9

Prestasi tanpa publikasi seorang Al-Hafidz (+6)

Olivia Herlina Hanggi May 19, 2015

Allahummarhamna bil Qur’aaan ….“Ya Allah, sayangilah kami dengan Al-Qur’an …
Waj’alhu lana imaman wa nuran wa hudan wa rahmah …“Dan jadikanlah ia (Qur’an) imam kami, juga sebagai cahaya, sebagai petunjuk, dan sebagai kasih sayang …

Suara salah satu kader terbaik Al Qur’an bangsa kita, pengasuh pondok pesanten Nurul Hikmah, tempat hafidz dan hafidzah cilik menuntaskan bacaan dan hapalan Alqurannya.. Suara Ustadz Muzammil rahimahullah, masih saja terasa terngiang di sanubari dengan lembut dan syahdu.. membuat hati dan mata memanas entah pada suhu berapa, yang jelas hati yang terbuat dari bahan yang lembut tapi kadang kerasnya Masya Allah melebihi gunung batu ini menjadi luluh lantak dihantam oleh lembut suaranya.
Terbayang air mata yang terus bercucuran, Mengingat betapa hebatnya perjuangan beliau membimbing anak sejak usia dini untuk meraih predikat shahibul Qur’an, teman akrab Al-Qur’an.
Air mata yang tertahan mengalir dari para santri dan santriwati, terkenang kenikmatan-kenikmatan yang Allah SWT turunkan untuk membantu beliau mendampingi kesulitan-kesulitan di dalam menghafal Kitabullah …
Ya Robbi sungguh perjuangan yang tak mudah untuk anak anak yang masih perlu disayang, dimanja, menikmati masa indah untuk menjadi seorang anak yang berjuang menjadi shahibul quran. Memilih hidup bersama Al-Qur’an, jauh dari dekapan hangat orangtua. Untuk menyambut ridho Allah SWT dan Rasulnya serta mempersembahkan mahkota cahaya buat kedua orangtuanya.
Rasulullah saw. bersabda,”Barang siapa yang membaca Al-Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya, kedua orangtuanya di hari kiamat akan di pakaikan mahkota dari cahaya.
Sinarnya persis seperti sinar matahari. Kedua orangtuanya diberi dua perhiasan yang tidak bisa dibandingkan dengan dunia. Keduanya bertanya,’Dengan apa kami mendapatkan semua ini?’ Dijawab,’Anakmu mempelajari Al-Qur’an.

Subhanallah.. ketika seorang anak jauh dari orangtuanya, untuk menjadi hafidz dan hafidzah cilik. Seorang H, Ahmad Muzzammil MF. Al-Hafidz maju menjadi orangtua bagi hafidz dan hafidzah cilik kami. Dia tidak sungkan untuk melayani dan membimbing serta penyemangat hafidz dan hafidzah cilik. Begitu cintanya beliau terhadap Al-quran sehingga mampu mendorong beliau untuk mencetak generasi-generasi Quran sejak usia dini.
H, Ahmad Muzzammil MF. Al-Hafidz
Sosok Pengajar dari kalangan muda yang menggeluti ilmu Al-Quran sejak usia muda, beliau dapat menghafal Al-quran 30 juz dan meraih presatasi juara MHQ tingkat Nasional dan Internasional di Mekkah usia 15 tahun.
Nama lengkap : H. Ahmad Muzzammil bin Muzhoffar Fathurrahman. Lahir di Jepara 21 Maret 1977, menikah dan mempunyai sepuluh orang anak. Aktifitasnya sebagai sebagai koordinator dan pengajar tahsin tahfidz di LTQ Al-Hikmah, Mampang Jakarta Selatan, LTQ Markaz Al-Quran Kalisari, Jakarta Timur, FHQ Nurul Hikmah Ciputat Tangerang, FHQ Nisa Kreatif Bogor Jawa Barat, Instansi Pemerintah dan swasta. Pendidikan : SD Negeri dan Madrasah Diniyah di Jepara Jawa Tengah, Mts dan MA di Annur Bantul Yogyakarta, Pesantren Darul Rahman Jakarta, Program Bahasa Arab Intensif, Kuliah di PTIQ Jakarta.
Tapi sekarang beliau sudah pergi meninggalkan kita semua, beliau meninggal pada usia muda namun memiliki proses perjalanan hidupnya sarat dengan prestasi, Usia 15 tahun beliau sudah menjadi hafidz internasional. Sarat prestasi tanpa publikasi, tapi kiprahnya berhasil melahirkan hafidz-hafidzah Indonesia. Rupanya hadiah Allah buat beliau lebih indah dibanding pujian dan publikasi dunia. Allah SWT menghendaki kebaikan untuknya dengan memanggilnya pulang… Pulang ke-haribaan Allah SWT dengan indah pada jam 5 pagi tanggal 7 Mei 2015, hanya bersin 2 kali kemudian beliau tertidur tenang dan tak bergerak lagi..
Hingga naskah ini saya tulis, masih ada juga bulir-bulir air mata menetes sembari bergumam, “Yaa Allah, akankah Engkau juga memberikan kemuliaan yang sama kepada kami kelak….? Aamiin….. (Mohon karunia kepada kami Yaa Allah…). Sungguh kepergian beliau sangat membuat dada kami bergemuruh bahkan saya yang tidak kenal dekat sekalipun dengannya. Lemas tubuh kami menahan gemuruh yang tidak jelas kapan hendak di keluarkan… Terima kasih ya Allah telah sempatkan kami untuk bertemu dan mengenal serta sempat menitipkan anak-anak kami dalam bimbingannya. Betapa kasih sayang Allah itu sangat jelas pada akhirnya, “Janganlah kamu menduga bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati, tetapi mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rezeki” (QS.Ali-‘Imran [3]: 169).
Diantara Rahmat Allah untuk kita adalah diciptakannya kematian dan menjadikannya akhir alami dari segala sesuatu, Allah SWT berfirman: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah”. (Al-Qashash:88).
Seperti apa yang dikatakan oleh ilmu pengetahuan modern. Ahli biologi saat ini menjelaskan bahwa kematian adalah sama pentingnya dengan kehidupan. Setelah melakukan banyak percobaan dan penelitian para ilmuwan akhirnya mengungkapkan bahwa dalam setiap sel yang ada dalam tubuh manusia terdapat waktu biologis yang khusus untuk sel ini, karena itu renungkanlah makhluk seperti manusia yang bekerja hingga ratusan triliun jam!
Subhanalloh, Ustadz H.Muzzammil telah menunjukkan kerja keras beliau dengan ratusan triliun jam yang dilewatinya hingga umurnya mencapai 38 tahun. Hari-hari beliau dengan aktifitas yang padat dengan jam istirahat yang minimalis. Kadang beliau menunggui anak-anak santrinya tertidur pulas sampai jam 10 malam, barulah beliau pulang menuju rumahnya. Belum lagi aktivitas mengajar di beberapa lembaga pendidikan tahsin/tahfidz Al-Quran yang beliau dirikan. Kemudian menjadi penceramah dan trainer tahsin/tahfidz Al-Quran di berbagai instansi pemerintah dan swasta. Terakhir beliau mengimami Sholat Jumat di PT Telkomsel yang jamaahnya seorang politikus yaitu Bpk. Tifatul Sembiring, mantan Menteri Komunikasi dan informatika di Pemerintahan Bpk Susilo Bambang Yudoyono. Tetapi triliunan jam itu akhirnya terhenti juga dengan kekuasaan Allah SWT. Siapakah yang mengatur kerja dari jam tersebut dan siapakah yang melindunginya dari segala kerusakan yang mungkin menyerangnya, siapakah yang mengawasi atas pemeliharaannya, dan siapakah yang menyediakan dan membekalinya berupa energi yang dibutuhkan untuk bekerja … Apakah ada seseorang yang mengklaim hal tersebut dari makhluk-makhluk ini? Dialah Allah SWT saat berfirman:
“Dan Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi di atas semua hamba-Nya, dan diutus-Nya kepadamu malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat- Malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya”. (Al-An’am:66)
Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadahnya dan memberikan tempat terbaik disisiNya dan memberi kesabaran dan ketabahan bagi keluarga yg ditinggalkan,,,,

Allahu Akbar…Kematian yg indah… Semoga Allah izinkan kita semua wafat dalam kondisi khusnul khotimah seperti beliau…aamiin….”
11209506_975953895762703_2379009758306637776_n

Comments (9)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar