1

RINGKASAN MODUL PPG PEDAGOGIK 1 KB 3 (0)

AQILA INDANA ZULFA February 26, 2021

TEORI BELAJAR DAN IMPLIKASINYA DALAM PEMBELAJARAN

BEHAVIORISTIK

EDWARD LEE THORNDIKE (1871-1949)

  • mengemukakan bahwa belajar adalah proses interaksi antara stimulus (S) dan respon (R). dari pengertian tersebut didapatkan bahwa wujud tingkah laku tersebut bisa saja diamati atau tidak dapat diamati
  • Teori belajar Thorndike disebut sebagai aliran Koneksionisme (Connectionism)
  • Thorndike juga mengemukakan beberapa hukum tentang belajar (Gredler & Margaret, 2009). 1. Hukum kesiapan (Law of Readiness) 2. Hukum latihan (Law of Excercise) 3. Hukum akibat (Law of Effect)

JHON BROADES WATSON (1878-1958)

  • Belajar menurut Watson adalah proses interaksi antara stimulus dan respon, namun stimulus dan respon yang dimaksud harus berbentuk tingkah laku yang dapat diamati (observabel) dan dapat diukur
  • teori yang dikembangkan oleh Watson ialah Conditioning
  • pandangan Watson 1. Belajar adalah hasil dari adanya Stimulus dan Respon (S – R).2. Perilaku manusia adalah hasil belajar sehingga unsur lingkungan sangat penting 3. Kebiasaan atau habits merupakan dasar perilaku yang ditentukan oleh 2 hukum utama yaitu kebaruan (recency) dan frequency.4. Pandangannya tentang ingatan atau memory

BURRHUSM FREDERIC SKINNER (1904-1990)

  • Dengan menggunakan perubahan-perubahan mental sebagai alat untuk menjelaskan tingkah laku hanya akan menambah rumitnya masalah. Sebab, setiap alat yang digunakan perlu penjelasan lagi, demikian seterusnya.
  • Teori skinner dikenal dengan “operant conditioning”, dengan enam konsepnya, yaitu: penguatan positif dan negatif, shapping, pendekatan suksetif, extinction, chaianing of respon, dan jadwal penguatan

EDWIN RAY GUTHRIE (1886-1959)

  • Namun Guthrie mengemukakan bahwa stimulus tidak harus berhubungan dengan kebutuhan atau pemuasan biologis semata
  • alam kegiatan belajar peserta didik perlu sesering mungkin diberikan stimulus agar hubungan antara stimulus dan respon bersifat lebih tetap. Guthrie mengemukakan, agar respon yang muncul sifatnya lebih kuat dan bahkan menetap, maka diperlukan berbagai macam stimulus yang berhubungan dengan respon tersebu
  • hukuman (punishment) memegang peranan penting dalam proses belajar

IMPLIAKSI

  • Implikasi teori behavioristik dalam kegiatan pembelajaran tergantung dari beberapa hal seperti; tujuan pembelajaran, sifat materi pelajaran, karakteristik peserta didik, media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia.
  • Contoh Implikasi teori behavioristik 1. pembelajaran terprogram (PI/Programmed Instruction) 2. powerpoint dan multimedia 3. “teaching machine”

KOGNITIF

JEAN PIAGET (1896-1980)

  • perkembangan kognitif merupakan suatu proses genetik, yaitu suatu proses yang didasarkan atas mekanisme biologis perkembangan sistem syaraf
  • roses belajar terdiri dari 3 tahap, yakni asimilasi, akomodasi dan equilibrasi (penyeimbangan)
  • perkembangan kognitif ini menjadi empat yaitu, tahap sensorimotor (umur 0-2 tahun), tahap praoperasional (umur 2-7/8 tahun), tahap operasional konkret, dan tahap operasional formal.

DAVID AUSUBEL (1918-2008)

  • Peserta didik akan belajar dengan baik jika isi pelajaran (instructional content) sebelumnya didefinisikan dan kemudian dipresentasikan dengan baik dan tepat kepada peserta didik (advance orginizer).
  • Advance orginizer dapat memberikan tiga macam manfaat, yaitu menyediakan suatu kerangka konseptual untuk materi yang akan dipelajari, berfungsi sebagai jembatan yang menghubungkan antara yang sedang dipelajari dan yang akan dipelajari, dan dapat membantu peserta didik untuk memahami bahan belajar secara lebih mudah
  • belajar dalam dua dimensi, yaitu: dimensi pertama berhubungan dengan cara informasi atau materi pelajaran yang disajikan pada peserta didik melalui penerimaan atau penemuan Dimensi kedua menyangkut cara bagaimana peserta didik dapat mengaitkan informasi tersebut pada struktur kognitif yang telah ada

JEROME BRUNER (1915-2016)

  • Bruner mengembangkan toerinya yang disebut free discovery learning
  • Pendekatan terhadap belajar didasarkan pada dua asumsi, asumsi pertama ialah perolehan pengetahuan merupakan suatu proses interkatif. Asumsi kedua ialah orang mengkonstruksi pengetahuannya dengan menghubungkan informasi yang masuk dengan informasi yang disimpan sebelumnya
  • perkembangan kognitif seseorang terjadi melalui tiga tahap yang ditentukan oleh caranya melihat lingkungan, yaitu; enactive, iconic, dan symbolic

IMPLIAKSI

  • kegiatan pembelajarannya mengikuti prinsip prinsip sebagai berikut:
  • Peserta didik bukan sebagai orang dewasa yang mudah dalam proses berpikirnya b) Anak usia para sekolah dan awal sekolah dasar akan dapat belajar dengan baik, terutama jika menggunakan benda-benda konkrit c. Keterlibatan peserta didik d. Untuk menarik minat dan meningkatkan retensi belajar e. Pemahaman dan retensi f. Belajar memahami akan lebih bermakna dari pada belajar menghafal g. Adanya perbedaan individual pada diri peserta didik perlu diperhatiakan, karena faktor ini sangat mempengaruhi keberhasilan belajar peserta didik

CIRI-CIRI BELAJAR KONSTRUKTIVISME YANG DIKEMUKAKAN OLEH DRIVER DAN OLDHAN (1994) adalah sebagai berikut: a) Orientasi, yaitu peserta didik diberik kesempatan untuk mengembangkan motivasi dalam mempelajari suatu topik dengan memberi kesempatan melakukan observasi. b) Elitasi, yaitu peserta didik mengungkapkan idenya denegan jalan berdiskusi, menulis, membuat poster, dan lain-lain. c) Restrukturisasi ide, yaitu klarifikasi ide dengan ide orang lain, membangun ide baru, mengevaluasi ide baru. d) Penggunaan ide baru dalam setiap situasi, yaitu ide atau pengetahuan yang telah terbentuk perlu diaplikasikan pada bermacam-macam situasi. e) Review, yaitu dalam mengapliasikan pengetahuan, gagasan yang ada perlu direvisi dengan menambahkan atau mengubah

PENGETAHUAN MENURUT LEV VYGOTSKY (1896-1934).

  • Teori belajar ko-kontruktinvistik atau yang sering disebut sebagai teori belajar sosiokultur merupakan teori belajar yang titik tekan utamanya adalah pada bagaimana seseorang belajar dengan 112 bantuan orang lain dalam suatu zona keterbatasan dirinya yaitu Zona Proksimal Developmen (ZPD) atau Zona Perkembangan Proksimal dan mediasi. Di mana anak dalam perkembangannya membutuhkan orang lain untuk memahami sesuatu dan memecahkan masalah yang dihadapinya
  • teori belajar ini meliputi tiga konsep utama, yaitu 1) hukum genetik tentang perkembangan, 2) Zona perkembangan proksimal dan 3) mediasi. Untuk lebih memahami tentang kajian tersebut mari kita kaji satu persatu
  • Prinsip-prinsip utama teori belajar konstruktivistik yang banyak digunakan dalam pendidikan adalah; a) pengetahun dibangun oleh peserta didik secara aktif, b) tekanan proses belajar mengajar terletak pada peserta didik, c) mengajar adalah membantu peserta didik, d) tekanan dalam proses belajar dan bukan pada hasil belajar, e) kurikulum menekankan pada partisipasi peserta didik dan f) guru adalah fasilitator

Beberapa implikasi teori konstruktivistik dalam pembelajaran adalah sebagai berikut : a. Kurikulum disajikan mulai dari keseluruhan menuju ke bagianbagian dan lebih mendekatkan kepada konsep-konsep yang lebih luas  b. Pembelajaran lebih menghargai pada pemunculan pertanyaan dan ide-ide peserta didik c. Kegiatan kurikuler lebih banyak mengandalkan pada sumbersumber data primer dan manipulasi bahan d. Peserta didik dipandang sebagai pemikir-peikir yang dapat memunculkan teori-teori tentang dirinya. e. Pengukuran proses dan hasil belajar peserta didik terjalin di dalam kesatuan kegiatan pembelajaran, dengan cara guru mengamati halhal yang sedang dilakukan peserta didik, serta melalui tugas-tugas pekerjaan f. Peserta didik-peserta didik banya belajar dan beerja di dalam group proses g. Memandang pengetahuan adalah non objektif, berifat temporer, selalu berubah, dan tidak menentu h. Belajar adalah penyusunan pengetahuan, sedangkan mengajar adalah menata lingkungan agar peserta didik termotivasi dalam menggali makna

PANDANGAN DAVID A. KOLB TERHADAP BELAJAR

  • Empat tahap (Siregar & Nara 2010), yaitu: 1) Pengalaman konkrit 2) Pengamatan aktif dan reflektif 3) Konseptualisasi, peristiwa belajar 4) Eksperimen aktif
  • Siklus belajar semacam ini terjadi secara bekesinambungan dan diluar kesadaran seseorang yang belajar. Secara teoretis tahap-tahap belajar tersebut memang dapat dipisahkan, namun dalam kenyataannya proses peralihan dari satu tahap ke tahap belajar di atasnya sering kali terjadi begitu saja sulit untuk ditentukan kapan terjadinya.

PANDANGAN PETER HONEY DAN ALAN MUMFORD TERHADAP BELAJAR

  • Berdasarkan teori Kolb, Honey dan Mumford menggolongkan peserta didik atas empat tipe , yaitu sebagai berikut: 1) Peserta didik tipe aktivis 2) Peserta didik tipe reflektor 3) Peserta didik tipe teoris 4) Peserta didik tipe pragmatis

PANDANGAN JURGEN HUBERMAS TERHADAP BELAJAR

  • Hubermas membagi tiga macam tipe belajar (Siregar & Nara, 2010), yaitu: 1) Technical learning (belajar teknis) 2) Practical elarning (belajar praktis) 3) Emancpatory learning (belajar emansipatori)

PANDANGAN BENJAMIN SAMUEL BLOOM (1913-1999) DAN DAVID KRATHWOHL (1921-2016) TERHADAP BELAJAR.

  • Ketiga kawasan taksonomi Bloom tersebut sebagai berikut:  1. Kawasan kognitif 2. Kawasan afektif3. Kawasan psikomotor

Implikasi Teori Belajar Humanistik dalam Kegiatan Pembelajaran

  • Pada penerapan teori humanistic ini adalah hal yang sangat baik bila guru dapat membuat hubungan yang kuat dengan peserta didik dan membantu peserta didik untuk membantu peserta didik berkembang secara bebas
  • Inti dari pembelajaran humanistic adalah bagaimana memanusiakan peserta didik dan membuat proses pembelajaran yang menyenangkan bagi peserta didik
  • Dalam prakteknya teori humanistik ini cenderung mengarahkan peserta didik untuk berfikir induktif, mementingkan pengalaman, serta membutuhkan keterlibatan peserta didik secara aktif dalam proses belajar
  1. Kesulitan Pemahaman Materi Pada Kegiatan Belajar 3 Modul 1 Tentang Teori Belajar Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Yaitu :
  2. Banyaknya pandangan dari beberapa ahli pendidikan tentang satu teori belajar. Contohnya pada teori belajar behavioristik terdapat pandangan dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949) dimana teori behavior sendiri menurut saya adalah teori yang berpusat pada siswa sehingga siswa tidak begitu aktif dan yang aktif adalah pendidik. Seperti memindahkan ilmu ke tempatnya tanpa ada respon dari yang diberi ilmu pengetahuan
  3. Implikasi Teori Belajar dari modul 1 kegiatan belajar 3 tidak ada contoh yang riil yang mencerminkan teori belajar dari para pakar pendidikan seperti di modul satu kegiatan belajar dua. Sehingga saya tidak bisa membedakan teori belajar behavioristik menurut dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949)
  4. Materi yang menjadi miskonsepsi pada kegiatan belajar tiga modul satu yaitu :

Selama saya mengajar di kelas saya sudah merasa menggunakan metode- metode belajar yang cukup bervarian untuk menciptakan siswa aktif dimana siswa mampu memberi umpan balik yang memuaskan sehingga nilai yag di hasilkan memuaskan. Setelah saya pelajari modul tersebut metode yang saya pakai adalah termasuk teori pembelajaran

Tagged with:

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar