1

Proyek sederhana untuk anak SD (+3)

Bu Etna @gurutematik April 2, 2014

Selamat Malam Guraru. Insya Allah kita semua sehat wal afiat. Sesuai dengan tema bulan ini, maka saya malam ini berupaya untuk membuat suatu contoh metode proyek yang sederhana untuk anak SD. Yang utama harus diperhatikan adalah langkah pembelajarannya. Ada 3 langkah utama yang biasa saya lakukan untuk siswa SMA dan contoh videonya sudah saya posting bulan Maret. Langkah proyek ini sebagai berikut:

  1. Melalui tanya jawab anak dibimbing untuk merumuskan masalah.
  2. Anak melakukan percobaan sederhana untuk memperoleh data.
  3. Melaporkan hasil percobaan dalam bentuk laporan tertulis dan dipresentasikan. Setelah anak presentasi dan direspon oleh teman dan guru, barulah guru memperluas konsep anak dengan memutar video. Carta dapat digunakan di awal pembelajaran. Pemutaran video juga merupakan alternative. Jika guru ingin membuka ide anak untuk perumusan masalah, berarti video dapat diputar di awal kegiatan.

Karena contoh pembelajaran ini untuk SD dan saat ini saya cobakan pada cucu, maka saya mencari video YouTube yang mungkin sering didunakan oleh guru SD ketika mengajar tanpa metode proyek. Video berikut membahas alat pernafasan manusia dan saya juga mengambil gambar di bawah ini yang sering dicartakan atau digambar di papan.

Alat pernafasan

Media apapun yang sudah dimiliki guru tetap dapat digunakan, namun langkah pembelajaran harus direncanakan dahulu. Contoh proyek ini saya tujukan untuk guru-guru yang telah memiliki video semacam ini atau melaksanakan PjBL dengan memanfaatkan video YouTube. Saya sudah mencoba menerapkan cara ini pada cucu. Ini hanya sekedar contoh untuk guru yang akan melaksanakan proyek dan tetap memanfaatkan perangkat carta atau video yang tersedia.

Berikut cuplikan langkah awal, guru bertanya kepada siswa untuk membimbing mereka menuju perumusan masalah.

“Anak-anak, topik kita hari ini tentang pernafasan manusia. Apa yang terpikir oleh kalian?”

“Bernafas melalui hidung.”

“Bagus. Apa yang melalui hidung?”

“Udara.”

“OK. Udara masuk ke hidung, terus ke mana?”

“Ke paru-paru.”

“Sebelum paru-paru?”

“Leher.”

Hehehe saya tak kuat menahan tawa dan diapun ikut tertawa.

“Salah ya? Maksudku pipa yang ada di dalam leher. Namanya lupa.”

“Apakah pernafasan sudah dipelajari?”

“Sudah, tapi dengan gambar terus dijelaskan dan berkelompok mengerjakan soal di buku. Langsung dikumpulkan.”

“Ehmm ya, bagus itu.”

“Tapi aku lupa nama pipa itu. Satunya untuk masuknya makanan dan satunya untuk pernafasan.”

“Ya tak apa. Ini ada videonya, nanti bisa dipelajari dan buatlah laporan berupa paragrap ya.”

“Lho itu kan pelajaran menulis dalam bahasa Indonesia.”

“Iya benar. Guru bahasa Indonesiamu sudah mengajarkan bagaimana cara melaporkan bacaan dan hasil pikiran dalam bentuk tulisan dengan beberapa paragrap.”

“Iya ya. Boleh, hari Sabtu saja ya, soalnya nih banyak tugas.”

“Oh ya tak apalah. Abuk (dia memanggilku begitu) masih ingin bertanya lagi beberapa menit ya.”

“Boleh, aku sudah selesai mengerjakan PR kok.”

“Bagaimana kau bernafas?”

“Ya menarik udara dulu lalu dihembuskan lagi.”

“Mengapa kita selalu bernafas?”

“Kalau tak bernafas ya mati, hehehe, abuk lucu.”

Ya saya ikut tertawa juga, mungkin memang saya lucu.

“Kalau udara itu ditarik dan dihembuskan kembali, apa gunanya bernafas?”

“Lho saat udara ditarik, oksigen dalam udara diperlukan untuk hidup.”

“Oh ya? Untuk apa oksigen itu?”

“Untuk pembakaran makanan tapi tidak mengeluarkan api.”

“Oh ya …. Setelah pembakaran, apa yang terjadi?”

“Tenaga, maka kalau kita makan kita akan kuat. Kalau kurang makan atau terlambat makan jadi lemas.”

“Bagus sekali. Sedikit lagi, selain tenaga, apa lagi yang dihasilkan?”

“Bernafas itu memerlukan oksigen dan melepaskan karbon dioksida.”

“Benar. Bagaimana kau tahu bahwa ketika menghembuskan nafas, keluarlah karbon dioksida, atau CO2?”

“Ya diselidiki.”

“Sudahkah kau melakukannya?”

“Belum.”

“Kau harus melakukannya. Hari Sabtu, kita buat suatu proyek kecil, membuktikan hal tersebut. OK sekarang istirahatlah. Terima kasih ya.”

“Sama-sama abuk, senang diajari abuk. SMA belajarnya seperti ini ya?”

Begitulah Guraru cuplikan latihan PjBL untuk SD. Semoga secuil ide di atas ada gunanya dan video berikut juga dapat bermanfaat. Selamat menerima tantangan dari admin Guraru. Salam perjuangan.

About Author

Bu Etna @gurutematik

Saya guru kimia di SMAN 16 Surabaya sejak tahun 1973 hingga Desember 2011. Saya sudah purna tugas sebagai PNS, namun Insya Allah saya tetap mengajar untuk melayani bangsa hingga akhir hayat. Pembelajaran yang saya lakukan dapat melalui blog, sms, email, atau yang lain. Saya selalu berupaya untuk mengajar kepada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagian dari pengalaman ini sudah saya tulis di blog saya. Insya Allah saya dapat menulis secara rutin, termasuk permintaan pengguna blog.

View all posts by Bu Etna @gurutematik →

Comments (1)

  1. Guraru, bagaimanapun ketiga langkah utama dlm metode proyek di atas tak dpt dikurangi atau hanya dilakukan salah satu. Sebab ketiganya merupakan rantai dasar dlm proses penalaran pd pembelajaran bermakna. Insya Allah kita semua dpt fokus pd proyek, khususnya bln April ini shg ke depan kita dpt lancar dan sukses. thx kepada pembaca, Insya Allah sharing ini ada manfaatnya. Salam.

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar