0

Rapot : Podcast Berisi Pesan dibalut Komedi Segar (0)

AfanZulkarnain May 8, 2021

Penulis : Moch Afan Zulkarnain

Podcast kini menjadi alternatif lain selain radio, bagi siapapun untuk mendapatkan informasi atau hiburan melalui media audio. Kita dapat mendengarkannya melalui banyak platform, salah satunya Spotify. Platform musik legal tersebut memberikan ruang bagi siapapun yang ingin berkarya dengan membuat podcast.

Mantan penyiar radio Reza Chandika, Ankatama, Radhini dan Natasha Abigail memanfaatkan platform tersebut dengan berkolaborasi membuat podcast bertemakan topik keseharian. Podcast itu diberi tajuk Rapot.

Rapot sekarang menjadi podcast yang diperhitungkan. Hadir setiap kamis dengan topik-topik segar. Rapot sendiri merupakan singkatan dari Reza Anka Radhini Abigail Podcast. Istilah rapot yang dijadikan nama podcast ini juga bermakna rapor secara harfiah. Topik-topik yang mereka kupas akan selalu diakhiri poin refleksi atau pembelajaran dan poin evaluatif tersebutlah yang menggambarkan makna Rapot tersebut.

Di episode perdana , tayang 4 Maret 2019, dengan durasi kurang lebih 10 menitan, seluruh personil Rapot memperkenalkan diri dan mengemukakan alasan mereka membuat podcast ini. Salah satu alasan mereka adalah kangen siaran. Setelah semuanya memiliki kesibukan lain dan tidak lagi menjadi penyiar radio, mereka lalu memutuskan untuk berkumpul dalam sebuah program podcast. Berawal dengan menggunakan 1 microphone yang membuat volume suara mereka kadang tinggi , kadang rendah, hingga memiliki perlengkapan yang sangat memadai. Bukti bahwa karya-karya podcast mereka disambut baik oleh masyarakat.

Topik – topik yang mereka angkat begitu beragam dan kesemuanya adalah penglaman serta amatan mereka tentang hal-hal dalam kehidupan sehari-hari. Misal, pengalaman saat merayakan lebaran dimana sering ditanya-tanya oleh keluarga tentang hal-hal yang sensitif, pengalaman saat ramadhan dimana mereka harus meminta tanda-tangan ustadz selepas sholat tarawih demi keperluan tugas, dan lain sebagainya. Yang menarik, topik tersebut disampaikan secara ringan dan penuh candaan segar sehingga pesan yang disampaikan pun tak terkesan menggurui.

Salah satu episode penuh hiburan dan pesan yang mendalam bagi kita para guru adalah episode 25 yang berjudul Warna – Warni Personiliti Pendidik Tut Wuri Handayani. Dalam episode ini para personil Podcast menceritakan pengalaman mereka selama sekolah dan guru yang sampai sekarang masih diingat. Mereka juga mengulik hikmah dari apa yang telah disampaikan guru-guru tersebut. Ada juga saran dan kritik mereka terhadap guru yang didasarkan pada pengalaman mereka saat bersekolah dahulu, seperti guru yang menyampaikan materi yang salah dan guru yang menghukum terlalu berlebihan, seperti guru yang dianggap siswa tidak punya wibawa, dan lain-lain. Lagi-lagi, mereka menyampaikannya dengan cara yang kocak.

Episode lain yang cukup menguras emosi adalah Mamamia. Dalam episode khusus hari ibu itu para personil Rapot menceritakan pengalaman paling berharga dengan ibu-ibu mereka. Akhir podcast mereka saling menghubungi ibu masing-masing. Disitulah momen mengharukan muncul.

Ada juga episode yang memberikan pesan toleransi dalam episode Suasana Natal yang Kental dimana mereka memberi kesempatan bagi Abigail untuk bercerita mengenai perayaan natalnya dari kecil. Episode ini juga memberi hikmah tentang pentingnya saling menghargai dan saling menghormati antar umat beragama.

Bagaimana, tertarik untuk mendengarkan podcast kocak ini?

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar