0

PTM atau PJJ (0)

Agus Wahidi, M.Pd April 15, 2021

Suasanan pandemi masih belum hilang. Pertambahan kasus konfirmasi terpapar Covid masih menunjukkan kabar baik. Pemerintahpun memberikan kebijakan pembetasan kegiatan masyarakat. Pada bidang pendidikan ada beberapa sekolah menerapkan belajar dari rumah. Tetapi ada juga beberapa sekolah menerapkan PTM langsung skala terbatas baik waktu maupun jumlahnya.Kebijakan yang beragam ini terkait dengan kondisi masing-masing sekolah dan regional.

Dua hal yang menjadi pertimbangan yaitu keselamatan dan pendidikan. Keselamatan untuk jangka pendek dan berakibat langsung pada peserta dan guru dan semua komponen yang ada di sekolah. Kekhawatiran lahirnya klaster baru yaitu klaster sekolah memang nyata, Ada sekolah yang terindikasi beberapa siswanya terkonfirmasi covid 19.

Kebiajan PJJ yang diselenggarakan oleh sekolah bisa daring ataupun luring, dan sekarang lagi trend menggunakan pola pembelajaran blended PJJ dan PTM. Pola pembelajaran kombinasi TM dan Daring ini mungkin sedikit mengobati permasalahan yang pelik mengenai pembelajaran di era pandemi.

PTM secara terbatas mendorong penyelanggara teruatama satuan pendidikan untuk dapat menata konten dan konteks pembelajaran di sekolah. Konten berupa muatan kurikulum disesuaikan denganasa esensialis materi yang diajarakan, standar penilaian pun menyesuaiakan karena siswa belajar dalam kondisi tidak normal. Konteks berupa Sarana dan prasarana yang dipersyaratkan memenuhi prokes juga bukan hal yang ringan, memerlukan biaya yang besar dalam merombaknya.

PTM secara terbatas juga masih memerlukan dukungan pembelajaran daring. Dengan adanya PTM yang terbatas ini, maka PJJ baik daring maupun luring masih tetap diperlukan. Perlu adanya pemetaan konten pembelajaran yang sesuai dengan PJJ atau dengan PTM. Pemetaan ini dilakukan harus secara bersama-sama dengan semua komponen yang ada di sekolah.

PTM dan PJJ ini mempunyai titik tekan yang berbeda dalam kelebihan dan kekurangannya. PTM memiliki kekuatan pada pembinaan secara emosional yang terkait dengan pembentukan karakter siswa yang positif, dan pembelajaran sosial yang menumbuhkan empati dan simpati dan kolaborasi antar siswa. Pembelajaran sosial ini mungkin juga akan terbatas juga dengan adanya prokes. Sedangkan PJJ lebih dominan pada peningkatan kemandirian belajar siswa dan guru, konten yang dapat di akses oleh siswa kapan saja, guru dan siswa kaya akan literasi, keterbatasan ruang dan waktu bisa diatasi, guru dan siswa menyesuaikan perubahan secara global.

Dengan melihat beberapa kelebihan dan kekurangan PJJ dan PTM maka sebaiknya keduanya sama-sama dijalankan dengan mempertimbanagkan aspek keselamatan fisik dan mental siswa dan guru agar tercapai tujuan pembelajaran dan pendidikan.

Dalam masa-masa peralihan ini maka yang bisa dilakuan oleh sekolah dan guru adalah meningkatkan sarana dan kemampuan SDM nya untuk beradaptasi dengan pembelajaran yang berbasis digital dari segi konten, aplikasi, dan metode mengajar menggunakan media digital. Jadi ketika PTM diberlakukan secara masal maka pembelajaran berbasis digital masih bisa dilaksanakan dan diterapkan untuk siswa dan guru.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar