3

SAMPAH DI PAPAN TULIS (+3)

Daryo Susmanto January 9, 2015

Papan tulis

Ketika tengah menghapus papan tulis di kelas, sesaat sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai, tiba-tiba saya teringat masa-masa sekolah dulu. Waktu sekolah dulu, sepertinya pekerjaan ini sering saya lakukan, baik karena dimintai tolong oleh guru maupun karena inisiatif sendiri. Kebiasaan itu mungkin karena dulu posturku yang sudah cukup tinggi sehingga tidak perlu loncat-loncat untuk menghapus papan tulis yang cukup tinggi. Saya pun enjoy saja melakukannya. Dan sampai sekarang saat menjadi guru pun, saya masih melakukannya.

Ada apa dengan menghapus catatan di papan tulis? Sebenarnya hal ini biasa-biasa saja, tidak ada yang aneh dengan itu semua. Di sekolah manapun pasti ada. Ada papan tulis, ada tulisan, dan ada orang yang menghapusnya.

Catatan di papan tulis kenapa harus dihapus, padahal catatan itu dengan susah payah dibuat oleh guru atau siswa. Itu juga pertanyaan yang tidak penting. Saat suatu pelajaran tengah berlangsung, catatan itu sangat penting karena membantu proses belajar mengajar yang tengah berlangsung. Lalu, setelah pembelajaran selesai, maka catatan itu sudah tidak terpakai lagi. Jadilah catatan itu sebagai sesuatu yang tidak terpakai lagi. Tulisan di papan tulis itu kini jadi sampah yang sifatnya mengotori papan tulis bagi mata pelajaran berikutnya.

Lalu apa yang aneh dari situ? Saya berpikir bahwa tulisan yang saya tulis di papan tulis itu akan menjadi sampah ketika saya selesai mengajar, maka sebaiknya saya menghapusnya sendiri bukan guru berikutnya. Pemikiran yang sederhana, tetapi kerap lupa melakukannya karena belum terbiasa. Catatan dipapan tulis seberapa banyak pun adalah bekas tulisan-tulisan kita yang berarti akan jadi sampah saat pelajaran habis, semoga tidak menjadi tambahan tenaga bagi guru lain yang mengajar setelah kita.

Mari sebelum keluar kelas, pastikan kita tidak meninggalkan sampah sekecil apapun akibat proses kbm yang kita lakukan, termasuk sampah di papan tulis. Pesan buat siswa, jika siswa ada yang membaca, betapa mulia jika yang membersihkan tulisan-tulisan itu adalah siswa karena karena inisiatifnya sendiri, semoga itu akan jadi doa bagi kesuksesan mereka. (DS-PP)

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar