0

REFLEKSI MODUL PPG PEDAGOGIK 1 (0)

AQILA INDANA ZULFA February 26, 2021

Refleksi setelah saya mempelajari modul satu kegiatan belajar satu hingga empat yaitu.

  1. Pengalaman yang saya peroleh dari pendalaman materi pedagogic satu adalah lebih memahami teori teori pendidikan dan landasannya. Serta lebih faham akan pembagian karakteristik siswa. Serta apa yang dimaksud dengan kurikulum. Dimana semuanya itu adalah berfungsi sebagai titik tolak,  acuan dalam rangka melaksanakan tugas profesionalnya guru dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pendidikan. Dan menjadi modal dasar sebagai guru yang professional.
  2. Pembelajaran yang terbaik dalam pendalaman materi pedagogi yaitu memahami tentang karakteristik peserta didik karena menjadi pendidik profesional tidak hanya cukup dengan mengandalkan penguasaan diri atas materi yang akan dipelajari. Materi pembelajaran memang harus dikuasai oleh seorang guru. Namun, bagaimana membantu peserta didik untuk belajar secara efektif, salah satunya adalah dengan memahami tentang karakteristik peserta didik. karakteristik peserta didik  penting untuk dipahami, karena pendidik dalam menjalani profesi sebagai guru berhadapan dengan manusia yang disebut dengan peserta didik yang kaya akan potensi. Serta didik yang dihadapi adalah individu-individu yang unik, berbeda satu dengan lainnya. Mereka hadir di ruang kelas berasal dari berbagai latar belakang dan karakteristik yang berbeda-beda seperti: etnik, kultural, status sosial, minat, perkembangan kognitif, kemampuan awal, gaya belajar, motivasi, perkembangan emosi, perkembangan social, perkembangan moral dan spiritual, serta perkembangan motoriknya. Oleh karena itu kesiapan pendidik memahami karakteristik peserta didik dalam pembelajaran merupakan modal yang sangat penting dan strategis bagi seorang pendidik professional
  3. Hambatan yang dialami dalam pendalaman materi pedagogic yaitu :
  4. Kegiatan belajar 1 :
  5. Banyaknya kutipan dari buku yang membuat persepsi saya bingung dan menghafalkan pengutip dan isinya kesulitan sehingga materi yang saya konsep lebih rumit karena setiap ada kesamaan tetapi susunan kata yang berbeda seperti Arif Rohman (2011: 13) mendefinisikan ilmu pendidikan dengan  Syarifudin (2006: 41)
  6. Pengelompokkan pada teori – teori Pendidikan atau contoh  implementasi dalam proses Pendidikan contoh seperti guru mengajar dengan menggunakan metode ceramah sehingga siswa tidak aktif termasuk teori pendidikan aliran behavioristik
  7. Kegiatan belajar 2.:
  8. Banyaknya Implementasi ragam karakteristik siswa Ketika berada dikelas seperti contoh- contoh yang di sebutkan dan cara penyebuttannya tidak sesuai dengan pemahaman saya seperti  kemampuan anak untuk berinteraksi dengan lingkungannya, bagaimana anak tersebut memahami keadaan lingkungan dan mempengaruhinya dalam berperilaku baik kepada dirinya sendiri maupun kepada orang lain kalua menurut saya aitu adalah karakteristik siswa yang tergolong  perkembangan moral
  9. Yang kedua yaitu membedakan ragam karakteristik siswa menurut pembagian yang ada di modul kegiatan belajar dua diamana keberagaman karakteristik siswa lebih banyak kesamaan dan hamper sama walau berbeda. Karena Ketika saya masuk di kelas satu siswa  memiliki lebih dari satu ragam  karakteristik sehingga menggolongkan sesuai dengan modul merasa kesulitan
  10. Kegiatan belajar 3 :
  11. Banyaknya pandangan dari beberapa ahli pendidikan tentang satu teori belajar. Contohnya pada teori belajar behavioristik terdapat pandangan dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949)
  12. Implikasi Teori Belajar dari modul 1 kegiatan belajar 3 tidak ada contoh yang riil yang mencerminkan teori belajar dari para pakar pendidikan seperti di modul satu kegiatan belajar dua. Sehingga saya tidak bisa membedakan teori belajar behavioristik menurut dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949)
  13. Kegiatan belajar 4 :
  14. Pengembangan pada kurikulum yang terjadi di Indonesia setelah Indonesia merdeka yang mengalami perubahan sebanyak sepuluh kali perubahan kurikulum dimana setelah saya membaca pada implikasi pembaharuan dalam pembelajaran saya tidak membisa mencerna secara jelas ciri – ciri kurikulum yang mengalami perubahan tersebut.
  15. Kesulitan yang selanjutnya adalah tentang isi kurikulum mempunyai empat fungsi diantaranya 1) fungsi pendidikan umum (common and general education), 2) suplementasi (suplementation), 3) eksplorasi dan 4) keahlian. Dimana yang saya ketahui selama ini pada dokumen satu kurikulum sekolah fungsi kurikulum itu untuk warga sekolah seperti kepala sekolah, pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, komite dan masyarakat. Oleh karena itu saya bingung untuk memahaminya
  16. materi yang belum saya kuasai adalah : pada modul satu kegiatan belajar 3 saya kesulitan memahaminya seperti :
  17. Banyaknya pandangan dari beberapa ahli pendidikan tentang satu teori belajar. Contohnya pada teori belajar behavioristik terdapat pandangan dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949)
  18. Implikasi Teori Belajar dari modul 1 kegiatan belajar 3 tidak ada contoh yang riil yang mencerminkan teori belajar dari para pakar pendidikan seperti di modul satu kegiatan belajar dua. Sehingga saya tidak bisa membedakan teori belajar behavioristik menurut dari Burrhusm Frederic Skinner (1904-1990), Jhon Broades Watson (1878-1958, )Edwin Ray Guthrie (1886-1959) dan Edward Lee Thorndike (1871-1949)
  19. Trik  yang saya  dilakukan untuk sukses di pedalaman materi selanjutnya yaitu pertama tetap menggunakan metode peta konsep dimana peta konsep secara tidak langsung membaca modul dengan secara teliti dan membagikan kepda bagian-bagiannya. Yang kedua yaitu mencatat poin-poin penting. Mencatat poin penting dengan gaya Bahasa sendiri, sehingga bisa lebih faham materi. Yang ketiga yaitu dengan cara mencetak modul dan memberikan tanda warna menggunakan stabilo. Yang keempat berlatih tes formatif pertama sebelum membaca modul dengan begitu saya mengetahui kemampuan awal saya tentang materi

Guru yang profesional adalah yang memiliki pengaruh kuat terhadap prestasi siswa, sekalipun teknologi di era digital berkembang sangat pesat, dan tidak peduli bagaimana konsep pendidikan. Peran guru dalam abad ke-21 seharusnya bergeser dari berpola “penanam pengetahuan”, menuju peran sebagai pembimbing, pengarah diskusi dan pengukur kemajuan belajar siswa. Seorang yang berprofesi sebagai Guru hendaknya betul-betul memahami landasan pendidikan Landasan pendidikan memiliki fungsi bagi para pendidik dan atau tenaga kependidikan, dan para ahli pendidikan. Bagi pendidik, landasan pendidikan berfungsi sebagai titik tolak,  acuan dalam rangka melaksanakan tugas profesionalnya merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pendidikan.

 Proses pendidikan tidak hanya melibatkan seorang guru dan seorang murid tetapi juga diperlukan sebuah perangkat belajar yang dapat menunjang kecakapan hidup dalam bermasyarakat yaitu kurikulum. Dari modul diatas saya dapat menyimpulkan seperti gambar di bawah ini

Tagged with:

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar