0

Resensi Buku Nebula (0)

Supadilah S.Si April 6, 2021

Judul Buku      : Nebula

Penulis            : Tere Liye

Co-author        : Diena Yashinta

Penerbit           : Gramedia Pustaka Utama

Cetakan           : Kedua, April 2020

Tebal               : 376 halaman

ISBN               : 9786020639536

Peresensi         : Supadilah

Dengan campur tangan Tamus, Selena menemukan petunjuk untuk membuka portal klan Nebula. Selena makin mendekati kelulusan di mata kuliah Malam dan Misterinya. Di pelajaran terakhir, Bibi Gill menemukan bakat terbesar Selena. Itu menjadi kekuatan terbesarnya. Kekuatan Selena, yang dikenal dengan teknik terang, kelak menemukan tim kedua yang terhebat yang pernah ada.

Proyek Akhir Angkatan 98 ABTT mengantarkan mereka ke lokasi menuju portal klan Nebula, yaitu di Distrik Sungai-Sungai Jauh. Tiga sahabat itu satu kelompok. Tazk dan Mata tertarik untuk menuju klan tersebut.

Sebuah klan yang unik. Klan Nebula. Nama penduduknya unik, merupakan kata sifat. seperti Lumpu, Kosong, Lambat, dan Repot. Klan Nebula memiliki sistem yang menjaga keseimbangan. Bahkan jumlah penduduknya selalu tetap. Setiap ada yang meninggal beberapa tahun kemudian ada bayi yang lahir.

Waktu siang dan malam berganti tanpa bisa terprediksi. Mereka merayakan kehidupan mereka dengan hidup bersahaja padahal mereka memiliki teknologi tingkat tinggi. Misalnya, mereka mencuci piring dengan air dan sabut kelapa. Ini dianggal sebagai keterbelakangan dan primitif oleh Selena.

Selena, semakin maju teknologi memang semakin banyak waktu yang dihemat manusia, tapi kualitas hidup mereka justru menurun. Waktu dan kemudahan hanya digunakan untuk hal sia-sia, memelototi gadget di tangan. (Nebula, halaman 299).

Sewaktu di klan Nebula itulah, kepada Selena, Tazk membuat pengakuan . Bahwa dia menyukai seseorang. Pengakuan itu justru membuah Selena terluka. Sebab dia telanjur ge-er bahwa Tazk juga suka padanya. Ah, ini semacam cinta segitiga begitu.

Karena gelap mata, Selena mengambil Cawan Keabadian. Bahkan, dia berniat kembali ke klan Bulan sendirian. Saat itulah Tamus dan pasukan hitam-hitamnya datang. Hendak mengambil Cawan Keabadian. Tamus hanya memperalat Selena untuk kepentingan pribadinya. Makin bertambahlah kesedihan Selena.

Tazk sudah memberitahu Selena untuk mengurungkan niat mengambil Cawan Keabadian karena melihat tulusnya kehidupan penduduk klan Nebula. Namun, Selena menganggap cerita 40.000 tahun lalu hanyalah karangan yang ditambah-tambahi.

Selena nekat mengambil Cawan Keabadian. Hilangnya Cawan Keabadian membuat keseimbangan klan Nebula terganggu. Bukan hanya mengganggu sistem rotasinya, tapi juga membebaskan para raksasa yang selama ini terpenjara di dindingnya.

Di sinilah cerita semakin seru dan menegangkan. Tiga sahabat melawan Tamus saja kewalahan. Apalagi ditambah menghadapi para raksasa yang mengadang mereka mengembalikan Cawan Keabadian pada tempatnya. Bahkan Tamus saja dimainkan seperti boneka oleh para raksasa.  Sudah dibantu Lambat, Kosong, dan Repot, tetap saja mereka terdesak. Apalagi, kemunculan tiga pimpinan raksasa Si Brutal, Si Ganas, dan Si Buas.

Saat Selena dan Tazk dalam kondisi kritik, Mata mengaktifkan teknik tertinggi seorang pemilik keturunan murni. Ini pernah juga terjadi 40.000 tahun lalu. Mereka selamat. Namun, Mata harus menanggung risikonya. Cairan hijau Cawan Kematian hanya menunda nyawanya beberapa bulan saja. Tazk bahkan kehilangan kemampuan bertarungnya. Sebuah kehilangan yang sangat menyedihkan.

Tidak ada lagi yang tersisa. Semua penduduk klan Nebula tewas, hanya tersisa Lumpu dan Kosong. Permukiman hancur lebur. Seluruh kehidupan musnah. Setelah 40.000 tahun hidup tenang, terjaga seluruh keseimbangan. Sementara, Selena yang muncul berapa jam menghancurkan semuanya. Novel ini menjadi pengingat bahwa kehidupan selalu menuju keseimbangannya. Tangan manusia bisa menyebabkan kehancuran yang berbuah hukuman untuk manusia sendiri. Hal ini mengingatkan kita bahwa sering kali manusia yang menciptakan kerusakan-kerusakan di muka bumi ini. Padahal, manusia akan memanen yang mereka tanam.

(*)

About Author

Supadilah S.Si

Seorang guru di SMA Terpadu Al Qudwah, Lebak, Banten. Selalu berusaha menjadi guru yang baik untuk murid-muridnya. Suka belajar apapun. Hobi menulis di blog atau media sosial. Pengen dapat banyak ilmu dan pengalaman di www.guraru.org. Ayo saling berbagi

View all posts by Supadilah S.Si →

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar