1

Rindu Pramuka (0)

AfanZulkarnain May 16, 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Senja temaram. Langit sudah mulai berubah menjadi gelap. Usai sholat dan membaca Al-Waqi’ah aku kembali berkutat dengan beragam pekerjaan. Aku harus menyelesaikan penyusunan soal untuk Penilaian Akhir Tahun. Aku hidupkan laptop. Sebuah gambar muncul sebagai wallpaper. Gambar yang membawa ingatanku kepada kenangan-kenangan menyenangkan saat mengajar di sebuah SMP Katolik di Banyuwangi dahulu.

Tampak aku sedang memimpin apel untuk persepian penjelajahan di kawasan perkemahan. Itu adalah kali terakhir aku mengikuti perkemahan di sekolah tersebut.

Di lapangan anak-anak berbaris sesuai regunya. Mereka mengenakan seragam olahraga. Kami, para pembina, memutuskan untuk penjelajahan ini mereka mengenakan seragam olahraga dengan alasan agar seragam pramuka mereka tidak kotor karena akan mereka kenakan pada upacara penutupan perkemahan. Satu persatu regu kami berangkatkan menjelajahi bumi perkemahan. Mereka harus menyusuri sawah, sungai, dan rimbunan pohon hijau. Mereka juga harus menjumpai beberapa pos yang akan menguji pengetahuan mereka tentang kepramukaan. Dalam perjalanan mereka juga harus menyanyikan lagu-lau khas pramuka. Salah satunya adalah Pramuka Sejati karya AT Mahmud.

Rajin terampil dan gembira,
Senantiasa praja muda karana

Sopan dan tak kenal rasa sombong,
Bersahaja setia suka menolong

Ya ya ya ya itulah pramuka,
Pramuka sejati,
Sejati kata dan perilakunya

Ya ya ya ya itulah pramuka,
Pramuka sejati,
Sejati kata dan perilakunya

Seperti lagu di atas. Pramuka adalah ekstra kurikuler yang sangat bagik untuk perkembangan karakter anak-anak Indonesia. Bersahaja setia dan suka menolong. Dalam perkemahan misalnya, anak-anak akan dilatih mandiri. Satu sama lain harus saling membantu dalam memecahkan permasalahan regunya. Saya ingat betul, dalam perkemahan itu, salah satu regu mengalami kesulitan dalam mendirikan tenda. Mereka sangat kebingungan. Beruntung, regu lainnya dengan senang hati mau menolong sehingga tenda tersebut berhasil didirikan.

Selain itu, ada regu yang tak memiliki alas sebagai tempat tidur. Masing-masing anggota lupa membawanya. Beruntung ada regu lain yang membawa tikar lebih. Dengan sengan hati mereka meminjami regu tersebut tikar.

Perkemahan juga sangat baik untuk melatih sikap gotong-royong anak-anak. Mereka harus saling membantu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan, misalnya memasak atau mencuci piring. Bahkan Jika ada anggota regu yang sakit, teman yang lain harus merawatnya bersama. Hal ini akan menumbuhkan rasa solidaritas dan kebersamaan dalam diri anak-anak.

Pramuka juga mengajarkan anak-anak untuk lebih mencintai alam. Seperti pada perkemahan yang kami lakukan itu. Saat kegiatan penjelajahan, mereka diminta memungut sampah-sampah plastik di sepanjang rute perjalanan. Hal tersebut untuk melatih mereka menjaga kelestarian lingkungan.

Ah…aku jadi rindu dengan kegiatan pramuka.

Ada satu kejadian yang sangat aku ingat. Semalam sebelum kegiatan perkemahan, pembina harus menginap di lokasi. Total ada 4 pembina dan 5 siswa senior yang menginap untuk mempersiapkan perlengkapan perkemahan di lokasi. Karena aku waktu itu harus menyelesaikan siaran radio, aku datang paling akhir, yaitu jam 10 malam.

Pada jam itu, aku harus menembus gelapnya hutan. Motor varioku melaju sendirian. Beberapa kali motorku goyah karena terjalnya jalan. Beberapa kali bulu kudukku merinding tatkala merasakan sesuatu yang menyeramkan. Aku langsung membaca sholawat dan beberapa ayat Al-Qur’an untuk menenangkan diri. Motorku terus melaju hingga sampai lokasi perkemahan. Pembina lain dan anak-anak menunggu kehadiranku. Kami pun menyiapkan segala sesuatunya hingga subuh. Sungguh kegiatan yang sangat menyenangkan.

Pagi jam sembilan peserta perkemahan datang dan mereka langsung kami arahkan untuk mendirikan tenda dan melakukan upacara pembukaan. Kegiatan pramuka berjalan dengan lancar. Anak-anak mengikutinya dengan hati riang. Banyak pelajaran berharga yang mereka dapatkan. Bahkan ada beberapa yang tak mau pulang. Mereka ingin jadwal perkemahan diperpanjang.

Sudahlah, pramuka memang selalu menyenangkan.

Namun pandemi membuat kegiatan pramuka sementara dihentikan. Semoga pandemi ini segera usai.

Aku kembali menatap layar laptop dan menekan ikon microsoft word lalu tenggelam dalam penyusunan soal-soal PAT.

Comments (1)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar