7

Refleksi Hari Guru Nasional Saat Wabah Covid-19 (0)

Wahid Priyono, S.Pd. November 29, 2020

Menjadi sosok guru memang sebuah pilihan. Banyak orang beranggapan bahwa menjalani profesi sebagai seorang guru tidak mudah, bahkan ada yang bilang kalau gaji guru itu murah.

Anggapan masyarakat seperti itu sebenarnya ada benarnya juga mengingat guru bukanlah pekerjaan seperti sopir, petani, kuli, atau pekerja kantoran yang hanya mengurusi aktivitas pekerjaan saja. Akan tetapi, pekerjaan sebagai seorang guru itu kompleks, mulai dari merancang pembelajaran sedemikian rupa, mentransfer ilmu yang dimiliki, merekayasa pembelajaran agar lebih menarik, dan lain sebagainya.

Namun, yang paling berat menjadi seorang guru yaitu dituntut untuk selalu mawas diri, artinya harus menjadi contoh terbaik (suri tauladan) untuk siswa-siswinya baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Pekerjaan guru itu berat karena menghadapi makhluk hidup dan bukan benda mati. Makhluk hidup layaknya seperti siswa itu banyak kemauan, perbedaan karakter, sikap dan cara pandang dalam proses kegiatan belajar mengajar. Sehingga komplekslah pekerjaan guru, karena menangani benda mati dan makhluk hidup yang aktif bergerak dengan beragam ciri dan karakternya masing-masing.

Apalagi saat ini pandemi covid-19 sedang mewabah di Indonesia, maka pekerjaan guru akan jauh lebih berat. Yang dulunya mengajar dengan spidol, sekarang digantikan dengan menggunakan perangkat teknologi/laptop dan sejenisnya. Semuanya saat pandemi, pembelajaran daring dilakukan melalui non-tatap muka, baik melalui google classroom (GC), zoom, google meet, youtube video, dll.

Mengajar saat pandemi merefleksikan guru harus sadar akan pentingnya teknologi digital. Guru dituntut untuk paham IT supaya mampu mengoprasikan pembelajaran secara daring dan virtual dengan berbagai macam sarana pendukungnya, sehingga pembelajaran tidak membosankan. Dan guru juga harus up to date tentang perkembangan terkini baik dari cara mengajar, model pembelajaran yang diterapkan saat daring.

Bagi orang tua, pembelajaran daring di tengah pandemi mengajarkan supaya mau mendampingi anak-anaknya untuk mau belajar, mendekatkan emosional anak dan orang tua, serta melatih orang tua agar sabar menghadapi anak-anaknya saat bertanya soal pelajaran. Di sisi lain, orang tua yang dulunya gaptek soal teknologi, kini kembali mau belajar teknologi digital yang diterapkan kepada anak-anak mereka saat belajar di rumah

Bagi siswa, pembelajaran daring memberikan makna bahwa belajar dapat dilakukan dimana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja tanpa batasan waktu. Belajar juga bisa menggunakan banyak media yang ada saat ini. Sehingga selain belajar dengan guru, juga bisa belajar dengan membaca materi-materi pelajaran di internet, buku-buku pelajaran, dan lain sebagainya.

Sehingga pada akhirnya, seorang guru bekerja bukan hanya sebatas mengajar, tapi juga harus menjadi guru pembelajar* (by: Wahid Priyono, S.Pd).

Selamat hari guru nasional 2020, semoga para bapak-ibu guru di tanah air tercinta ini semuanya sehat walafiat, mampu menjalankan tugas dengan baik dan ikhlas tentunya. Guru jasamu jempolan 🙂

Comments (7)

  1. Aamiin, trimakasih atas semangatnya..

    Semoga kita semua menjadi guru yang senantiasa mengajarkan ilmu dengan ikhlas.
    Alhamdulillah disekolah saya masih pakai kapur, belum spidol ataupun media laptop.
    Semoga kedepannya, sekolah saya juga mengikuti perkembangan zaman agar bisa melesat dengan digital yang trending saat ini

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar