2

Prosedur Pendaftaran Mendapatkan Vaksin Covid-19 (0)

Ega Bekti December 7, 2020

Pemerintah juga sedang berupaya untuk mengembangkan dan memperkenalkan vaksin COVID-19 ke Indonesia.

Mengutip siaran pers di situs web Satgas Pengelola COVID-19 pada 19 Oktober, saat menjawab pertanyaan tentang harga vaksin COVID-19, pemerintah mempertimbangkan untuk melindungi seluruh populasi.

Prof Wiku Adisasmito, Juru Bicara Pemerintah Penanganan COVID-19, mengatakan pemerintah tidak ingin membebani masyarakat.

Prof Wiku juga mengklarifikasi, dengan semakin berkembangnya vaksin, skema distribusi vaksin akan dilakukan berdasarkan prioritas.

Mekanisme prioritas berlaku untuk orang yang berisiko tinggi terpapar COVID-19, seperti dokter, tenaga kesehatan, dan perawat yang setiap hari bersentuhan dengan pasien COVID-19.

“Nanti akan ada pertimbangan tersendiri apakah diberikan kepada masyarakat yang berisiko tinggi dan juga diberikan kepada daerah,” jelas Prof. Wiku.

Sekretaris Perusahaan Bambang Heriyanto dari PT Bio Farma mengatakan harga vaksin COVID-19 berada pada kisaran Rp 200 ribu. Harganya masih perkiraan, kata Bambang, bisa di bawah atau lebih tinggi.

Selain itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin juga melaporkan adanya registrasi vaksin COVID-19. Seperti apa proses dan alirannya? Lebih lanjut tentang berikut ini, cari tahu.

Dua Skema untuk Menawarkan Vaksin kepada Populasi

Menteri Kesehatan Letnan Jenderal TNI (Purn), dr Terawan Agus Putranto mengutip Pikiran Rakyat mengklarifikasi bahwa pengenalan vaksin COVID-19 akan dilakukan melalui 2 skema.

Kedua, melalui kampanye vaksinasi yang menargetkan 32.158.276 individu, yang mencakup 73.960.000 dosis vaksin. Selain itu, sekitar 75 juta orang yang membutuhkan 172 dosis diarahkan untuk mendapatkan vaksin mandiri.

Tujuannya adalah agar setiap orang menerima dua dosis, menambahkan 15 persen tingkat limbah ke dalam rencana.

Tahapan Pendaftaran untuk vaksin COVID-19 online

Wakil Presiden Ma’ruf Amin telah menyatakan bahwa sistem online akan digunakan untuk pendaftaran vaksin COVID-19. Kandidat vaksin akan diuji kesehatannya setelah mendaftar untuk memastikan kesiapan mereka.

Saya punya penjelasan. Pertama mendaftar secara elektronik, cek dulu kesehatannya apakah bisa divaksinasi atau tidak, “Saya punya penjelasannya. Pertama mendaftar lewat online, cek dulu kesehatannya, bisa divaksinasi atau tidak. , “Saya punya penjelasan.

Setelah terdaftar dan sejahtera, lanjut Ma’ruf, semua orang dianggap sudah lolos kriteria. Vaksinasi akan dilakukan dan diminta menunggu giliran divaksinasi.

Pemerintah juga merencanakan registrasi kelompok untuk memastikan vaksin yang terdiri dari empat tahap itu diterima.

  1. Pendaftaran, Pendaftaran

Peserta menunjukkan e-tiket, kemudian NIK dan daftar tujuan yang didapat dari aplikasi Pcare diperiksa oleh petugas registrasi.

  1. Pemutaran dengan

Untuk melihat status kesehatan dan mengenali gejala penyakit penyerta, perawat kemudian melakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik dasar.

  1. Imunisasi

Sesuai konsep injeksi aman, petugas mendapat vaksinasi intra muskuler. Petugas kemudian menulis memo dengan nama vaksin dan nomor batch vaksin yang ditetapkan ke target.

  1. Pengamatan dan Pencatatan

Petugas melaporkan hasil layanan vaksin dalam aplikasi Pcare. Ini dicatat dan diprogram ulang melalui aplikasi Pcare untuk target yang vaksinasi ditangguhkan.

Untuk melacak potensi insiden tindak lanjut pasca imunisasi (KIPI), target diamati selama 30 menit. Petugas kemudian memberikan edukasi tentang 3M dan vaksin COVID-19.

Dalam hal biaya, secara hukum merupakan kewajiban pemerintah untuk memutuskan berapa banyak warga yang divaksinasi. Ma’ruf Amin menilai, hal itu gratis. Namun demikian, masih ada beberapa vaksin yang akan dilakukan secara mandiri.

“Jumlah yang akan divaksinasi, berapa jumlahnya) menjadi tanggung jawab pemerintah untuk dibagikan secara gratis, dan ada) berapa yang akan mandiri,” pungkas Ma’ruf.

Informasi tentang pendaftaran vaksin COVID-19 dapat diakses.

Comments (2)

  1. Takut pak mau daftar vaksinnya. Saya ogah disuntik 😂😂

    Tapi ini mungkin akan merata dahulu pada daerah pusat ibukota. Kalo pelosok seperti saya, mungkin masih harus antri dulu untuk bisa dapat vaksinnya. Bismillah aman..

    Makasi ya pak infonya, jadi sewaktu² jika ada pendaftaran saya tidak bingung alurnya 😀

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar