1

Role Playing dalam Pembelajaran (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 12, 2021

Pembelajaran kooperatif sebagai salah satu solusi untuk pembinaan karakter siswa di sekolah. Dengan belajar bersama dengan modifikasi lingkungan dan suasana diharapkan siswa mampu untuk bekerjasama dan terjadi pembelajaran. Belajar secara kooperatif ini menggali kemampuan siswa dalam bersosialisasi sekaligus mendalami pelajaran yang ada. Pelaksanaan pembelajaran kooperatif learning dapat diterapkan dibeberapa mata pelajaran baik rumpun IPA dan IPS atau mata pelajaran utama.

Dalam mata pelajaran kimia pun ternyata dapat diterapkan pembelajaran dengan metode role playing. Role playing pada mata pelajaran kimia menuntut aktivitas siswa dalam pembelajaran secara bersama-sama. Berikut ini lesson plan pembelajaran kimia dengan role playing pada materi elektrolisis.

Pembelajaran role plating pada materi elektrolisis berangkat dari teori belajar dengan analogi. Siswa dianggap lebih mudah memahami konsep kimia elektrolisis dengan mengkaitkan dengan pemahamannya dan pengalamannya dengan hal -hal yang ada di sekitar siswas tersebut. Masing-masing konsep dianalogikan dengan kejadian yang ada disekitar kehidupannya sehari-hari yang kemudian di buat dalam suatu skenario drama yang melibatkan beberapa siswa untuk memainkan perannya.

LESSON PLAN Pembelajaran Role Playing

Sekolah                                   : SMA Negeri 1 Singkawang

Mata Pelajaran                        : KIMIA

Kelas/ Semester                      : XII/1

Topik                                       : Sel Elektrolisis

Alokasi Waktu                        : 50 menit

  1. Kompetensi Inti

Kompetensi Inti 1 :

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

Kompetensi Inti 2 :

Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia

Kompetensi Inti 3 : 

Memahami, menerapkan, menganalisis dan mengevaluasi pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya  tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan,  kebangsaan,kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah.

Kompetensi Inti 4 : 

Mengolah, menalar, menyaji, dan mencipta dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri serta bertindak secara efektif dan kreatif, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

  • Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian
  • Tujuan Pembelajaran
  • Melalui pegamatan skema elektrolisis siswa dapat menggambarkaan skema  komponen-komponen sel elektrolisis
  • Melalui kegiatan menempelkan label komponen elektrolisis siswa dapat menentukan komponen-komponen sel elektrolisis
  • Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyebutkan aturan  yang ada pada sel elektrolisis
  • Melalui bermain peran siswa dapat menentukan reaksi pada elektroda positif dan elektroda negative dalam sel elektrolisis
  • Melalui diskusi focus yang dibimbing guru siswa dapat menyimpulkan komponen elektrolisis dan aturan dalam elektrolisis
  • Materi Pembelajaran
FaktaElektroda pada elektroisis
 Reaksi pada elektroda positif
 Reaksi pada elektroda negative
 Jumlah elektron yang terlibat dalam elektrolisis
 Arah aliran electron
KonsepReaksi elektrolisis larutan
 Reaksi elektrolisis leburan
ProsedurMenentukan hasil elektrolisis
 Menghitung endapan dengan stoikimetri
Meta kognitifMenghubungkan arah aliran electron dan kecenderungan ion menuju elektroda untuk menentukan hasil reaksi elektrolisis

F. Model/Metode Pembelajaran

Pembelajaran dengan Model Role  Playing

G. Kegiatan Pembelajaran

KegiatanDeskripsi KegiatanAlokasi waktu
PendahuluanKomunikasi Memimpin do’aMengecek kehadiran siswa Menyiapkan kondisi fisik siswa dan psikis siswa Apersepsi Guru memberikan gambaran tentang proses penyepuhan dengan menggambarkan cincin emas kepada siswa dan menanyakan bagaimana cara mengkilapkan kembali cincin emas. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran5’
Inti             Menunjuk beberapa siswa sebagai peran model Guru membentuk kelompok Melakonkan scenario     Masing-masing siswa mencermati peragaan scenario               Pemberian lembar kerja siswaGuru memberikan skema tentang elektrolisis dengan chart belum berlabel yang didalamnya ada ion , elektroda, catu daya (sumber listrik)
Siswa menempelkan label pada chart yang belum berlabel
Mengkonfirmasi skema dan label yang benar pada elektrolisis
Siswa dibagi menjadi kelompok dengan minimal 5 orang. 1 orang sebagai pemberi arus, 2 orang sebagai elektroda, 2 orang sebagai ion positif dan ion negative.
Siswa diberikan LKS tentang informasi peranan masing-masing.Siswa diminta mencermati simulasi dengan scenario yang dibuat.
Siswa sebagai ion + membacakan memberikan electron pada siswa ion -, saling berikatan ( electron dimisalkan dengan kertas bertuliskan electron)
Siswa sebagai Catu Daya memberikan electron pada elektroda negative (Katoda) sambil membacakan perannya.
Siswa sebagai ion postif melepaskan ikatan dengan ion negative menuju katoda sambil menyebutkan statusnya
Siswa sebagai ion negative menuju anoda sambil menyebut statusnya.
Siswa sebagai katoda membacakan kartu aturanya, kemudian menanyakan kepada siswa ion + (Na+) “ anda masuk aturan berapa?”, Siswa ion + menjawab aturan ion + alkali leburan maka saya mengalami reduksi menjadi endapan Na.
Siswa sebagai Anode membacakan kartu aturannya kepada siswa Ion Cl, siswa ion Cl – menjawab aturan ion sisa asam bukan oksi maka saya mengalami Oksidasi menjadi Cl2Setelah selesai diulang dengan diubah peranannya sampai 2 kali.
Siswa menjawab pertanyaan yang disediakan di LKS, dan menyampaikan hasil kerja diskusi kelompok.
Guru menanyakan kepada siswa apa yang anda pelajari dari simulasi tadi ?
Guru memberikan penguatan dengan mengulang kembali komponen dan aturan dalam sel elektrolisis dengan menggunakan skema.
2’    



4’



  3’  






2’    


2’  


5’  


2’      


1’    



2’  


1’  


3’      


5’  







2’

  6’
Penutup (Evaluasi)Guru memberi tes tertulis tentang materi yang disampaikan. Guru mengakhiri kegiatan pembelajaran dengan memberikan pesan untuk belajar dan penugasan5’
  • Penilaian hasil belajar
  • Teknik penilaian
  • Sikap                     : Observasi
  • Pengetahuan          : Tes Tulis
  • Ketrampilan          : Unjuk Kerja
  • Instrumen Penilaian
  • Sikap
Aspek PenilaianSkorKriteria Penilaian
Keaktifan dalam kegiatan3


2

1
Aktif dalam kegiatan diskusi dan simulasi mulai awal sampai akhir


Kurang aktif dalam kegiatan diskusi dan simulasi


Tidak aktif dalam kegiatan diskusi dan simulasi
Keberanian bertanya atau menjawab3
2
1
3 kali bertanya, menjawab, berargumen

1 kali bertanya, menjawab, berargumen Tidak pernah bertanya, menjawab, berargumen
  • Pengetahuan
Kompetensi DasarIndikator Pencapaian KompetensiIndikator SoalRumusan Soal  Kunciskor
12 345
Menerapkan hukum/aturan dalam perhitungan terkait sel elektrokimiaMenjelaskan fungsi komponen-komponen dalam elektrolisisSiswa dapat menuliskan reaksi elektroda dalam sel elektrolisisTuliskan aturan elektrolisis dalam katode dan anode !.Katode : Terjadi reaksi reduksi Anode Terjadi reaksi oksidasi4
 Menjelaskan reaksi yang terjadi dalam elektroda elektrolisisSiswa dapat menuliskan reaksi lengkap pada anode dan katodeTuliskan reaksi yang terjadi pada anode dan katode pada elektrolisis leburan KI !.Reaksi Anode : Iè I2 +2e Katode : K+ + 1e è K6
      
  • Ketrampilan
Kompetensi DasarIndikator Pencapaian KompetensiIndikator SoalRumusan Soal  Kunciskor
123456
Memecahkan masalah terkait dengan perhitungan sel elektrokimiaMenggambarkan skema komponen yang ada dalam elektrolisisDapat menggambarkan skema sel elektrolisis dengan keterangan tiap komponennyaGambarlah skema sel elektrolisis pada penyepuhan sendok Tembaga dengan perak (Ag) !.  8
  • Alat/Media/ Sumber belajar:
  • Lembar Kegiatan Siswa
  • Media pembelajaran Charta, Label komponen elektroda dan Kartu Aturan Elektroda
  • Buku Paket kelas XII

LEMBAR KERJA SISWA

Sel Elektrolisis

  1. Tujuan Pembelajaran
  2. Melalui pegamatan skema elektrolisis siswa dapat menggambarkaan ulang skema  komponen-komponen sel elektrolisis
  3. Melalui kegiatan menempelkan label komponen elektrolisis siswa dapat menentukan komponen-komponen sel elektrolisis
  4. Melalui diskusi kelompok siswa dapat menyebutkan aturan  yang ada pada sel elektrolisis
  5. Melalui bermain peran (simulasi) siswa dapat menentukan elektroda positif dan elektroda negative dalam sel elektrolisis
  6. Melalui bermain peran (simulasi) siswa dapat menjelaskan reaksi pada elektrolisis
  • Uraian Materi

Pada subbab ini, kita akan mempelajari proses kebalikan dari sel Volta, yaitu perubahan energi listrik menjadi energi kimia. Apabila arus listrik searah dialirkan ke dalam larutan elektrolit melalui elektrode maka larutan elektrolit tersebut akan terurai. Peristiwa penguraian elektrolit oleh arus searah inilah yang disebut elektrolisis. Sel tempat terjadinya elektrolisis disebut sel elektrolisis.

Berbeda dengan reaksi yang terjadi pada sel Volta, pada sel elektrolisis reaksi mulai terjadi pada katode, yaitu tempat arus masuk (pada sel Volta reaksi dimulai pada anode, yaitu tempat arus keluar).

1. Reaksi pada Katode

Pada katode terjadi reaksi ion-ion positif (kation) mengikat elektron-elektron yang berasal dari sumber arus. Zat yang terbentuk dari hasil reaksi ini akan melekat pada batang katode, kecuali jika zat yang dihasilkan berbentuk gas. Apabila zat hasil reaksi berfase gas maka akan keluar sebagai gelembung-gelembung gas di sekitar batang katode yang selanjutnya akan bergerak ke permukaan sel elektrolisis. Dalam larutan, ion positif menuju ke katode dan ion negatif ke anode.

a. Ion hidrogen (H+)

Ion hidrogen direduksi menjadi molekul gas hidrogen.

Reaksi : 2 H+(aq) + 2 e → H2(g)

b. Ion-ion logam

Ion-ion logam alkali/alkali tanah, seperti Li+, K+, Na+, Ba2+, Sr2+, dan Ca2+tidak mengalami reduksi karena E° logam < E° air maka air sebagai penggantinya yang akan mengalami reduksi.

Reaksi: H2O(l) + 2 e → H2(g) + 2 OH(aq)

Ion-ion logam selain alkali/alkali tanah, seperti Ni2+, Cu2+, dan Zn2+ akan mengalami reduksi menjadi logam.

Mn+ + n e → M

Contoh : Cu2+(aq) + 2 e → Cu(s)

              Ni2+(aq) + 2 e → Ni(s)

Akan tetapi, apabila leburan garam yang dielektrolisis maka ion logam penyusun garam tersebut akan direduksi menjadi logam. Contohnya, NaCl (l), Na+ akan menjadi Na.

Reaksi : Na+(aq) + e → Na(s)

2. Reaksi pada Anode

Pada anode terjadi reaksi oksidasi, ion-ion negatif akan ditarik oleh anode. Reaksi yang terjadi pada anode sangat dipengaruhi oleh jenis anion dan jenis elektrode yang digunakan. Jika anode terbuat dari elektrode inert (elektrode yang tidak ikut bereaksi), seperti Pt, C, dan Au maka ion negatif atau air akan teroksidasi.

a. Ion hidroksida (OH–) akan teroksidasi menjadi H2O dan O2.

Reaksinya : 4 OH(aq) → 2 H2O(l) + O2(g) + 4 e

b. Ion sisa asam , Ion sisa asam yang tidak beroksigen, seperti Cl, Br, I akan teroksidasi menjadi gasnya Cl2, Br2, I2.

Contoh : Cl(aq) → Cl2(g) + 2 e

              2 X → X2 + 2 e

Ion sisa asam yang beroksigen, seperti SO42–, NO3, PO43– tidak teroksidasi. Sebagai gantinya air yang teroksidasi.

Reaksi : 2 H2O(l) → 4 H+(aq) + O2(g) + 4 e

Jika anodenya terbuat dari logam lain (bukan Pt, C, atau Au) maka anode akan mengalami oksidasi menjadi ionnya. Contohnya, jika anode terbuat dari Ni, Ni akan teroksidasi menjadi Ni2+.

Reaksi : Ni(s) → Ni2+(aq) + 2 e

  • KEGIATAN BELAJAR 1
  • Perhatikan skema yang ditampilkan oleh guru di depan.
  • Tempelkanlah label pada gambar yang ada didepan melalui perwakilan anggota kelas.
  • Untuk menentukan elektroda positif atau elektroda negative, sebaiknya label apa yang ditempelkan terlebih dahulu?
  • Dari manakah electron mulai mengalir ?
  • Buatlah gambar yang lengkap dibawah ini
  • Bagaimanakah cara menentukan elektroda tersebut positif atau negative ?

Kegiatan Belajar 2.

SIMULASI ELEKTROLISIS

Tujuan pembelajaran   :

Siswa dapat menjelaskan reaksi yang terjadi dalam elektroda elektrolisis

  1. Bacalah scenario yang sudah disediakan untuk simulasi elektrolisis.

SKENARIO ELEKTROLISIS

Para pemain

  1. Posy = Ion Positif.
  2. Negy =Ion Negatif
  3. Anton = Elektroda Positif
  4. Katy = Elektroda Negatif
  5. Catur = Catu Daya

Dalam suatu wadah (kelas) terdapat seorang yang bernama Posy (ION POSITIF) mendatangi  seorang yang bernama negy (ION NEGATIF).

Ion Positif         : “ Hai negy ( Ion negative), saya kasih kamu electron saya untuk mu ya. Biar kita bias sama-sama jalan diwadah ini dengan bahagia”. (sambil menyerahkan electron (tanda cinta) )

Ion Negatif       : “ Hai juga Posy (ion positif), kamu memang sangat pengertian terima kasih elektronnya”.

Nogy dan Posy bergandengan sambil membawa electron  bersama.

Sementara itu diluar didekat wadah Katy, Anton dan Catur berbincang-bincang. Catur ingin supaya mereka berpisah, catur ndak berani langsung memisahkan mereka karena bias terjadi perkelahian, maka catur membuat rencana bersama Katy dan Anton. Katy diberikan tanda cinta oleh catur.

Tiba-tiba ada Katy ( Katode ) dengan membawa tanda cinta dan Anton ( Anoda ) datang bersamaan bertemu dengan Posy dan Nogy. Posy pun tergoda ingin mendapatkan electron segar yang dibawa oleh katy , maka dilepaslah si Nogy dan electron yang dibawanya bersama-sama. Posy menghampiri Katy dan memegang electron segar.

Katy                  : segera membacakan kartu aturan Katoda “Ion-ion logam alkali/alkali tanah, seperti Li+, K+, Na+, Ba2+, Sr2+, dan Ca2+tidak mengalami reduksi karena E° logam < E° air maka air sebagai penggantinya yang akan mengalami reduksi. Ion-ion logam selain alkali/alkali tanah, seperti Ni2+, Cu2+, dan Zn2+ akan mengalami reduksi menjadi logam. Mn+ + n e– → M, Akan tetapi, apabila leburan garam yang dielektrolisis maka ion logam penyusun garam tersebut akan direduksi menjadi logam. Contohnya, NaCl (l), Na+ akan menjadi Na. Reaksi : Na+(aq) + e– → Na(s) dan akhirnya terperangkap dalam Katy.

Sedangkan Negy akhirnya datang ke Anton. Anton membacakan kartu aturan yang menyatakan bahwa Nogy harus bebas menjadi pribadi yang bebas tanpa ikatan si Posy.

  • Peragakan peran anda didepan kelas sesuai dengan scenario.
  • Amati dialog dan peristiwa yang terjadi saat bermain peran.
  • Jawablah beberapa pertanyaan berikut ini
  • Dimanakah ion positif (Posy) akan bergerak setelah electron mengalir ke katoda (Katy) ?
  • Mengapa ion positif (Posy) cenderung bergerak ke katoda ?
  • Dimanakah ion negative (Negy) akan bergerak setelah ion positif (Posy) meninggalkan ion negative?
  • Reaksi Apakah yang terjadi ketika ion positif berada pada katoda ?
  • Reaksi Apakah yang terjadi ketika ion negative berada pada anoda ?
  • Apakah ion positif selalu mengalami reaksi di katoda ? Jelaskan alasannya !.

Iya / Tidak, Alasannya :

  • Apakah ion negative selalu mengalami reaksi di anoda ? Jelaskan alasannya !.

Iya / Tidak , Alasannya :

Siswa bermain peran sebagai katoda, anoda, anion, dan kation

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar