8

REPOT KARENA RAPOT ??? ENGGAK LAH YAUW (0)

Agus Wahidi, M.Pd December 19, 2020

Komponen tahapan dalam proses pembelajaran ada 3 yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi/ laporan. Ketiga komponen tersebut harus dilalui dan diolah oleh seorang guru dalam proses pembelajaran agar tujuan pembelajaran tercapai. Tujuan pembelajaran tidak hanya nilai yang berupa angka angka yang tidak bermakna, melainkan semua proses pembelajaran membentuk pola pada diri peserta didik menuju pada perubahan dalam kedewasaan berpikir, bertindak dan bersikap. Komponen tersebut sebuah sistem, jadi tidak bisa terpisahkan satu dengan lainnya. Komponen tersebut selalu beriringan dan terpantau oleh seorang guru. Perencanaan yang baik dan matang dengan melihat fenomena masa lalu dari diri sendiri atau orang lain, agar pembelajarannya efektif memerlukan laporan dan hasil pembelajaran, laporan hasil pembelajaran akan hanya sekedar nilai dan angka-angka jika tidak mendasarkan pada fakta pembelajaran pada proses pembelajaran, proses pembelajaran akan menjadi liar dan terarah tanpa adanya perencanaan yang baik. Jadi 3 komponen ini mutlak menjadi perhatian guru dalam melaksanakan pembelajaran. Apakah ini sudah terjadi di negara kita? Saya yakin belum, karena fakta yang ada mutu pendidikan di Indonesia masih jauh dari harapan.

Bulan desember sebagai akhir semester ganjil menjadi bulan super sibuk bagi para guru-guru dalam melaksanakan laporan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Beribu jurus di pakai dalam mensukseskan evaluasi ini. Evaluasi ini juga dinanti oleh semua orang tua, tentang kemajuan anak2nya. Suatu evaluasi merupakan gabungan dari beberapa penilaian yang menghasil suatu keputusan untuk memperbaiki kedepannya bagi perkembangan peserta didik. Tetapi bagi sebagian orang evaluasi ini menjadi suatu tujuan, sehingga apapun dilakukan demi kehormatannya yang dipikirnya ada pada sekumpulan nilai nilai yang mereka dapatkan baik bagi gurunya, siswanya, dan orang tuanya. Dan tak terbayangkan bagaimana super sibuknya nya pada musim evaluasi ini.

Era baru adalah era digital yang mempermudah beberapa pekerjaan dan tugas guru dalam melakukan penilaian pembelajaran. Adanya learning management system ini guru terbantu dengan teknik evaluasi yang terintegrasi dalam suatu sistem, guru menjadi lebih banyak waktu untuk mengembangkan kapasitas dalam melaksanakan pembelajaran dan secara langsung berpengaruh pada kreatifitas guru dalam mengajar dengan berbagai strategi dan metode.

Maraknya penggunaan LMS didorong dengan badai Covid 19 yang memaksa sekolah untuk menyelanggarakan pendidikan dengan menggunakan dalam jaringan atau daring. Literasi digital mau tidak mau harus dipunyai oleh komponen sekolah, dari gurunya, siswanya, kepala sekolahnya dan tenaga kependidikan. management sekolah mengalami perubahan dalam cara pandang, dan interaksi anggota komunitasnya. Pekerjaan pekerjaan fisik mulai digitalisasi. Salah satunya penyusunan laporan hasil belajar yang sering disebut dengan raport atau rapot.

Saya masih ingat ketika rapot menggunakan sistem manual, tulis tangan betapa reportnya wali kelas dalam menuliskan raport dan menyusunnya, memerlukan 2 hari untuk satu kelas dengan jumlah siswa sekitar 30an . Dari manual mulai bergeser pada digital, dalam waktu 2 jam ketika semua guru sudah siap dengan nilainya maka dapat terselesaikan raport satu kelas untuk dibagikan . Bisa menggunakan digital berupa pdf atau mengunakan cetak. Penggunaan pdf lebih disarankan untuk menghindari kontak fisik langsung dengan beberapa orang dalam masa wabah pandemi covid 19. Penggunaan eraport dari kemdikbud ini telah membantu banyak tugas guru dalam melaksanakan Laporan Kemajuan Peserta Didik .

Comments (8)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar