3

PTK (Bab I) (0)

Rifana Luudi February 7, 2021

BAB I

PENDAHULUAN

  1. Latar Belakang Masalah

Dalam proses pembelajaran, terdapat dua faktor yang berpengaruh yaitu guru dan siswa. Sebagai seorang guru, dituntut untuk menjadi model atau teladan bagi siswa juga menjadi pengelola pembelajaran yang baik ( manager of learning).

Dalam pembelajaran, ada pandangan yang mengatakan bahwa seorang guru yang baik, bukan saja harus menguasai spesialisasi ilmunya, akan tetapi harus mengenal proses belajar siswa, cara-cara mengajar, teknik penilaian yang tepat dan sebagainya. Guru yang hanya menguasai bidang ilmunya saja belum tentu dapat membuat siswa-siswanya mengerti atau memahami pelajaran yang sedang diajarkannya. Sebaliknya juga guru yang hanya menguasai ilmu didaktik saja belum tentu menjadi guru yang baik.

Kenyataan yang muncul pada saat ini adalah guru mampu menguasai spesialisasi ilmunya tetapi belum sepenuhnya memahami siswanya, bahkan untuk menyalurkan ilmunya, guru belum dapat menggunakan cara-cara yang inovatif, menyenangkan dan dapat diterima dengan baik oleh siswa sehingga tujuan yang diharapkan dari pembelajaran tersebut tidak tercapai. Tidak tercapainya tujuan pembelajaran ini dapat dilihat dari rendahnya hasil belajar siswa.

Selain guru siswa juga sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran. Berhasil atau tidaknya suatu pembelajaran tergantung pada siswa. Ini dapat dillihat dari aspek yang dimiliki siswa antara lain aspek latar belakang yang menurut Dunkin ( Asrori, 2007) disebut pupil formative experiences serta faktor sifat yang dimiliki siswa yang disebut pupil properties. Aspek latar belakang meliputi jenis kelamin, tingkat sosial ekonomi, dan tempat tinggal siswa. Sedangkan dilihat dari aspek sifat yang dimiliki siswa meliputi kemampuan dasar, pengetahuan, dan sikap. Tidak dapat disangkal bahwa setiap siswa memiliki kemampuan yang berbeda-beda. Sikap dan penampilan siswa didalam kelas juga merupakan aspek lain yang bisa mempengaruhi pembelajaran. Ada kalanya ditemukan siswa yang sangat aktif dan ada pula siswa yang pasif dan tidak sedikit juga ditemukan siswa yang memiliki motivasi yang rendah dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran matematika, faktor-faktor diatas sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pembelajaran. Dengan karakteristik matematika yaitu memiliki objek kajian yang abstrak maka sangat diperlukan kemampuan seorang guru agar konsep yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh siswa. Respon yang baik dari siswa pun turut mempengaruhi tersampainya konsep yang diajarkan guru.

Pokok bahasan Logaritma sebagai bagian dari pembelajaran matematika SMK Kelas X Teknik Audio Video, sangat membutuhkan peran serta guru dan siswa agar tujuan dari pembelajaran ini tercapai. Kenyataan yang dialami penulis sebagai guru matematika di SMK ……. Kelas X Teknik Audio Video semester ganjil Tahun pelajaran 2019/2020. Untuk materi Logaritma ini, hasil belajar siswa –siswa sangat rendah. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ) untuk materi ini adalah 80 tetapi dari 13 orang siswa kelas X Teknik Audio Video tidak ada satu pun yang mencapai KKM . Nilai rata-rata kelas adalah 30,0 . Penulis menyadari bahwa ada ini terjadi karena tidak dapat disangkal bahwa dalam pembelajaran ini ada kendala-kendala yang dialami baik guru maupun siswa antara lain : sebagai guru, penulis masih menggunakan cara yang konvensional, kurangnya pembimbingan ketika siswa-siswa diberikan latihan soal , menurunnya motivasi belajar siswa  karena pelajaran matematika diajarkan pada siang hari pukul 11.05 – 13.05 , kurangnya latihan-latihan soal serta kemampuan matematika siswa yang masih rendah.

Dalam pembelajaran tidak ada satu model atau metode pembelajaran yang lebih baik daripada yang lainnya. Model atau metode pembelajaran akan berhasil jika guru maupun siswa saling bekerjasama dengan baik.

Metode pembelajaran konvensional tidak selamanya tidak berhasil digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Tergantung dari bagaimana keadaan siswa-siswa yang diajar. Namun penulis menyadari bahwa metode ini jika tetap digunakan maka tidak akan ada perubahan pada hasil belajar siswa. Oleh karena itu penulis menerapkan suatu model pengajaran langung dengan metode kumon untuk memperbaiki hasil belajar siswa.

Jika dilihat dari karakteristiknya, antara pembelajaran konvensional dengan model pengajaran langsung terdapat kesamaan namun dalam model pengajaran langsung langkah-langkah yang ditempuh lebih teratur. Guru berperan mendemonstrasikan pengetahuan dan keterampilan, siswa berperan menemukan sendiri pemecahan dari masalah ( latihan-latihan soal) yng diberikan guru.

Jika (Wahyuni & Mustadi, 2014)ini tanpa adanya penambahan metode yang lain maka tidak ada bedanya dengan model pembelajaran konvensional. Oleh karena itu penulis menggunakan metode Kumon untuk menunjang model pengajaran langsung. Dengan menggunakan metode kumon, siswa harus mencari sendiri pemecahan dari masalah yang diberikan guru namun jika dalam 5 kali, guru memeriksa hasil pekerjaan siswa dan mengembalikannya, bimbingan akan diberikan kepada siswa untuk memperoleh jawaban yang benar. Dengan kata lain,metode kumon dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa secara mandiri.

Berdasarkan pemikiran diatas maka peneliti mengangkat sebuah judul : “Penerapan Model Pengajaran Langsung dengan Metode Kumon untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Materi  Logaritma”.

Identifikasi Masalah

  1. Apakah motivasi belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pembelajaran dengan menerapkan model pengajaran langsung dengan metode kumon ?
  2. Apakah ada peningkatan hasil belajar siswa yang mengikuti pembelajaran Logaritma menggunakan model pengajaran langsung dengan metode kumon ?
  • Batasan Masalah

Masalah dalam penelitian ini dibatasi pada pembelajaran Logaritma dengan menggunakan Model Pengajaran Langsung dengan Metode Kumon

  • Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan batasan masalah maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Apakah pembelajaran Logaritma menggunakan Model Pengajaran Langsung dengan Metode Kumon dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Teknik Audio Video SMK …..?

  • Tujuan dan Manfaat Penelitian
  • Tujuan Penelitian

Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Logaritma dengan menggunakan Model Pengajaran Langsung dengan Metode Kumon.

  • Manfaat Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah :

  1. Dapat membantu guru memperbaiki cara mengajar  pada materi logaritma
  2. Dapat meningkatkan hasil belajar siswa khususnya pada materi logaritma
  3. Dapat meningkatkan profesionalitas guru

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar