4

Dampak Rumah Belajar Samsung Atasi Pengangguran Terdidik (+4)

wijaya kusumah January 29, 2015
14227684491884556508

Belajar Keterampilan di Rumah Belajar samsung

Rumah Belajar Samsung (RBS) yang keempat diresmikan di Makasar pada 27 Januari 2015. Alhamdulillah omjay berkesempatan mengunjungi peresmiannya. Samsung menyediakan kesempatan bagi para pemuda Indonesia untuk meraih masa depan yang lebih baik dengan lapangan pekerjaan secara langsung dan berbagai pelatihan keterampilan elektronik. Adanya RBS diharapkan dapat menjadi solusi pengangguran terdidik di Sulawesi Selatan. Inilah salah satu contoh pendidikan multi budaya yang diharapkan memiliki dampak berkelanjutan dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Yuk kita baca liputannya!

Batu Peresmian Rumah Belajar Samsung di Makassar

Rumah Belajar Samsung (RBS) Makassar merupakan hasil kerjasama antara Samsung, Yayasan Cinta anak Bangsa (YCAB), Unit Pelaksana Teknis (UPTD), dan Pusat Pelayanan Sosial Bina Remaja (PPSBR) Makkareso Maros Sulawesi Selatan yang memberikan solusi edukasi keterampilan lanjutan lebih dari 240 anak putus sekolah di Sulawesi Selatan. RBS menjadi salah satu pemenuhan komitmen samsung pada dunia sosial dan ketenagakerjaan dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Tentu saja untuk mewujudkan semua itu samsung perlu menggandeng dan bekerjasama dengan lembaga lainnya. Sebagai pemimpin pasar di industri elektronik dan ponsel, samsung ingin membagi ilmu dan keahliannya untuk anak-anak muda Indonesia melalui pendidikan dan pelatihan elektronik digital. Dari diklat ini diharapkan  anak muda yang memiliki minat dan bakat yang tinggi di bidang teknologi dapat menjadi teknisi yang siap bekerja atau bahkan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitarnya.

Peserta pelatihan keterampilan di RBS MAKASSAR
Peserta pelatihan keterampilan di RBS MAKASSAR

 

Kolaborasi antar ketiga lembaga di atas memberikan kekuatan dahsyat untuk memajukan dunia pendidikan di Indonesia. Sungguh saya sangat kagum dibuatnya. Pemerintah daerah sangat antusias dengan adanya kerjasama dengan pihak swasta ini.  Samsung bekerjasama dengan YCAB dan PPSBR Makkareso, Maros ingin mendapatkan pemetaan yang paling sesuai untuk menyasar target RBS di Makkasar. Tanpa adanya kerjasama antar lembaga, mustahil tujuan yang mulia ini dapat terwujud. Bersama YCAB, samsung mengembangkan kurikulum pengajaran yang disesuaikan dengan standar dasar keahlian dari samsung service center, dan akan dikembangkan di seluruh RBS. Kurikulum yang diberikan diharapkan akan memperkaya pilihan keterampilan bagi anak didik yang ingin mereka fokuskan seperti Home Appliances, Audio Visual, Mobile Phone, dan IT/Computer. Samsung juga memberikan kesempatan lanjutan kepada beberapa lulusan RBS Makassar terbaik untuk memperdalam kurikulum dan mendapatkan sertifikat diploma satu di Jakarta dan bahkan lulusan RBS terbaik akan mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan ke jenjang S1 di perguruan tinggi.

Peserta didik di RBS yg dilatih selama 5 bulan

 

RBS merupakan sebuah program strategic dari corporate citizenship Samsung Electronic Indonesia. Perusahaan elektronik dari Korea Selatan ini benar benar mencari lokasi yang tepat agar programnya tepat sasaran dan memiliki azas manfaat buat orang banyak. Perusahaan yang sudah berada di 84 negara ini dan memperkerjakan 307.000 orang telah menginspirasi dunia dan membangun masa depan melalui ide dan teknologi, mendefenisi ulang dunia televisi, peralatan rumah tangga, ponsel pintar, tablet, perangkat wearble, kamera, printer, peralatan kesehatan, sistem telekomunikasi, dan semi konduktor. Samsung telah merintis pula inisiatif smart home dan digital health dalam era internet of thing.

Dialog dan wawancara dengan awak media dan blogger di RBS Makkasar
Dialog dan wawancara dengan awak media dan blogger di RBS Makkasar

 

Perhatikan wajah-wajah anak muda dalam foto-foto di blog ini. Mereka begitu bersemangat belajar di RBS. Selama 5 bulan mereka dilatih keterampilannya, dan juga mentalnya. Kurikulum yang dibuat diharapkan dapat mengembangkan potensi peserta pelatihan dengan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia industri dan dunia kerja pada umumnya. Harapannya, mereka siap kerja dan siap usaha serta kalau bisa siap kuliah lagi di perguruan tinggi. RBS terlihat akan berusaha untuk memfasilitasinya dengan bekerjasama pemerintah daerah. PPSBR Makkareso telah berpengalaman dalam bidang pembinaan remaja yang berasal dari 21 kabupaten dan 3 kota yang tersebar di seluruh pelosok Sulawesi Selatan.

 

Gadis-gadis makassar yg cantik menyambut kami di RBS

Gadis-gadis makassar yang cantik menyambut kami di RBS

Harus diakui, kondisi ketenagakerjaan kita banyak yang tidak siap pakai di dunia industri. Hal itu terjadi di hampir di setiap daerah. Tentu ini menjadi perhatian dan latar belakang samsung bersama lembaga lainnya membuka RBS di Makassar Sulawesi Selatan. Oleh karena itu PPSBR Makkareso memiliki misi:

  1. Membina, mengembangkan dan meningkatkan potensi anak dan remaja
  2. Mengembangkan keterampilan
  3. Mencegah anak remaja dari ketidakberfungsian sosial
  4. Mengembangkan prakarsa dan peranan masyarakat

Melalui kerjasama dengan samsung dalam rumah belajar samsung di Makassar, PPSBR memberikan pilihan baru pelatihan keterampilan elektronik bagi anak didiknya, selain pilihan keterampilan yang sudah ada yaitu kesenian, otomotif, tata rias, menjahit, dan sablon.

 

Para pemuda Makassar nan gagah rupawan

Para pemuda Makassar nan gagah rupawan

 

Sayang saya belum sempat mendapatkan kisah yang utuh tentang kisah dibalik para penerima bantuan RBS dan bagaimana bantuan samsung melalui RBS bermanfaat bagi mereka. Mr. Kanghyun Lee saat ditanya wartawan enggan menyebutkan berapa dana yang mereka gulirkan. Katanya cukup besar dan ini bisa dilihat dari bukti fisik dari adanya bangunan dan peralatan yang tersedia di RBS Makassar dan 3 kota lainnya.

Pemberian Cinderamata bersama Farhan Sekjen YCAB saat peresmian RBS di Medan 28 Okt 2014

 

Inovasi paling penting yang dilakukan dalam rumah belajar samsung makassar dilakukan dengan fasilitas smart library dengan tujuan meningkatkan kebiasaan membaca anak-anak Indonesia dan juga mendukung bekal keahlian anak didik dalam budaya digitalisasi di dunia perusahaan. Otomatis buku-buku yang ada dalam perpustakaan ini adalah buku-buku yang mampu mencerdaskan peserta pelatihan. Ada sebuah buku lucu dan keren yang saya dapatkan dalam perpustakaan RBS ini. Judulnya “Guru Monyet” karya Astvat-Areva.

Guru Monyet, bukan guru Biasa

Guru Monyet, bukan guru Biasa

Sekjen YCAB, Farhan sangat senang bisa ikut andil dalam mewujudkan RBS di 4 kota. Sayang saat pembukaan RBS di Makassar beliau berhalangan hadir, dan diwakili Dr. Iskandar Irwan Hukom (Board, Advisor Yayasan Cinta Anak Bangsa). Bersama samsung YCAB menyiapkan fasilitas lengkap siap pakai untuk menunjang kegiatan belajar di RBS Makassar yang ideal, dan memenuhi kebutuhan kurikulum yang diberikan. YCAB terus mendukung dan bermitra bersama samsung dalam mewujudkan impian anak-anak putus sekolah dan yang memiliki keterbatasan, baik kesempatan maupun ekonomi. Kami tidak hanya menyiapkan kurikulum keterampilan elektronik, namun juga pengetahuan budi pekerti yang kami ajarkan untuk menciptakan pemuda yang ahli, jujur, berkualitas, dan berdedikasi tinggi. Seperti yang dituliskan dalam press release (siaran pers samsung) yang dibagikan kepada awak media dan bloggers.

Interaksi antara Instruktur dan peserta didik terjalin akrab

 

Alhamdulillah, senang sekali omjay, Selasa 27 Januari 2015 bisa menyaksikan secara langsung peresmian rumah belajar samsung di Bantimurung, Kabupaten Maros Makassar. Omjay bisa hadir karena diundang oleh tim  Talk Link dari Samsung sebagai bloggers. PT. Samsung elektronics Indonesia adalah perusahaan elektronik urutan ke-7 global brand berdasarkan survey interbrand. Sebuah loncatan hebat dari Samsung dalam dunia elektronik. Di Makassar ini, samsung tidak hanya menyediakan lokasi dan gedung belajar, namun juga membantu perekrutan anak didik yang berasal dari keluarga ekonomi lemah. Tercatat sebesar 806.350 penduduk miskin dan remaja putus sekolah dari seluruh propinsi di Sulawesi Selatan. Perlu diketahui, tingkat pengangguran terdidik tahun 2014 di Sulawesi Selatan yang tercatat di BPS sebesar 176.910 sudah menunjukkan penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Namun itu merupakan angka yang tetap tinggi dan menjadi perhatian kita semua. Tingginya angka pengangguran itu tercatat di antaranya sebanyak 87.435 pencari kerja terdaftar, dimana mereka harus bersaing untuk 33.606 lowongan kerja terdaftar, dengan daya tampung 13.815 pemenuhan tenanga kerja. Tentu dapat dibayangkan dampaknya agar pengangguran terdidik ini dapat diberikan peluang atau kesempatan dengan dilatih di rumah belajar samsung. Rumah belajar samsung membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik.

 

Mr. Kang Hyun Lee, Vice Presiden Samsung Electronic Indonesia berinteraksi langsung dengan para peserta didik di RBS Makassar

 

Dengan diresmikannya rumah belajar samsung di Bantimurung, Maros Makassar, maka sudah ada 4 rumah belajar samsung selain di Jakarta, Medan, dan Cikarang. Adanya RBS diharapkan lebih dari 1200 anak didik dapat dilatih menjadi teknisi elektronik handal dan wirausaha dalam setahunnya melalui pelatihan pelatihan yang diberikan di RBS. RBS di Sulsel diharapkan dapat membantu menurunkan tingkat pengangguran propinsi yang semakin meningkat setiap tahunnya bila tidak ditangani dengan baik. Dari cerita ipul yang menjadi salah satu alumni rumah belajar samsung, didaptkan info bahwa RBS yang didirikan samsung memiliki dampak berkelanjutan. Katanya sekarang hidupnya menjadi lebih baik dengan memiliki sepeda motor dan rumah yang layak untuk ditempati. Ipul juga mendapatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi.

rbs-makasarPara pimpinan lembaga melihat langsung rbs, yaitu: Mr. Kanghyun Lee , Ibu Nurmi Handa, SH, MH, dan Bapak Drs. H. Patriot Haruni, Msi

Adapun lokasi RBS lainnya yang sudah diresmikan ada di Duri Kepa Jakarta Barat, Cikarang Bekasi yang diresmikan tahun 2012 dan kemudian di Tanjung Morawa Medan yang resmi digunakan sejak tanggal 28 oktober 2014. Di setaip RBS samsung berusaha menyediakan fasilitas pendukung seperti Smart Library. Adanya perpustakaan diharapkan dapat mencerdaskan anak bangsa dan meningkatkan kebiasaan membaca yang sangat lemah di kalangan generasi muda kita.

Yuk Bergabung di RBS!

 

RBS memberikan kesempatan bagi para pemuda Indonesia untuk mengikuti pelatihan mental, keterampilan elektronik, dan softkill yang terdiri dari interpersonal skill dan intrapersonal skill. Dari pelatihan ini diharapkan ada kemandirian dan jiwa kewirausahaan dari para peserta yang belajar di RBS. Sudah banyak peserta yang berhasil dan sukses dalam karir setelah RBS didirikan. Ipul menjadi salah satu contohnya.

Kang Hyun Lee, berdialog dengan peserta didik di RBS MAkassar

 

Rasanya seperti mimpi bisa berada di Makassar dan melihat langsung RBS yang keempat diresmikan. Selasa, 27 Januari 2015 omjay bersama media dan bloggers mendapatkan kesempatan meliput acara peresmian rumah belajar samsung yang sangat luas lokasinya. RBS dibangun dengan luas kurang lebih 240 meter persegi di dalam area 4,8 hektar di dalam area PPSBR Makkareso. RBS Makassar memiliki 4 ruang kelas dan 1 ruang smart library yang akan memberikan pelatihan keterampilan elektronik di bidang telepon selluler, teknologi informasi atau komputer, audio visual dan peralatan rumah tangga lainnya.

 

Peresmian RBS di Bantimurung, Maros Makasar, dn smbutan dari Ibu Nurmi Handa, SH, MH (Kepala UPTD Pusat Pelayanan Bina Sosial Remaja Makkareso, Maros)

Di tempat yang luas ini dibangun fasilitas gedung dan sarana penunjang lainnya agar mampu mempersiapkan anak muda Indonesia untuk tidak kalah bersaing dengan pemuda dari negara lainnya dalam mencari dan menciptakan pekerjaan sendiri. RBS yang didirikan dalam area seluas 4,8 hektar ini adalah milik UPTD PPSBR Makkareso di Jl. Poros Bantimurung km. 11, Kabupaten Maros. Keberadaannya diharapkan dapat mengatasi pengangguran, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan masyarakat Sulawesi Selatan.

Omjay Narsis di RBS Makassar

Terus terang omjay baru tahu ada rumah belajar samsung. Kalau tidak ada undangan datang kepada omjay, mungkin omjay tidak pernah tahu ada rumah belajar samsung yang kehadirannya sangat bermanfaat buat anak muda Indonesia. Peran swasta dalam peduli pendidikan tentu sangat diharapkan. Di sinilah dahsyatnya bila perusahaan swasta berkolaborasi dengan pemerintah daerah.

Konferensi Pers bersama media dan blogger di RBS

Usai berkeliling Rumah Belajar Samsung, ada konferensi pers dan dialog dari Mr. Kanghyun Lee (Vice President PT. Samsung Electronics Indonesia), Ibu Nurmi Handa, SH, MH (Kepala UPTD Pusat Pelayanan Bina Sosial Remaja Makkareso, Maros), Bapak Dr. Iskandar Irwan Hukom (Board, Advisor Yayasan Cinta Anak Bangsa), dan Bapak Drs. H. Patriot Haruni, Msi (Sekretaris Jenderal Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan, mewakili Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan).

Dialog dengan ipul, salah satu peserta RBS yang sudah sukses

Dalam konferensi pers yang digelar, didapatkan informasi bahwa samsung akan membuka kembali rumah belajar samsung yang kelima. Tempatnya sampai saat ini masih dalam tahap penjajakan. Lalu ada cerita dari siswa rumah belajar yang sudah sukses setelah mengikuti pelatihan di rumah belajar samsung. Saeful Alimi yang biasa dipanggil ipul menjadi saksi hidup tentang bukti nyata peran RBS dalam membina dan melatih anak muda Indonesia dalam keterampilan tambahan. Videonya bisa ditonton di sini.

Interaksi sangat penting dalam sebuah pelatihan

Pengalaman diundang mengikuti peresmian rumah belajar samsung di Makasar bagi omjay memiliki arti tersendiri. Ternyata masih ada perusahaan dari luar negeri yang tidak hanya sekedar mencari keuntungan semata di negeri ini.  Semoga bisa ditiru oleh perusahaan asing lainnya.

Kawan-kawan Media dan Bloggers yang Ikut Meliput ke RBS

Rumah Belajar Samsung memang sangat inovatif. Keberadaannya mengikuti perkembangan zaman. Teknologi yang ditampilkan dan dipelajari peserta pelatihan selama 5 bulan nampak modern. Saya percaya RBS akan menjadi tempat pengembangan pelatihan keterampilan di bidang teknologi elektronika, dan digital. Peran YCAB sebagai organisasi non profit Indonesia yang berfokus kepada pembagunan anak muda tentu sangat diharapkan.  Adanya YCAB memungkinkan pemuda kurang mampu untuk mandiri melalui gaya hidup sehat, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi. Salah satunya dengan bekerjasama membangun rumah belajar samsung bersama PT Samsung Electronics Indonesia, dan Pusat pelayanan Sosial Bina Remaja Makkareso, Maros Sulawesi Selatan.

Suasana pembukaan Rumah Belajar samsung di Maros

Suasana pembukaan Rumah Belajar samsung di Maros

About Author

wijaya kusumah

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Dosen STMIK Muhammdiyah Jakarta, dan Guru TIK SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : [email protected]

View all posts by wijaya kusumah →

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar