0

Perlukah Guru Mempelajari Teater? (0)

AfanZulkarnain February 25, 2021

Seperti yang dijelaskan di artikel sebelumnya, teater adalah seni mempertunjukkan sesuatu kepada orang lain. Kalau artikel sebelumnya membahas manfaat teater untuk siswa, kali ini saya akan membahas pentingnya guru mempelajari, bahkan bermain teater. Artikel ini saya tulis berdasarkan pandangan subjektif saya sebagai guru yang dulu pernah melatih teater.

Teater Membuat Guru Terampil Berkomunikasi.
Dalam teater ada latihan olah vokal. Latihan tersebut mencakup bagaimana kita memproduksi suara dengan volume yang tepat, intonasi yang sesuai, artikulasi yang jelas, juga kecepatan berbicara yang pas. Latihan itu sebenarnya adalah salah satu prinsip ilmu komunikasi. Bagaimana guru bisa menyampaikan pelajaran dengan baik jikalau volume suaranya kecil, intonasinya tidak menarik, artikulasinya yang membuat apa yang disampaikannya multitafsir, atau ia terlalu cepat dalam berbicara. Ketika seorang guru mampu memahami bagaimana dasar membentuk komunikasi tentu akan membuatnya lebih mudah menyampaikan dan menerima pesan dengan efektif dan efisien.

Untuk itu, guru perlu melakukan olah vokal. Latihan vokal disini tidak mengharuskan guru tersebut memiliki suara merdu seperti finalis Indonesian Idol. Yang terpenting adalah, bagaiamana guru tersebut dapat menyampaikan suatu pesan atau materi yang mudah dipahami oleh siswa. Tentu itu dipengaruhi oleh bagaimana volume, speed, intonasi dan artikulasi suara guru tersebut.

Dalam teater juga dipelajari bagaimana menggunakan gestur tubuh. Salah satu gestur yang diperhatikan adalah kontak mata. Jika guru melakukan kontak mata dengan baik kepada semua siswa, pasti materi yang akan dikomunikasikan akan menjadi lebih diperhatikan siswa. Gestur juga dapat mempertegas pesan materi pelajaran. Proses pembelajaran menjadi lebih berkesan karena penyampaiannya dilakukan dengan kesungguhan dan penghayatan yang baik. Terkadang gestur tubuh juga dapat menjadi daya tarik siswa untuk memperhatikan guru. Apalagi jika ditambah mimik wajah yang sesuai tapi tidak berlebihan.

Mampu Menghidupkan Suasana Kelas

Guru yang memiliki pengalaman dan ilmu keteateran sedikit banyak dapat membawa suasana yang menyenangkan. Ia mampu memberikan variasi-variasi dalam pembelajaran. Misalnya memberi selingan berupa permainan yang dilakukan dengan atraktif dan semangat atau cerita yang ia sampaikan dengan penuh penghayatan yang ia kaitkan dengan materi pelajaran. Tentu hal itu akan memantik rasa ingin tahu siswa terhadap pelajaran. Kelas pun menjadi hidup.

Guru yang memiliki pengalaman di teater pasti tahu bahwa dalam pertunjukkan selalu ada klimaks. Pemain teater harus bisa mempengaruhi emosi penonton. Demikian pula dalam pembelajaran, guru tersebut harus bisa memainkan emosi siswanya. Saat siswa terlihat merasa bosan, guru bisa memberikan jokes atau melakukan permainan sederhana yang dapat membangkitkan semangat siswa dalam belajar.

Tentu, kemampuan menghidupkan suasana tersebut merupakan bagian dari cara guru dalam menguasai kelas. Guru yang dapat menguasai kelas akan membuat siswa tetap fokus dan tertarik pada pelajaran. Guru tersebut juga pasti akan meninggalkan kesan menyenangkan di hati siswa. Imbasnya kehadiran sang guru akan sangat dinantikan.

***

Bila diperhatikan lebih lanjut, guru adalah aktor. RPP adalah skenario. Siswa adalah penonton. Untuk memberikan pembelajaran yang menyenangkan, sang aktor harus memberikan pertunjukan yang membuat pentonton terkesan.

Demikianlah sudut pandang saya terhadap pentingnya teater bagi seorang pengajar. Saya tutup artikel ini dengan foto yang menggambarkan saya saat bermain peran dengan tim ekstra teater di sekolah tempat saya mengajar dahulu. Semoga bermanfaat.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar