6

Saatnya Bercerita (0)

Supadilah S.Si December 11, 2020

Merekatkan Relasi Anak dan Orang Tua Lewat Bercerita

Judul               : Saatnya Bercerita

Penulis            : Sofie Dewayani dan Roosie Setiawan

Penerbit           : Kanisius

Cetakan           : 1, 2018

Tebal               : 104  halaman

ISBN               : 978-979-215-776-5

Zaman dulu bangsa Indonesia memiliki budaya dimana anak tumbuh dengan mendengarkan dongeng atau nasihat dari orang tua. Hal ini berlangsung sejak lama kemudian muncul kehadiran teknologi visual yang memang mampu memperkaya ragam kosakata anak. Namun, membacakan cerita tetap tidak tergantikan. Tatapan mata penuh cinta, kehangatan, dan kedekatan antara anak dan orang tua itulah yang tidak bisa tergantikan sekalipun dengan alat teknologi yang canggih.

Buku ini mengingatkan kepada orang tua dan guru bawa pondasi dalam menumbuhkan generasi yang kuat literasinya melalui kekuatan ketaatan cerita. Lewat kegiatan bercerita, rumah dan sekolah menjadi lingkungan tumbuh kembang yang menyenangkan bagi anak.

Sebuah kesadaran bersama muncul bahwa literasi bisa ditumbuhkan sejak dini, bahkan pada saat bayi masih berada dalam kandungan. Justru pada saat itu merupakan fondasi pembentukannya. Tidak tumbuhnya minat membaca pada anak sebagian disebabkan oleh fakta bahwa literasi dini tidak ditumbuhkan pada tiga tahun pertama kehidupan anak (hal 11).

Literasi dini bukan berarti menghadapkan  seorang anak PAUD pada belajar mengeja, menulis dan berhitung sehingga mereka lancar membaca pada saat mendaftar ke bangku sekolah dasar. Perlu diingat bahwa kemampuan membaca tidak otomatis mengembangkan minat baca. Pada beberapa kasus, sebagian anak mampu membaca dan menulis pada usia dini meninggalkan pengalaman traumatik karena mereka dipaksa untuk berkonsentrasi belajar yang mencerabut kegiatan yang mereka sukai yaitu bermain.

Literasi dini mencakup kecakapan konvensional dan literasi awal. Literasi konvensional mencakup kemampuan decoding (mengidentifikasi suku kata dan alfabet dalam kata), kefasihan melafalkan bacaan, memahami bacaan, mengeja, dan menulis. Kecakapan literasi awal yang dimulai pada sejak tiga tahun pertama kehidupan anak dengan menciptakan lingkungan yang kaya akan interaksi menggunakan bahasa lisan, nyanyian atau musik.

Lingkungan literasi dini dibentuk dengan suasana berlandaskan perhatian cinta kasih dan penghargaan terhadap potensi anak yang membuat anak nyaman berbicara dan berekspresi.  Terdapat lima kegiatan yang mendukung pembentukan literasi saat anak masih bayi yaitu berbicara, bermain, bernyanyi, membacakan buku, serta kegiatan manusia awal (menggambar atau mencoret-coret).

Kemampuan literasi yang dibentuk sejak dini diyakini mampu memberikan kontribusi pembentukan karakter anak. Dewasa ini, kehadiran sosial media yang membawa banjirnya berita bohong atau hoax semakin akut. Hampir setiap orang terpapar arus ini. Manfaat kesadaran berliterasi sangat penting untuk meminimalisir atau bahkan menghindari konsumsi hoax tersebut. Untuk menciptakan kondisi menyenangkan, sekolah dan rumah perlu mengondisikan suasana dan tempat seperti siapkan pojok khusus untuk bercerita, sesuaikan waktu bercerita dengan karakteristik anak, jauhkan pojok cerita dari gawai/televisi/makanan, dan luangkan sebanyak mungkin waktu untuk membaca buku cerita anak. Momen bercerita merekatkan relasi anak dan orang tua. Anak merupakan investasi masa depan. Orang tua harus serius dan memberikan perhatian besarnya pada anak supaya kelak dapat menuai hasil yang membahagiakan

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

Comments (6)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar