5

"Ih,…..Pak Guru sombong!" (+1)

Botaksakti May 6, 2012

Entah berapa tahun lalu saya menemukan jalan keluar. Awalnya, saya begitu ingin menulis. Menulis dan terus menulis. Namun, sekedar menulis ternyata terasa kurang nikmat. Saya ingin tulisan saya dibaca orang dan syukursyukur ada tanggapan yang saya dapatkan. Dan jeleknya, saya orang yang kurang saba rmenunggu tanggapan tersebut.. Maka saya begitu gelisah mencari, mencari, dan mencari jalan keluar dari masalah tersebut.


Sampai pada suatu ketika, saya kemudian menemukan sebuah media on line. Sebuah blog keroyokan yang berafiliasi kepada sebuah media cetak besar di negeri ini. Dan sayapun langsung bergabung. Saya menulis di blog tersebut. Hanya saja, ternyata iklim yang saya dapatkan di bolg tersebut terasa kurang cocok. Tanggapan di blog tersebut, dari pembaca atau sesama penulis blog, terasa begitu ‘mengganggu’. Mereka cenderung mengumbar pujian dan kurang memberikan kritik yang bisa menambah wawasan saya.


Iklim yang kurang sesuai dengan harapan saya, akhirnya membuat saya bergeser. Saya mencoba mencari blog keroyokan lainnya. Dan bertemulah saya dengan blog politik yang masih keluarga saling-silang.com. Blog ini unik. Para membernya begitu luar biasa. Tulisan saya kadang menjadi bulan-bulanan kritik. Suasana diskusi benar-benar hidup. Komentar-komentar yang masuk menunjukkan betapa para penghuninya berjiwa tulus untuk saling belajar dan membelajarkan. Dan saya bersyukur karena dari suasana diskusi yang kadang sangat tajam(bahkan kadang brutal) saya mendapatkan banyak sekali tambahan pengetahuan. Tanpa saya sadari, saya telah belajar begitu banyak, terutama mental. Saya merasa menjadi lebih terbuka dan lebih beradab dalam hal tulis menulis.


Lantas, kegiatan saya yang begitu menyenangkan itu saya coba bawa ke dalam kelas. Saya ceritakan ke siswa-siswa saya. Betapa asyiknya menulis, utamanya di blog keroyokan, karena kita bisa langsung mendapatkan umpan balik yang sangat berguna. Saya ceritakan juga betapa kami saling ‘menghajar’ lewat tulisan dan komentar di blog, tetapi ketika kami bertemu darat atau biasa disebut ‘kopdar’ kami begitu cair, penuh keakraban dan persaudaraan. Tak lupa saya ceritakan, betapa saya mendapat sambutan meriah dari teman-teman pada setiap acara kopdar.


Akhirnya, beberapa siswa saya tertarik ikut bergabung. Ada yang tidak tahan dengan iklim yang ada namun ada pula yang survive dan cukup populer di komunitas blog itu. Dan itu menjadi senjata saya untuk terus mengajak siswa-siswa saya menulis di blog. Sambil tak lupa, saya juga terus menceritakan ‘kehebatan-kehebatan’ saya di komunitas tersebut. Sampai suatu hari……..


“Ih, …..Pak guru sombong!”, celetuk seorang siswa ketika mulut saya sedang berbusa-busa bercerita dengan semangat 45.


Saya terhenyak. Celetukan itu membuat saya sadar tiba-tiba. Mungkin cara saya salah.


“Astagfirullah……..!”, bisik saya seketika.


Ya, mungkin keinginan besar saya untuk menularkan kesenangan yang berguna telah menjerumuskan saya pada sebuah kesombongan. Hanya saja, saya pikir bukan cara yang tepat kalau saya harus menghentikan keinginan menularkan kesenangan itiu. Saya ingin terus menularkannya karena saya yakin menulis pasti banyak manfaatnya.


Maka saya mencoba mengubah cara saya. Saya ajak anak-anak saya membaca tulisan-tulisan yang ada di blog dan merekontruksi proses kreatif munculnya sebuah tulisan. Rupanya, cara ini lumayan berhasil. Siswa-siswa saya begitu tertarik dan asyik menduga-duga bagaiman sebuah tulisan bisa muncul. Lantas mereka mencoba menerapkannya untuk memroduksi tulisan sendiri dengan proses kreatif yang sudah ia pelajari. Hasilnya, beberapa siswa tulisannya bertebaran di blog keroyokan yang mereka rasa cocok dan juga di blog pribadi mereka sendiri. (Hadoh…sombong lagi ya, saya? Maafkan kalau begitu!) Salam!

Comments (5)

  1. Memang harus dibiasakan menulis, mengungkapkan pikiran dan yang dirasakan. Mungkin ke depannya bisa memberi tugas menulis (di blog) secara rutin pada anak2 murid pak.. :).

    Mudah2an bisa jadi salah satu solusi mengurangi tawuran kan?

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar