3

Purnama Di Bukit Langit (0)

FitriyaniElHasan January 27, 2021

Judul                     : Purnama Di Bukit Langit

Jenis buku             : Antopologi Puisi Tiongkok Klasik

Penerjemah           : Zhou Fuyuan

Penerbit                 : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit          : 1 April 2007

Tebal buku      : 367 halaman

Menciptakan sebuah buku bukanlah suatu hal yang mudah, apalagi untuk menciptakan suatu yang berbeda dan unik. Namun Zhou Fuyuan mampu menghadirkan suatu karya yang unik dan menarik, dengan mengumpulkan puisi-puisi Cina klasik dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia yang kemudian dijadikan sebuah buku. Namun ada beberapa poin yang harus diingat, bahwa setiap karya memiliki kelebihan sekaligus kelemahan. Berikut akan dijelaskan lebih lengkapnya tentang kelebihan dan kelemahan karya ini:

Kelebihan

            Terjemahan ini adalah kumpulan puisi Cina yang paling lengkap dibanding terjemahan-terjemahan lain yang sebelumnya. Penerjemah yang berpengalaman mampu menghasilkan terjemahan yang beda, tapi bagus dan indah, terutama penggunaan Bahasa Indonesia dan penghayatan terhadap makna puisi Cina itu sendiri. Buku ini merupakan karya yang langka, karena yang diterjemahkan merupakan puisi Cina dengan bahasa yang bukan merupakan bahasa internasional layaknya bahasa inggris dan puisi yang diterjemahkan juga puisi yang sudah sangat tua dan langka ditemukan. Bahasa indonesia yang bersifat fleksible mengenai gramatika serta bahasa Cina yang tidak mengenal adanya infleksi jender, jamak, dan tensis memudahkan Penerjemah untuk menghasilkan sesuatu yang indah tanpa mengabaikan makna karya tersebut.

Kelemahan

            Faktor budaya, kebiasaan, serta cara befikir yang berbeda dengan orang Indonesia akan menyulitkan penerjemah dalam menterjemahkan puisi Cina klasik. Sehingga tidak semua terjemahan memiliki arti yang pas menurut arti itu sendiri. Penerjemah tidak cukup teliti dalam memaknai sebuah puisi, karena terlalu mengutamakan keindahan bahasa Indonesia, sehingga arti puisi terkadang berubah rasa tidak seperti aslinya. Ada beberapa puisi yang hanya diterjemahkan hanya beberapa sajak dan yang lanjutanya tidak diteruskan. Ada beberapa karya yang tidak diterjemahkan langsung dari bahasa Cina, namun dirujuk dari terjemahan bahasa inggris.

Kesimpulan

Secara keseluruhan buku ini bagus sekali menurut saya, karena Zhou Fuyuan sudah bekerja keras menciptakan sesuatu yang langka dan merupakan antopologi paling lengkap. Daripada kita sulit untuk menterjemahkan sendiri puisi Cina, lebih baik membaca buku ini. Puisi tersebut mungkin sangat langka dan sulit untuk mencarinya sendiri. Karya ini perlu dibaca sebagai tambahan pengetahuan tentang karya sastra asing sekaligus untuk menghargai perjuangan pencipta buku, serta untuk mengembangkan budaya membaca di Indonesia yang masih rendah.

Pengalaman saya meresensi buku. Ternyata tidak mudah. Selain harus benar-benar meresapi isi dari buku yang dibaca, kita juga harus bisa membuat point of view terhadap karya yang sedang kita baca. Tidak banyak yang bisa saya rangkum dari buku ini. Menyelesaikan untuk membacanyapun masih harus cari waktu luang ditengah kesibukan menjadi ibu rumah tangga dan kewajiban sebagai guru online.

Semoga bermanfaat. Mohon masukan bapak bu baik saran ataupun kritik dari hasil resensi saya. Trimakasih.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar