6

Rahasia Bu Ari (2) (0)

Tantri January 13, 2021

Cerpen.

Semakin didekati semakin nyatalah bagaimana kondisi memprihatinkan nya rumah Bu Ari

Mereka saling berpandangan dan bisa dipastikan isi kepala mereka adalah sama bahwa mereka sangat prihatin dengan kondisi rumah Bu Ari.

Setelah mengucapkan salam beberapa kali, muncul seseorang dari dalam rumah. Dan itu Bu Ari sendiri. Dia terkejut mendapati kepala sekolah dan wakil kepala sekolah lainnya di depan rumah.

“Mari masuk Pak, Bu,”

Mereka lalu masuk.

“Bagaimana kabarnya Bu Ari? Sehat?” Tanya kepala sekolah.

“Alhamdulillah sehat, Pak. Aduh. Maaf saya tidak tahu kalau mau ke sini jadi rumah masih berantakan.”

“Ya nggak papa Bu.”

Maka terjadilah basa basi singkat.
Saat itu Bu Ari sedang di dapur. Menyiapkan gorengan yang hendak dijual. Maka tangan dan bajunya agak belepotan minyak dan tepung.

Saat Bu Ari pamit membereskan gorengan di dapur, terjadilah sedikit diskusi di antara perwakilan sekolah. Intinya bahwa mereka tak jadi menegur Bu Ari.

“Bu Ari sudah lama jualan gorengan?”
Ya sudah lama Pak.

Mohon maaf, apakah karena ini Bu Ari jadi jarang ke sekolah?

“Mungkin bisa dibilang begitu. Saya masih kerepotan dengan kegiatan di rumah Pak.”

“Mohon maaf, rumah Bu Ani sudah mengkhawatirkan lho Bu. Apa nggak takut kalau sewaktu waktu jatuh atau roboh?
Apa tidak segera diperbaiki Bu Ani?”

“Kalau takut ya takut. Tapi ya mau bagaimana lagi. Untuk memperbaiki rumah kan butuh biaya. Dan tidak sedikit. Tapi bagaimana untuk memperbaiki, untuk makan sehari-hari saja sangat sulit.”

“Apakah ini pula yang membuat hari jadi sering tak masuk sekolah Bu?”

“Bisa dibilang begitu Kok saya harus nyambi untuk menambah penghasilan.”

Mendengar jawaban itu semua yang evil terdiam dan sibuk dengan pikiran masing-masing.

Sampai beberapa saat kemudian kepala sekolah memecahkan kebekuan suasana.

“mohon maaf ya Bu kami tidak tahu kondisi Ibu Ari selama ini seperti apa dan Baru kali ini kami bisa menjenguk Bu Ari,”

“Mudah-mudahan kami bisa sedikit membantu apa yang ku hari. Oh iya Bu ini ada sedikit bantuan dari guru-guru di sekolah Mohon diterima.”

“waduh maaf Pak kepala sekolah saya jadi nggak enak mohon maaf sudah merepotkan.
Tidak Bu digunakan untuk keperluan yang mendesak.”

“Terima kasih Pak Terima kasih Bu mudah mudahan saya Allah memberikan balasan yang berlipat ganda kepada bapak ibu.”

“Ya Pak. Semoga saya bisa memperbaiki permasalahan saya yang sering tidak masuk sekolah Ah ini juga sebetulnya nggak enak karena meninggalkan siswa tadinya malah Saya mau mengundurkan diri.”

“Lah jangan Bu Ibu nggak boleh gitu masalah ini mari kita Cari solusinya bersama-sama.”

“Iya Pak saya pun sebetulnya sangat berat sekali kalau mundur dari grup jadi guru karena saya juga sangat senang bisa memberikan ilmu kepada anak-anak.”

Comments (6)

  1. Cukup menyentuh..

    Tidak sedikit nasib guru yang seperti ini. Beruntung saja masih pandemi. Saya juga jarang masuk ketika masih normal. Bukan karena seperti Bu Ari, tapi kadang masih ribet sama tanggungjawab dan kewajiban di rumah 😁
    Tapi dengan rasa senang hati pada siswa di sekolah, akan terbawa suasana semangat untuk masuk sekolah..

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar