2

Persiapan Guru Menghadapi Tahun Ajaran 2022 (0)

Pengelola Guraru January 17, 2022
Persiapan Guru Menghadapi Tahun Ajaran Baru 2022

Berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yang diputuskan pada 21 Desember 2021, tahun ajaran baru 2022 ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah melaksanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dengan kapasitas siswa 100 persen sejak Senin (3/1/2022). 

Dengan dimulainya PTM di awal tahun 2022 ini, apakah Anda sudah mempersiapkan segala hal untuk mendukung pembelajaran dan meningkatkan pengetahuan peserta didik? Sudahkah mempersiapkan beberapa hal ini untuk menghadapi tahun ajaran baru 2022?

1. Mempersiapkan Silabus dan RPP

Hal pertama, agar kompetensi dasar peserta didik tercapai sesuai dengan kurikulum yang ada, sudah pasti guru perlu menyusun silabus dan RPP. Kedua hal ini sama pentingnya karena guru dapat membuat sebuah rencana dalam menentukan metode pembelajaran. Apalagi dengan adanya silabus, guru dapat menerapkan rancangan sistem pembelajaran untuk satu semester jadi lebih terarah.

Sedangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), guru dapat membantu siswa mencapai tujuan kompetensi dasar. Karena menurut Permendiknas Nomor 41 tahun 2007, komponen RPP harus terdapat nilai identitas mata pelajaran, standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator pencapaian kompetensi, materi ajar, alokasi waktu, metode pembelajaran hingga penilaian hasil belajar.

Baca juga: Pelatihan Bahan Ajar dan RPP Berbasis Karakter

2. Menyiapkan Materi Pembelajaran

Perlu diingat kembali, bahwa setelah Anda menyusun silabus dan RPP, menyiapkan materi pembelajaran akan jauh lebih mudah. Sebab, guru sudah mempunyai tujuan atau goals proses belajar mengajar lebih terarah, sistematis dan relevan dan ilmiah. 

Nah, dengan menjadikan silabus dan RPP sebagai landasan, guru dapat membuat materi pembelajaran dengan menyesuaikan kebutuhan siswa saat ini hingga akhir semester. Jangan lupa pula, ketika membuat materi pembelajaran guru harus kreatif dan sebaiknya hindari membuat materi yang membosankan.

Apalagi jika merujuk pada prinsip RPP yang fleksibel, sebaiknya materi pembelajaran juga disusun berdasarkan konteks kebutuhan siswa berdasarkan pada kondisi terkini. Sehingga guru perlu lebih sensitif untuk memperhatikan perubahan lingkungan, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta nilai-nilai kehidupan masa kini.

3. Berikan Impresi Menyenangkan

Materi pembelajaran yang berisi pengetahuan akan lebih ‘mengena’ jika guru menjelaskannya dengan antusias dan menyenangkan. Ekspresi antusiasme dan sikap yang menyenangkan wajib dipancarkan oleh guru saat siswa kembali belajar di sekolah. 

Hal ini dilakukan karena peserta didik perlu mendapatkan penyegaran setelah terbiasa menjalani BDR (Belajar dari Rumah) selama pandemi. Dengan aura positif yang menyenangkan, siswa pun akan terasa lebih nyaman dan tak merasa tertekan sebab suasana kelas jadi menyenangkan dan tidak tegang.

Baca juga: 6 Cara Membuat Intro Video yang Menarik dan Unik

4. Siapkan Internet dan Gadget

Walaupun PTM mulai dilaksanakan, bukan berarti kebiasaan cara mengajar daring ditinggalkan. Guru tetap bisa mengajar menggunakan laptop dan memanfaatkan internet. Justru dengan cara ini, guru tetap membuat suasana kelas lebih fleksibel dan tidak monoton.

Dengan mengandalkan gadget dan internet, guru bisa menjelaskan materi yang lebih menarik. Misalnya, menjelaskan mata pelajaran menggunakan PowerPoint yang telah dilengkapi dengan animasi atau video. Dengan trik ini, siswa akan lebih mudah mengingat mata pelajaran yang sedang dijelaskan. Guru senang, siswa pun senang karena mendapatkan nilai yang baik.

5. Beri Waktu untuk Saling Mengenal

Cara satu ini perlu diterapkan untuk guru yang sedang mengajar peserta didik di kelas tahun ajaran baru. Walau sebelumnya sudah saling kenal via online, wajib bagi mereka untuk saling mengenal secara lebih personal.

Karena itulah, guru dapat memberi waktu agar murid saling mengenal saat PTM. Untuk memulainya, guru dapat membentuk kelompok dan membuat sebuah project. Tentu project yang dibuat tidak berkaitan dengan mata pelajaran. Agar suasana cair, buatlah sebuah diskusi yang membahas seberapa berkesannya mereka terhadap fenomena sekolah online yang tak disangka harus dijalani. Dengan begitu, mereka dapat saling bertukar pengalaman dan mendapat perspektif baru. 

6. Membuat Kalender Pendidikan

Supaya murid dan para orang tua tidak tertinggal berita dan dapat mempersiapkan diri menghadapi ujian, guru dapat membuat kalender pendidikan. Saat membuat kalender pendidikan, tentu saja harus sesuai dengan kebijakan Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan kebijakan pemerintah daerah masing-masing.

Kalender pendidikan harus berisi jadwal periode ujian, hari libur nasional, hingga jadwal tahun ajaran baru. Kalender akademik ini akan sangat membantu guru dan murid mengetahui momen penting sekolah untuk satu tahun ke depan. 

7. Adaptasi New Normal

Ingat, walau PTM mulai dilaksanakan tetapi COVID-19 belum sirna. Mengingat adanya varian COVID-19 yang baru yakni Omicron, guru dan murid harus saling mengingatkan untuk menjaga kebersihan dan tidak melepas masker. Tentu saja cara ini wajib dilakukan agar proses belajar mengajar berjalan efektif.

Pihak sekolah pun wajib menyediakan hand sanitizer hingga toilet yang terjaga kebersihannya. Tak lupa pula ventilasi udara di kelas yang cukup. Tanpa ventilasi udara yang baik, justru akan berisiko mudahnya murid dan guru terpapar virus.

Baca juga: Kenapa Psikologi Pendidikan Itu Penting? Yuk Pahami! 

8. Ingat, Siswa Tetap Berhak Memilih Belajar Daring

Guru harus ingat bahwa orang tua mempunyai hak untuk menentukan anak tetap belajar daring selama pandemi. Hal ini pun tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, bahwa sekolah tetap harus memberikan layanan pembelajaran jarak jauh bagi anak yang belum mendapatkan izin orang tua. 

Biasanya, orang tua yang memilih anak tetap menjalankan pembelajaran jarak jauh karena masih merasa khawatir dengan situasi pandemi yang pasang surut, terlebih lagi ketika kondisi kesehatan anak sedang menurun. Sehingga, guru perlu memahami dan tetap menyediakan materi untuk murid yang belajar dari rumah.

Itulah beberapa hal yang perlu guru persiapkan dengan matang untuk menghadapi pembelajaran tatap muka (PTM) di awal tahun 2022 ini. Semoga dengan new normal ini, dunia pendidikan di Indonesia semakin berkembang pesat karena para pendidik sudah mulai memahami peran penting teknologi terhadap dunia pendidikan.

Tagged with:

Comments (2)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar