3

Renungan Diri Atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 (0)

Ilalang January 17, 2021

Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 rute Jakarta – Pontianak pada 9 Januari 2021 menjadi trending topik berbagai media mainstream mulai dari televisi bahkan media online.

Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 tentu membawa duka mendalam terutama bagi keluarga korban yang tidak pernah menyangka harus kehilangan anggota keluarganya.

Mengenai kapan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 beberapa menyebutkan bahwa pesawat kehilangan kontak pada pukul 14.40 (9/1/2021).

Pesawat Sriwijaya Air tersebut yang membawa 50 orang penumpang dengan rincian 40 dewas, 7 anak-anak dan 3 bayi. Ditambah dengan 13 kru pesawat.

Tempat jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini berada di kepulauan seribu. Tim gabungan berhasil menemukan serpihan bangkai pesawat berada didasar laut.

Mengenai berapa jumlah korban dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 belum dapat dipastikan.

Turut Prihatin

Saya sungguh merasa prihatin atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan kesabaran.

Apapun yang terjadi, semua sudah menjadi bagian dari skenario Sang Pencipta. Dan dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182, mestinya kita bisa belajar banyak, walau kita yang tidak terkait langsung dengan korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Hal pertama yang bisa dijadikan pelajaran dari jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini yakni tentang kematian. Sungguh pasti banyak keluarga korban yang menyangka bahwa para korban akan mati dengan cara seperti ini.

Ya, siapa pun dari kita tidak akan pernah tahu kapan dan dengan cara apa kita nanti mati. Peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini seolah mengingatkan kepada kita semua bahwa kematian mengintai kapan saja dan dimana saja.

Jika sadar kematian begitu dekat, mengapa kita selalu terbuai dengan kefanaan dunia ini. Bagaimana seandainya kita bagian dari korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182? Beruntung kita bukan bagian korban kecelakaan itu.

Tentu kita patut bersyukur tentu pada Tuhan kita karena masih memberi kesempatan untuk melakukan pertobatan sebelum menghadapNya.

Biarlah mereka yang berkompeten menyelidiki penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182. Semoga musibah ini murni sebuah kecelakaan dan bukan sabotase apalagi bagian dari tindakan teror. Dan saya tidak akan berspekulasi banyak atas hal itu.

Dan kita sebagai sesama manusia, sudah selayaknya ikut mendoakan semoga masih ada keajaiban semisal masih ada korban selamat dari peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Aamiin.

Dan bagi saya pribadi, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 seolah mengingatkan saya bahwa kematian bisa datang kapan saja. Padahal selama ini saya sering lupa kalau saya bisa sewaktu -waktu diambil Sang Pemilik.

Harapan

Dan dengan peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 seolah mengajak saya kembali untuk lebih dekat pada Allah SWT. Harapan terbesar saya semoga kelak nanti mati dengan cara apapun atau bagaimana pun namun harus dalam keadaan beriman dan khusnul khatimah. Aamiin.

Bagi keluarga korban jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 semoga diberi kesabaran dan keikhlasan dengan dasar bahwa semua yang hidup pasti mati sekalipun matinya melalui kecelakaan seperti ini.

Innalilahi wainailaihi rojiun. Sesungguhnya semua milik Allah dan akan kembali pada Allah.

Bagi keluarga korban, jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 mungkin dianggap sebagai musibah, tapi bagi kita secara umum, anggap ini sebagai pelajaran berharga tentang kehidupan yang bisa diambil hikmahnya.

Semoga kedepan tidak pernah lagi kita mendengar peristiwa seperti jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini. Semoga.

Baca tulisan lainnya di jagoanbanten.blogspot.com

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar