6

POSITIVE VS. NEGATIVE MIND (0)

FitriyaniElHasan December 10, 2020

Suatu keadaan terkadang terjadi bukan murni sebuah kebetulan melainkan karena kita ciptakan sendiri. Realita yang kita alami sehari-hari bisa jadi adalah buah dari apa yang kita pikirkan. Jadi alangkah baiknya kita senantiasa menjaga pikiran tetap baik sehingga andai benar realita adalah buah pikiran kita, maka yang akan terjadi adalah hal yang baik.

Sebagai guru terkadang juga kita mengalami hal-hal yang merupakan buah dari pikiran kita. Baik buruknya hari kita disekolah adalah cerminan suasana hati atau cara kita berpikir. Beberapa aspek yang mungkin sudah umum terjadi yaitu apa yang kita pikirkan tentang keadaan sekolah, rekan kerja, siswa, dan mata pelajaran yang kita ampu.

Pertama, yaitu tentang sekolah. Ketika kita fokus pada terbatasnya fasilitas sekolah yang ada, maka kita akan banyak menemukan hambatan terkait kurangnya fasilitas yang ada. Misal, kita mengeluh bahwa di sekolah tidak ada LCD projector, maka kita akan malas membuat media pembelajaran yang berkaitan dengan itu. Berbeda jika kita berfokus apa yang sudah dimiliki, maka kita akan berusaha memanfaatkan hal itu dengan maksimal. Bahkan mungkin akan mencari solusi yang bisa menutupi kekurangan itu.

Kedua, rekan kerja. Saat kita tidak suka pada salah seorang rekan kerja, kita akan melihat banyak hal yang tidak menyenangkan terkait orang itu. Ketikaborang tersebut melakukan suatu hal atau mendapatkan sesuatu yang baik, kita akan merasa tidak senang, apalagi orang tersebut mendaat promosi jabatan. Lebih lagi ketika diminta melakukan team work bersama, maka kita akan sangat malas. Berbeda ketika kita menganggap rekan kerja kita menyenangkan, maka kita akan bersemangat saat bertemu atau saat harus bekerja bersama melakukan sebuah proyek.

Ketiga, siswa. Kadang kita terlalu underestimate terhadap salah satu siswa kita, entah karna kenakalannya, penampilannya atau kemampuannya. Saat kita merasa demikian maka fokus kita adalah mencari-cari kesalahan anak tersebut alih-alih mencari potensi yang dia miliki. Berbeda saat kita menganggap siswa kita luar biasa, maka kita akan mengabaikan kekurangannya dan berusaha mencari potensi terbaik darinya. Hal inilah yang akan menentukan apakah kita menjadi guru yang disenangi siswa atau justru dianggap guru mainstream atau bahkan dianggap “killer”.

Terakhir, yaitu mata pelajaran yang kita ampu. Ketika kita menganggap suatu topik sulit diajarkan, maka kita akan berhenti berusaha mencari cara menyenangkan untuk menyamoaikan topik tersebut. Kita akan tidak bersemangat saat mengajar topik itu. Berbeda jika topik itu kita anggap mudah dan menyenangkan. Maka kita akan mudah mencari metode, media pembelajaran atau sumber belajar bagi siswa. Lebih mudah bagi kita untuk lebih kreatif mengenai topik tersebut. Ini juga berpengaruh pada minat dan amtusias siswa saat proses belajar dikelas.

Oleh karena itu, hendaknya kita selalu berpositive thinking saat disekolah, baik itu pada rekan kerja, peserta didik, mata pelajaran kita, dan lingkungan sekolah. Jika memang tetap saja ada pikiran-pikiran kurang baik muncul, segera abaikan dan mulailah mencari hal yang positif. Dengan demikian, hari-hari kita disekolah akan lebih baik.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar