4

PKG di Bulan Ramadan (+2)

Roni Yusron Fauzi | Guru Muda August 8, 2013

Oleh: Roni Yusron Fauzi*)

RAMADAN sebagai salah satu bulan yang diagungkan menjadi momentum untuk mendulang kebajikan. Semua seakan berebut untuk meraih keberkahan di bulan suci ini. Tak hanya lembaga pendidikan, lembaga sosial pun ramai-ramai mengadakan berbagai kegiatan untuk mengisi bulan pengampunan ini. Salah satunya mengadakan pesantren kilat.

Pesantren kilat menjadi tradisi tahunan sekolah-sekolah untuk mengisi liburan sekolah. Dimana pihak sekolah mewajibkan peserta didiknya untuk mengikuti kegiatan keagaaman ini. Sesuai dengan Undang-undang Nasional No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pencanangan Pesantren Kilat Nasional oleh Presiden RI tahun 1996.

Pesantren kilat bisa memfasilitasi peserta didik untuk lebih mendalami pendidikan agama secara luas. Apalagi pengetahuan agama di sekolah umum hanya 2 jam per minggu.

Namun, sangat keliru bila objek untuk mendalami pendidikan agama hanya ditujukan kepada peserta didik saja. Apakah guru merasa cukup dengan ilmunya? Apalagi guru di sekolah umum hanya menguasai satu atau dua displin ilmu.

Guru sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran pun tetap harus ikut menjadi peserta pesantren kilat. Penulis yakin semua guru membutuhkan siraman rohani atau merasakan bagaimana hidup di dunia pesantren. Dengan diadakan Pesantren Kilat Guru (PKG) tentu menjadi salah satu solusinya.

Semua bisa dimanage sedemikian rupa. Pihak sekolah bisa mengundang beberapa ustad/kyai pesantrenan untuk menjadi narasumbernya, selain guru Pendidikan Agama Islam.

Adapun sistem pembelajarannya bisa mengadopsi di pesantren pada umumnya dengan metode klasik seperti sorogan dan bandungan. Sistem sorogan adalah sistem membaca kitab/alquran secara individual (face to face) antara murid dan kyai. Sementara sistem bandungan adalah menitik beratkan pada menyimak. Dimana seorang murid menyimak atau mencatat apa yang disampaikan oleh kyai.

Pesantren Kilat Guru harus menjadi program tahunan sekolah. Inilah yang akan menjadi pendukung pendidikan karakter sebenarnya – membentuk sikap yang lebih baik – bagi guru terlebih bagi peserta didik. Sangat pantaslah bila Peningkatan Kualitas Guru dengan kegiatan Pesantren Kilat Guru di bulan Ramadan ini digerakkan di setiap sekolah-sekolah.

Maka, seyogyanya momen emas Ramadan ini benar-benar diaplikasikan serta diisi dengan kegiatan pesantren kilat guna meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan.

============================================================

*) Roni Yusron Fauzi adalah salah satu Team Relawan AMI. Kini ia mengelola sebuah perpustakaan dhuafa bernama Rumah Baca Asma Nadia Garut. Juga sebagai CEO & Founder Guru Muda.

Comments (4)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar