1

RINGKASAN MODUL PPG PEDAGOGIK 1 Kegiatan Belajar 1 (0)

AQILA INDANA ZULFA February 26, 2021
ERNA
TUGAS KB 1 MODUL 1
  1. RUANG LINGKUP MATERI KB 1
MODUL 1 KEGIATAN BELAJAR 1  
KONSEP DASAR & RASIONAL ILMU PENDIDIKAN  
LANDASAN ILMU PENDIDIKAN  
KONSEP DASAR & RASIONAL ILMU PENDIDIKAN  
MANUSIA
Sebagai subyek pendidikan sebagai makhluk monopluralis dan monodualis
Sebagai individu yang menjadikan manusi memiliki karakteristik yang khas mencerminkan sifat kemanusiaanya
HAKEKAT MANUSIA 1) berdasarkan asal-usulnya sebagai makhluk Tuhan, 2) struktur metafisiknya manusia sebagai kesatuan jasmani dan rohani, serta  3) karakteristik dan makna eksistensinya di dunia yang bisa dilihat sebagai makhluk individu, makhluk sosial, makhluk berbudaya, makhluk susila, dan makhluk beragama.
PENDIDIKAN DISEBUT JUGA PEDAGOGIK
Carter v. Good (syam dkk, 2003) Pertama pendidikan adalah seni, praktek, atau profesi pengajaran. Kedua, pendidikan adalah ilmu yang sistematis atau pengajaran yang berhubungan dengan prinsip-prinsip dan metode mengajar, pengawasan dan pembimbingan peserta didik
WINKEL;2012 Pendidikan diartikan sebagai bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada orang yang belum dewasa, agar orang tersebut mencapai kedewasaan      
ARIF ROHMAN, 2011:5 Kegiatan mendidik diartikan sebagai upaya membantu seseorang untuk menguasai aneka pengetahuan, ketrampilan, sikap, nilai yang diwarisi dari keluarga dan masyarakat
ARIF ROHMAN (2011: 13) Mendefinisikan ilmu pendidikan sebagai ilmu yang mempelajari suasana dan proses pendidikan yang berusaha memecahkan masalah yang terjadi di dalamnya sehingga mampu menawarkan pilihan tindakan mendidik yang efektif
SYARIFUDIN (2006: 41) Ilmu pendidikan sebagai sistem pengetahuan tentang fenomena pendidikan yang dihasilkan melalui penelitian dengan menggunakan metode ilmiah. Ilmu pendidikan juga dapat dikatakan sebagai seni, karena dalam penerapannya melibatkan emosi, kreatifitas, dan dimensi-dimensi kemanusiaan lainnya selain hal-hal metodis seperti prinsip dan aturan dalam mendidik dan mengasuh
LANDASAN ILMU PENDIDIKAN Berdasarkan sifatnya, landasan dibedakan menjadi dua jenis yaitu landasan yang bersifat material dan konseptual (Robandi, 2005: 1).  
Landasan material lebih bersifat fisik atau berwujud seperti sarana prasarana, peserta didik, dan lingkungan,
Sedangkan landasan konseptual lebih bersifat asumsi atau teori-teori, contohnya adalah UUD 1945 dan teori pendidikan
LANDASAN KONSEPTUAL ILMU PENDIDIKAN
Landasan filosofis pendidikan adalah pandangan-pandangan yang bersumber dari filsafat pendidikan mengenai hakikat manusia, hakikat ilmu, nilai serta perilaku yang dinilai baik dan dijalankan setiap lembaga pendidikan
Landasan yuridis pendidikan adalah aspek-aspek hukum yang mendasari dan melandasi penyelenggaraan pendidikan (Arif Rohman, 2013)
Landasan Empiris
Landasan psikologis adalah ilmu yang mempelajari gejala kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk perilaku baik manusia ataupun hewan, yang pemanfaatannya untuk kepentingan individu atau manusia baik disadari ataupun tidak, yang diperoleh melalui langkah-langkah ilmiah tertentu serta mempelajari penerapan dasar-dasar atau prinsipprinsip, metode, teknik, dan pendekatan psikologis untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah dalam pendidikan (Santrock, 2017).
Landasan sosiologis adalah landasan yang bersumber pada norma kehidupan masyarakat yang dianut oleh suatu bangsa sehingga tercipta nilai-nilai sosial yang dalam perkembangannya menjadi norma-norma sosial yang mengikat kehidupan bermasyarakat dan harus dipatuhi oleh masing-masing anggota masyarakat (Robandi, 2005: 26)
Landasan Historis adalah landasan sejarah atau historis Pendidikan Nasional Indonesia merupakan pandangan ke masa lalu atau pandangan retrospektif.
Landasan religi adalah asumsi-asumsi yang bersumber dari religi atau agama yang menjadi titik tolak dalam rangka praktik pendidikan dan atau studi pendidikan (Hasubllah, 2008)
  • Kesulitan pemahaman materi Kegiatan belajar satu modul 1 yaitu :
  • Materin yang cenderung menjadi miskonsepsi pada kegiatan belajar satu yaitu :
  • Menurut Piaget terdapat empat perkembangan kognisi anak (Budingsih, 2004) yaitu (1) periode sensori motor pada usia 0-2 tahun, pada usia ini kemampuan anak terbatas pada gerak-gerak refleks (2) periode praoperasonal yaitu usia 2-7 tahun, perkembangan bahasa pada usia ini sangat pesat, peranan intuisi dalam memutuskan sesuatu masih besar, (3) periode operasi konkret usia 7-11 tahun, anak sudah dapat berpikir logis, sistematis dan memecahkan masalah yang bersifat konkret. (4) peirode operasi formal usia 11-15 tahun anakanak sudah dapat berpikir logis terhadap masalah baik yang bersifat konkret maupun abstrak

Yang menjadi miskonsepsi yaitu periode operasi konkret usia 7-11 tahun, anak sudah dapat berpikir logis, sistematis dan memecahkan masalah yang bersifat konkret  yang seharusnya mendidik dengan menggunakan bahan ajar dengan benda yang nyata atau kongkrit dan abstrak tetapi kami membendakan bahwa siswa kelas 1 hingga kelas 4 masih periode konkret yang berfikir logis sistematis dan memecahkan masalah yang bersifat konkret sedangkan kelas 4 hingga kelas 6 sudah memasuki tahap peirode operasi formal usia 11-15 tahun anak anak sudah dapat berpikir logis terhadap masalah baik yang bersifat konkret maupun abstrak

Tagged with:

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar