0

Resensi Buku : Arsitek Jiwa 2 (0)

Elisa Kristiyanti February 3, 2022

Identitas buku

  • Judul buku : Arsitek Jiwa 2
  • Penulis : Pdt. Dr. Stephen Tong, DLCE
  • Penerbit : Momentum
  • Tebal buku : 133 halaman
  • Tahun terbit : 2018
  • ISBN : 978-602-1603-15-4

Sinopsis buku

Buku ini ditulis oleh Bapak Pdt. Dr. Stephen Tong, seorang penginjil terkemuka. Buku ini merupakan bagian kedua dari buku dengan judul arsitek jiwa. Didalam buku Arsitek Jiwa 2 Bapak Pdt. Dr. Stephen Tong, menjelaskan detail pendidikan kristen dan bagaimana seharusnya menjadi “pendidik kristen” yang membawa setiap anak pada kebenaran yang sesungguhnya.

Buku ini terdiri dari dari 3 bagian. Pada bagian pertama menjelaskan kualitas dan relasi antar guru dan murid. Pada bagian kedua menguraikan tentang metode pendidikan kristen dan pada bagian yang ketiga atau terakhir menjelaskan mengenai otoritas seorang guru.

Seorang guru harus memhami dan mengetahui betapa penting dan bermaknanya menjadi seorang guru. Menjadi seorang guru kristen yang dapat memancarkan sinar Kristus. Proses mendidik membutuhkan beberapa hal yaitu 1). Guru-guru yang bermutu; 2). Bahan pelajaran yang sangat bermutu; 4). Murid-murid yang baik, yang bisa didik; 5). Fasilitas yang memadai. Guru berada pda urutan yang pertama karena guru merupakan faktor utama pendidikan. Dibutuhkan guru yang baik. Menjadi guru yang baik diantaranya yang paling utama adalah sudah dilahirkan kembali, memiliki karakter Kristen, dan kepribadian yang alkitabiah.

Seorang guru Kristen harus mencintai muridnya dengan kasih yang dari Tuhan, rela berkorban untuk kebaikan murid-muridnya, mendidik mereka untuk mengenal kebenaran dan menjadi pribadi yang tangguh serta bijak.

Dalam buku ini diulas sebuah pengertian bahwa seorang guru harus mau mengisi diri dengan segala macam kebenaran dan kebenaran itu akan penuh dan kemudian dapat tumpah dan mengaliri hati setiap anak didik. Guru harus terus belajar untuk mengubah hidup pada tujuan yang paling mulia. Seorang guru memiliki etika yang menjunjung tinggi kebenaran, memperkaya pandangan, dan wawasan dari murid yang dididik.

Pada bagian terakhir dari buku ini dijelaskan bagaimana seorang guru dapat menjalankan otoritasnya. Sebuah otoritas karena terbentuk dengan sempurna apabila seorang guru dapat menyeimbangkan antara keadilan dan kelembutan. Membuat suasana dimana seorang murid akan tetap dapat menghormati gurunya dan merasa nyaman untuk belajar. Dalam bagian terakhir dari bab ketiga ditutup dengan sebuah kalimat “Guru-guru, pergilah dengan tongkat cambukan dan dengan hari yang lembut. Pergilah dengan wibawa seorang ayah dan kasih seorang ibu”.

Penutup

Buku ini memberikan pembahasan yang membuka wawasan dan memantapkan hati untuk memenuhi panggilan sebagai pendidik Kristen. Bukan hanya memberikan ilmu secara pengetahuan, tetapi ada beberapa kriteria yang harus dimiliki oleh seorang guru Kristen. Dijelaskan dengan poin-poin yang tajam dan bahasa yang lugas. Guru Kristen harus menjadi menjadi guru yang bermutu dan berkualitas untuk mengajarkan kebenaran sehingga akan membentuk karakter Kristus dalam diri anak didiknya. Pada bagian akhir dari buku ini diberikan ulasan dari pertanyaan-pertanyaan yang muncul mengenai pendidikan Kristen sehingga semakin memahami lebih dalam bahasan yang ada di dalam buku.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar