0

Pratap Triloka dan Peran Guru di Era Merdeka Belajar (0)

Ahmad Maulidi September 14, 2021

Guru adalah elemen pendidikan yang memiliki peran penting dalam proses pembelajaran. Sosok guru saat ini telah bertransformasi dengan berbagai macam perannya. Jika dulu seorang guru hanya diidentikkan dengan tugas mengajar dan mendidik maka saat ini guru mengemban tugas yang lebih variatif. Peran yang dijalankan guru kini tidak hanya berproses untuk mencapai tujuan pembelajaran tetapi juga menciptakan sistem pembelajaran yang mengoptimalkan potensi siswa secara menyeluruh.

Salah satu peran guru yang combine dengan kebutuhan pelajar saat ini adalah tugas guru sebagai pemimpin pembelajaran di kelas. Hal ini sejalan dengan filosofi Pratap Triloka yang yang dikemukakan oleh Bapak Pendidikan Indonesia yaitu Ki Hajar Dewantara. Dalam pandangannya, nilai-nilai filosofi tersebut tertuang dalam kalimat yang berbunyi Ing Ngarso Sung Tulodo; Ing Madya Mangun Karsa; Tut Wuri Handayani

Ing Ngarso Sung Tulodo memiliki makna bahwa yang berdiri di depan harus menjadi teladan. Ing Madya Mangun Karsa berarti bahwa yang di tengah menjadi pemberi motivasi. Sementara itu, Tut Wuri Handayani dapat dimaknai bahwa yang berada di belakang senantiasa memberi dorongan.

Nilai filosofis yang terkandung dalam pandangan KHD tersebut sepatutnya harus menjadi pedoman bagi seorang guru. Penting memaknai pandangan di atas sebagai kunci dalam proses pembelajaran. Penanaman nilai dalam diri akan berpengaruh terhadap sikap guru dalam pengambilan keputusan saat menjadi pemimpin pembelajaran. Hal ini akan membuat setiap keputusan yang diambil oleh guru lebih bertanggung jawab dan solutif.

Guru menjadi sosok yang tidak tergantikan dalam lingkungan pembelajaran. Dalam posisinya sebagai seorang pemimpin, guru akan menemukan banyak masalah dalam kesehariannya. Posisi guru ketika diperhadapkan dengan berbagai situasi menuntut langkah-langkah penyelesaian yang tepat. Terkadang seorang guru menghadapi situasi yang rumit sehingga harus mencari solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Dalam situasi inilah seorang guru perlu untuk mengambil keputusan yang efektif dan bermanfaat untuk sesama. Tidak merugikan salah satu pihak, tapi justru menguntungkan semua pihak. Di sinilah pentingnya memahami kadar suatu masalah apakah tergolong sebuah dilema etika atau hanya sebatas bujukan moral.

Bagaimanakah suatu masalah tergolong dalam dilema etika? Lalu seperti apakah masalah yang masuk kriteria bujukan moral? Penting sekali untuk mengetahui esensi dari dua hal tersebut karena akan berkaitan dengan penentuan langkah dalam mengambil keputusan. Dilema etika terjadi apabila seseorang dihadapkan pada dua kemungkinan masalah yang dianggap kedua-keduanya benar. Sementara bujukan moral terkait dengan situasi saat pengambilan kesimpulan harus memilih apakah benar atau salah.

Terkait dengan konsep di atas maka kita pun harus memahami bahwa dalam menentukan dilema etika atau bujukan moral terdapat langkah-langkah pengambilan keputusan yang bisa dicoba. Langkah-langkah tersebut berupa 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Dengan tahapan tersebut diharapkan bahwa setiap pengambilan keputusan lebih terarah dan mempertimbangkan asas kemanfaatan bagi pihak yang terlibat. Bermanfaat dalam artian bahwa menciptakan lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Pengambilan keputusan tentunya mesti melalui proses yang panjang, terstruktur, dan dinamis. Dampaknya pun tidak hanya dapat dirasakan oleh guru sebagai pemimpin pembelajaran, tetapi juga memunculkan sikap merdeka dalam diri siswa ketika belajar. Hal ini sejalan dengan pandangan hidup Ki Hajar Dewantara untuk mewujudkan pembelajaran yang berpusat pada murid, pembelajaran merdeka belajar.

Lantas bagaimana dengan kendala yang akan dihadapi guru dalam pelaksanaanya di kelas? Jelas, tentu saja akan ada. Namun, hal ini justru dapat menjadi jalan bagi guru itu sendiri untuk lebih mencermati setiap proses dalam pengambilan keputusan. Benar jika keputusan itu tidak serta merta akan muncul. Nah, dalam situasi inilah seorang guru dapat melakukan identifikasi, analisis, dan  usaha mencari solusi yang tepat berdasarkan suatu masalah yang dihadapi. Harapannya adalah bahwa setiap proses yang dilakukan dalam setiap keputusan akan membawa dampak yang besar di masa yang akan datang. Peran guru saat ini sedikit demi sedikit telah berubah. Apa yang dilakukan oleh guru di zaman ini akan bermauara pada pratap triloka buah hasil pemikiran KHD. Guru harus menjadi bagian dalam menciptakan profil Pelajar Pancasila. Selain itu, guru pun harus memegang peranan penting dalam membangun konsep Merdeka Belajar. Suatu sistem pembelajaran yang memerdekakan diri siswa sepenuhnya dalam menyelami luasnya samudera ilmu pengetahuan.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar