah Lima Guru (Sisi Lain Kehidupan Guru) (+4)

Asep Kurniawan May 21, 2015

Matahari masih malu-malu menampakkan sinarnya. Cahayanya terang tapi tidak menyilaukan. Bentuknya yang bulat sempurna dengan warna jingga terlihat begitu indah. Pemandangan indah itulah yang mengiringi perjalananku menuju sekolah.

Ya, itulah aku bersama sepeda motor kesayanganku. Aku adalah seorang guru matematika di sebuah SMA negeri di Kabupaten Banjarnegara. Tempat berkerja yang jauh berjarak sekitar 50 km memaksaku harus berangkat sepagi mungkin.

Berselang sekitar setengah jam setelah keberangkatanku, sebuah sepeda motor lain ikut meramaikan jalan. Mereka adalah Kakak Iparku dan istriku. Mereka juga bekerja sebagai guru. Mereka mengajar mata pelajaran yang sama, tetapi di sekolah yang berbeda. Kakak iparku mengajar Bahasa Inggris di sebuah SMP swasta di kecamatan Mandiraja, sementara istriku mengajar di sebuah SMK negeri di kecamatan yang sama.

Beberapa menit kemudian Kakakku menyusul meninggalkan rumah yang sama dengan sepeda motornya. Dia juga seorang guru. Dia mengajar mata pelajaran Bahasa Indonesia di sebuah SMK swasta yang berjarak sekitar dua kilometer dari rumah.

Tak selang berapa lama sepeda motor lain keluar dari rumah. Dialah Ayahku yang hendak mengantarkan dua orang adikku yang masih SD. Tapi tidak hanya mengantarkan, Ayahku juga sebagai guru di SD tersebut. Saat ini Ayahku adalah satu-satunya guru PNS di rumah kami.

Itulah salah satu kesibukan di sebuah rumah, yang lima penghuninya adalah guru. Sehingga profesi guru dan dunia pendidikan sudah melekat erat pada keluarga kami. Satu rumah, lima guru.

Artikel ini diikutkan dalam Lomba Menulis Guraru untuk Bulan Pendidikan berhadiah Acer One 10

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar