2

RINGKASAN MODUL PPKN KB 2 PPG DALJAB 2021 (0)

AQILA INDANA ZULFA March 5, 2021
KB_2 ERNA
KEGIATAN BELAJAR 2  PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTUR
1. PENTINGNYA PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA
4. MODEL PEMBELAJARAN YANG SESUAI DENGAN TEMA PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTUR DI JENJANG SEKOLAH DASAR.
3. PENTINGNYA NASIONALISME
2. PROBLEMA KEBERAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
RUANG LINGKUP KB 2
Menurut UU No. 43 Tahun 2008 tentang wilayah negara. yang dimaksud dengan wilayah negara NKRI adalah salah satu unsur negara yang merupakan satu kesatuan wilayah daratan, perairan pedalaman, perairan kepulauan dan laut teritorial beserta dasar laut dan tanah di bawahnya, serta ruang udara di atasnya, termasuk seluruh sumber kekayaan yang terkandung di dalamnya
Makna pengertian integrasi wilayah yaitu konsep kesatuan aspek alamiah yang merupakan : 1) prinsip negara kepulauan (Archipelagic State); 2) manunggalnya tanah-air yang menjadikan laut di antara pulau sebagai penghubung dan menyatukan pulau bukan lagi sebagai pemisah.
Konsep integrasi wilayah Pasal 25 A UUD NRI 1945  menyatakan “Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah sebuah negara kepulauan yang berciri Nusantara dengan wilayah yang batas-batas dan hakhaknya ditetapkan dengan undang-undang”.
wilayah perairan Indonesia dapat dibedakan menjadi 3 macam yaitu : a) Zona laut territorial (12 mil laut), b. Zona tambahan yaitu zona yang lebarnya tidak melebihi 24 (dua puluh empat) mil laut yang diukur dari garis pangkal dari mana lebar laut teritorial diukur, c. Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia adalah suatu area di luar dan berdampingan dengan laut teritorial Indonesia dengan batas terluar 200 (dua ratus) mil laut dari garis pangkal dari mana lebar laut teritorial diukur
A. INTEGRASI WILAYAH
B. INTEGRASI BANGSA
RUMUSAN GBHN 1998  menyatakan Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya, dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam penyelenggaraan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
INTEGRASI BANGSA DIAWALI 1) Masa Perintis2) Masa Penegas3) Masa Percobaan4) Masa Pendobrak5) Masa Pengisi Kemerdekaan
OBYEK SASARAN INTEGRASI NASIONAL , a) integrasi nilai,  b) integrasi perilaku
3. PENTINGNYA NASIONALISME
HANS KOHN (1961:11) Suatu faham yang berpendapat bahwa kesetiaan tertinggi individu harus diserahkan kepada negara kebangsaan.Perasaan semangat yang sangat mendalam akan suatu ikatan yang erat dengan tanah tumpah darahnya, dengan tradisi setempat dan penguasa resmi daerahnya
TERBENTUKNYA NASIONALISME Tahap mulai terbentuknya kelompok-kelompok kecil masyarakat IndonesiaTerbentuknya masyarakat suku-suku bangsa yang lebih luas yang selanjutnya akan merupakan bagian dari masyarakat IndonesiaTerbentuknya masyarakat bangsa Indonesia seperti yang kita kenal sekarang ini
MEMBINA NASIONALISME INDONESIA Mengembangkan kesamaan di antara suku-suku bangsa penghuni Nusantara Mengembangkan sikap toleransi
BAKRI (2009:318-321),  kesatuan tersebut diwujudkan dalam beberapa aspek kehidupan
4) Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan  a) Bahwa ancaman terhadap satu daerah pada hakikatnya merupakan ancaman bagi seluruh bangsa dan negara.
3) Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya Bahwa masyarakat Indonesia adalah satu, perikehidupan bangsa harus merupakan kehidupan yang serasi dengan terdapatnya tingkat kemajuan masyarkat yang sama, merata dan seimbang serta adanya keselarasan kehidupan yang sesuai dengan kemajuan bangsa. dll
2) Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi  Bahwa kekayaan wilayah nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa, dan bahwa keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh wilayah tanah air.dll
Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik Bahwa keutuhan wilayah nasional dengan segala isi dan kekayaannya merupakan satu kesatuan wilayah, wadah, ruang hidup, dan kesatuan mitra seluruh bangsa, serta menjadi modal dan milik bersama bangsa. dll
faktor-faktor integratif bangsa sebagai perekat persatuan 1) Pancasila. 2) UUD NRI 1945, 3) Sang Saka Merah Putih. 4) Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, 5) Bahasa Indonesia, dan 6) Sumpah Pemuda
MELIPUTI ASPEK ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan kemanan
KONSEP SUBSTANSI PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA
NASIONALISME Berdirinya Budi Utomo itu merupakan awal dari Kebangkitan Nasional dan merupakan awal dari kesadaran nasional. Tanggal berdirinya orgamsasi pergerakan tersebut hingga kini kita peringati sebagai hari Kebangkitan Nasional
PATRIOTISM 1) Cinta tanah air 2) Rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara 3) Menempatkan persatuan, kesatuan serta keselamatan bangsa dan negara diatas kepentingan pribadi dan golongan. 4) berjiwa pembaharu 5) Tidak kenal menyerah
FAKTOR PENDORONG DAN PENGHAMBAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA
2) FAKTOR PENGHAMBAT PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA a) Kebhinekaan/keberagaman pada masyarakat Indonesia. b) Geografis c. Munculnya penyakit kultural pada masyarakat Indonesia c) Melemahnya nilai budaya bangsa
FAKTOR PENDORONG PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIAaspek pembangunanmeningkatkan harga diri bangsa di hadapan bengsa dan negara asingSumpah Pemuda, Pancasila dan semboyan Bhineka Tunggal Ika
2. PROBLEMA KEBERAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTURAL
PENYAKIT BUDAYA YANG DAPAT MERUSAK PERSATUAN DAN KESATUAN BANGSA INDONESIA. PrasangkaStereotipe EtnosentrismeRasismeDiskriminasi.
FAKTOR PENYEBAB KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA a) Keadaan geografisb) Pegaruh kebudayaan asingc) Penerimaan masyarakat terhadap perubahan. d) Keadaan transportasi dan komunikasie) Perbedaan kondisi alam
ELEMEN-ELEMEN MULTIKULTURALISME, a) menegaskan identitas kultural seseorang, mempelajari dan menilai warisan budaya seseorang, (b) menghormati dan berkeinginan untuk memahami dan belajar tentang etnik / kebudayaan-kebudayaan selain kebudayaannya; (c) menilai dan merasa senang dengan perbedaan kebudayaan itu sendiri;
MAKNA MULTIKULTURALISME Multikultural merupakan suatu pengakuan, penghargaan, dan keadilan terhadap etnik minoritas baik yang menyangkut hak-hak universal yang melekat pada hak-hak individu maupun komunitasnya yang bersifat kolektif dalam mengekspresikan kebudayaannya.”  
WUJUD KEBERAGAMAN MASYARAKAT INDONESIA Keberagaman Suku Bangsa Keberagaman AgamaKeberagaman RasKeberagaman Golongan
BERTUJUAN  untuk mempersiapkan para peserta didik menjadi warga negara yang cerdas dan baik (to be smart dan good citizen) berdasarkan nilai-nilai Pancasila
PPKN BERSIFAT MULTIDIMENSIONAL. pendidikan nilai dan moral, pendidikan kemasyarakatan, pendidikan kebangsaan, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan politik, pendidikan hukum dan hak asasi manusia, serta pendidikan demokrasi.
TUJUAN AKHIR DARI PPKN  adalah warga negara yang cerdas dan baik, yakni warga negara yang bercirikan tumbuh-kembangnya kepekaan, ketanggapan, kritisasi, dan kreativitas sosial dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara tertib, damai, dan kreatif, sebagai cerminan dan pengejawantahan nilai, norma dan moral Pancasila.
LANGKAH menganalisis dokumen kurikulum PPKn sekolah dasar yang termaktub dalam Permendikbud Nomor 37 Tahun 2018 tentang Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD)menentukan model pembelajaran
4. MODEL PEMBELAJARAN YANG SESUAI DENGAN TEMA PERSATUAN DAN KESATUAN DALAM KEBERAGAMAN MASYARAKAT MULTIKULTUR DI JENJANG SEKOLAH DASAR.
2. .  Menggali kesulitan Pemahaman modul 5 kb 2.   Kesulitan saya memahami modul 5 kb 2 adalah yaitu makna multicultural karena setelah saya membaca modul tersebut tidak ada definisi secara langsung apa itu makna multiculturalKesulitan selanjutnya yaitu Model Pembelajaran untuk Materi yang Berkaitan dengan Persatuan dan Kesatuan Dalam Keberagaman Masyarakat Multikultural di Sekolah Dasar. Didalam modul hanya ada satu modell pemeblajaran untuk ppkn yaitu bermain peran. Tidak ada contoh yang spesifik materi apa yang digunakan dengan menggunakan metode bermain peran karena begitu banyaknya meteri pada ppkn
3.  Menggali miskonsepsi serta perbaikan konsepnya pada materi KB 2 Banyaknya penomeran pada modul yang membuat saya bingung dalam membuat peta konsep seperti pada Wujud Keberagaman Masyarakat Indonesia. 1. Keberagaman Suku Bangsa. 1) Keberagaman Agama. 2) Keberagaman Ras. 3) Keberagaman Golongan. Tidak adanya bab 3. Pentingnya nasionalisme. Padahal di  Sub Capaian Pembelajaran ada materi tersebut  

Tagged with:

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar