4

Rahasia Dua Dunia Bagian III (Habis) (0)

oloan January 6, 2021

Fakta bahwa hasil penelitian PISA, Program for International Student Assessment tahun 2018 menyatakan bahwa lebih dari 41 persen siswa Indonesia itu pernah mengalami yang namanya bulying atau perundungan, setidaknya dalam beberapa kali dalam sebulan. Lebih jeleknya lagi, Indonesia berada pada urutan sepuluh besar terbawah dari 79 negara di dunia dalam kategori kemampuan membaca, matematika, dan sains.

Berangkat dari hasil inilah maka Pemerintah lewat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melakukan sebuah gebrakan dengan Pendidikan Keterampilan Hidup atau disingkat dengan PKH. Adapun andalan dari program ini adalah Rahasia Dua Dunia.

Buku ini berisi tentang informasi-informasi penting tentang perkembangan jasmani dua jenis kelamin, yaitu perempuan dan laki-laki. Buku ini terbit atas fakta bahwa kurangnya informasi menimbulkan stigma, perilaku tidak bersahabat, ejekan, dan kesalahpahaman tentang menstruasi.

Sejak 2018, UNICEF Indonesia dengan dukungan dari KAO Corporation melalui Japan National Committee, menjalankan program Pemberdayaan anak perempuan di Indonesia melalui peningkatan manajemen kebersihan menstruasi (MKM).

Dengan melibatkan remaja perempuan, remaja laki-laki, orang tua, guru, dan pemuka agama, UNICEF telah menyusun buku cerita MKM sebagai suatu cara inovatif dan kreatif dalam mengedukasi remaja perempuan dan laki-laki tentang kebersihan menstruasi dan pubertas.

Buku ini menceritakan bagaimana remaja mendapatkan proses manstruasi pertamanya. Diceritakan Mita adalah remaja perempuan berusia 13 tahun. Ia mendapatkan manstruasi pertamanya dan ia merasakan kesulitan dalam menghadapi hari-hari menstruasinya. Kebingungan Mita bertambah saat dia sedang mencari jati diri dan mulai merasakan jatuh cinta terhadap lawan jenisnya, khususnya teman sekolahnya.

Dalam upayanya dan prosesnya untuk mencari jawaban atas kebingungan yang muncul tersebut, Mita dibantu oleh orang-orang yang menuntunnya untuk mendapatkan jawaban yang tepat. Diantaranya Kak Malya, Ibunya dan Ibu Salma.

Dikisahkan, awalnya Mita merasakan bagian bawah perutnya sedikit mulas dan pegal, itu terjadi saat istirahat kedua menjelang pulang sekolah.

Mita merasa tidak nyaman dan permisi ke kamar mandi, sampainya di kamar mandi Mita mengecek dan menemukan bercak warna coklat kemerahan di celana dalamnya. Mita sadar bahwa dirinya sudah masuk fase manstrubasi, namun dia bingung karena warnanya bukan merah seperti yang pernah dia baca, sehingga wajahnya pucat basi. Belum lagi rasa takutnya apabila bercak tersebut menempel di roknya dan menjadi bahan tertawaan, ejekan dan bahkan bulying oleh teman-teman Mita.

Saat keluar dari kamar mandi, Mita yang kebingungan dan ketakutan, menabrak Kak Malya, kakak pembimbing PMR-nya.

“Mita kenapa? Kamu sepertinya sedang panik sekali?” tanya Kak Malya dengan penuh perhatian.

Mita menarik tangan Kak Malya, lalu mereka berdua berada di kamar mandi.

“Kak, saya tiba-tiba ‘dapet’ nih! Tolong jangan bilang siapa-siapa ya kak, saya malu sekali!”

“Oh, bilang saja sedang menstruasi, jangan pakai istilah ‘dapet’ dan kenapa harus malu? Semua perempuan mengalaminya, termasuk Kak Malya juga”, sahut Kak Malya dengan tenang.

Singkat cerita, Kak Malya mengedukasi Mita bagaimana cara menggunakan pembalut dan bagaimana proses dari menstruasi pada perempuan, juga segala mitos-mitos selama ini yang berkembang di masyarakat tentang mens.

Pun dengan cerita bagaimana jantung Mita berdegup kencang kala berpapasan dengan kakak kelasnya, Dimas. Buku ini sangat baik untuk dijadikan bahan cerita bagaimana agar remaja kita bertumbuh dan berkembang dengan baik, tanpa harus tabu mengenalkan perkembangan fisik dan psikologi anak menjelang remaja dengan segala fenomenanya.

Semoga buku ini bermanfaat…

Comments (4)

  1. Menarik sepertinya ya pak.. membaca rangkuman bapak tentang isi bukunya.

    Meamng sering kali seorang ‘cewek’ yang baru puber dengan tanda ‘mens’ ini ada yang malu atau bahkan ada yang bangga 🤣
    Bahkan yang saya heran, saat ini malah kelas 6 SD sudah puber. Apa juga pengaruh zaman ya pak?? 🤭

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar