5

Pernahkah kita pikirkan data kita di mata-matai? (+4)

Abi Kayla May 23, 2015

Sat ini kita memang hidup di era konsumtif, apapun kita beli asal duit dikantong kita ada, kalaupun tak ada kadang kita tidak malu untuk “ngutang” atau “nyicil” demi menuntaskan hasrat kita untuk memiliki sesuatu yang kita inginkan. Termasuk gadget. Sudah punya HP canggih, masih maksa beli iPad, maksa pula beli notebook terbaru dengan alasan notebook lama sudah gak jaman. Konsumtif, tapi boros (hihi). Padahal gadget-gadget tersebut cuma kita gunakan untuk browsing, masanger, dan aktivitas berinternet lainnya yang dengan satu gadget model notebook saja sebenarnya sudah cukup rasanya. Toh kita tidak melulu berinternetan.

Tapi jaman, lagi-lagi jaman, memaksa kita untuk berprilaku konsumtif gak karuan. Beberapa cerita menarik pun muncul dari pertanyaan-pertanyaan orang-orang yang selalu aware dengan keadaan. Perntanyaan-pertanyaan itu diantarnya, apakah data yang ada di semua gadget kita aman dari mata-mata pihak lain yang sengaja menyiapkan perangkat lunak untuk kepentingan spyware tersebut di gadget yang sudah dipenuhi data-data kita tersebut.

Di beberapa forum internet, banyak yang membahas ini dengan serius, salah satunya ketika salah satu produsen merk notebook mengakui bahwa mereka telah dengan sengaja menanam aplikasi untuk memata-matai, tujuannya hanya untuk mengetahui didaerah mana saja populasi pengguna notebook mereka. Ini semata-mata untuk kepentingan marketing. Tapi disisi lain itu bisa dijadikan celah bagi penyusup lainnya.

Beberapa kasus lain, adanya chip yang ditanam dalam perangkat ponsel. Ini juga semata-mata untuk kepentingan marketing, katanya. Tapi apakah kita bisa yakin bahwa semua yang ditanam, baik chip maupun perangkat lainnya yang mungkin saja ada pada gadget kita itu semuanya untuk tujuan marketing, ingat, informasi itu bisa dijual, dan data itu bisa menjadi bargening kepentingan. Yang ujung-ujungnya pola, prilaku, dan kebiasaan-kebiasaan kita bisa dipelajari pihak lain. Dan ini  mungkin sudah terjadi. Dampak yang jelas, setiap produk baru yang muncul sepertinya sangat sesuai dengan apa yang kita inginkan, wal hal kita semakin konsumtif untuk “mengekspor” duit kita ke luar negeri.

———-
Ups: maaf jadi sok serius gini ya…

 

Tagged with:

Comments (5)

  1. terimakasih sarannya kami guru di desa loptop masih termasuk barang mewah yang sudah tua kenapa kok tak bisa-bisa komputer ya alasannya takut rusak kalau yang umek aja tanpa rasa eman, namun banyak guru yang tak bisa menjalankannya,mungkin di aplakasinya kurang lengkap .

  2. alhamdulillah walaupun di gencar dengan berbagai tawaran, saya msh setia dengan gadget jadul yg cuma bisa buat sms dan call
    sempat terpikir memang dengan adanya data kita bisa terdeteksi oleh orang yg tak bertanggung jawab
    Salut tulisannya membuat kita sadar dan menginspirasi

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar