6

Plus Minus Pembelajaran Selama Pandemi (0)

oloan December 9, 2020

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa tahun 2020 ini adalah tahun paling aneh dan menyedihkan bagi hampir seluruh negara di dunia. Tercatat 2016 negara di dunia mengkonfirmasi terkena wabah pandemi bernama covid-19. Pertengahan Maret 2020, Indonesia mengkonfirmasi ada Warga Negara Indonesia terpapar covid-19 setelah kepulangan mereka dari Wuhan, Cina.

Semenjak WHO atau Badan Kesehatan Dunia menyatakan bahwa virus corona-19 adalah pandemi yang hampir menyerang seluruh dunia, membuat Pemerintah Indonesia melakukan keputusan sulit dengan menghimbau agar semua kegiatan dilakukan dari rumah saja atau istilah kerennya Work from Home.

Semuanya mengalami perubahan drastis, terutama dalam bidang ekonomi dan pendidikan. Bekerja dari rumah saja tentunya mengorbankan banyak hal terutama bidang pendidikan, dimana kita membiasakan pembelajaran dari rumah saja atau PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Sudah sembilan bulan kita melaksanakan PJJ dan hasilnya? Memang banyak kekurangannya, namun disamping kekurangan itu? Kita sangat bersyukur karena pendidikan tidak mati suri. Bagaimana tidak bersyukur? Guru dapat melakukan pembelajaran secara daring dengan memanfaatkan sarana internet dan perangkat teknologi informasi dan komunikasi yang sudah canggih, belum lagi banyaknya tersedia aplikasi atau media pembelajaran, hingga kemudahan mengakses buku teks pembelajaran semakin memudahkan kinerja guru dalam mengajar jarak jauh.
Walau harus kita sadari bahwa pembelajaran tatap muka adalah pembelajaran yang paling efektif, namun akibat pandemi ini, pembelajaran jarak jauh juga merupakan solusi jitu dalam melaksanakan pembelajaran selama pandemi.

Dari bulan Maret hingga artikel ini dituliskan, lonjakan jumlah kasus pasien positif Covid-19 masih terus bertambah setiap harinya, di Indonesia, penderita positif sudah mencapai 262.022 orang, dan kabar baiknya terjadi lonjakan kesembuhan dari penderita sebanyak 191.853 orang (data dari https://covid19.go.id) yang membuat kita harusnya optimis dan mampu saling bergotong-royong, saling peduli akan kesehatan dan keselamatan sesama dengan mematuhi segala protokol-protokol kesehatan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Disinilah dibutuhkan sikap simpati dan empati, kerjasama dan penerapan disiplin serta karakter sebagai manusia Indonesia yang baru dan seutuhnya untuk membantu dalam hal memutus penyebaran wabah yang sudah ditetapkan sebagai bencana non-alam ini, sehingga lebih sedikit yang terinfeksi Covid-19 ini. Namun, apa yang terjadi? Masih banyak terjadi kita lihat dan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari, dimana masih banyak warga negara Indonesia, masyarakat di sekitar kita yang tidak peduli dengan wabah bencana non-alam ini.

Masih banyak yang sepele, tidak memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, tidak menjaga jarak, membuat kerumunan dan tidak mencuci tangan saat sampai di rumah. Inilah tantangan kita, bagaimana agar kita bisa mendisiplinkan diri dengan melakukan hal-hal yang sepele namun sangat bermakna untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, diantaranya: (1) Mendisplinkan diri untuk 3 M (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menggunakan Handsanitizer, Menjaga Jarak 1 – 1,5 Meter); (2) Menerapkan Pendidikan Karakter yang cocok saat pandemi global seperti ini terhadap anak-anak kita di rumah dan peserta didik lewat pembelajaran jarak jauh, diantaranya: (a) Nilai Karakter Religius, (2) Nilai Karakter Nasionalis, (3) Nilai Karakter Integritas, (4) Nilai Karakter Mandiri, dan (5) Nilai Karakter Gotong royong.

Nah, bagaimanapun caranya, pendidikan harus tetap jalan walau kita menghadapi bencana non-alam yang penyebarannya sangat cepat dan mematikan seperti Covid-19. Pembelajaran jarak jauh (PJJ) tetap diberlakukan di zona merah dan tatap muka bagi daerah zona hijau dan kuning. Walau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mengalami banyak kendala, tetap kita apresiasi dan laksanakan agar pembelajaran dan pembiasaan baru terjadi dengan baik. Disini, kami Guru SMA Negeri 13 Medan memilih menggunakan aplikasi Microsoft Teams untuk mecahkan masalah pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini.

Comments (6)

  1. Kini di sebagaian benar wilayah Indonesia, pembelajaran dilaksanakan secara daring terutama untuk daerah-daerah yang mumpuni. Mungkin ini salah satu plusnya, jadi terbiasa melaksanakan pembelajaran online

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar