0

Perjalanan Panjang “Sang Arsitek Jiwa” dalam Dunia Pendidikan Pasca Pandemi Covid-19 (0)

Elisa Kristiyanti February 3, 2022

Pendidikan adalah sebuah jalan yang harus dilewati untuk menuju pada sebuah tujuan yaitu kemajuan bangsa. Melalui pendidikan akan terbangun sumber daya manusia yang berkualitas dan dibutuhkan pada era-nya. Pendidikan harus terintergrasi dengan proses pembangunan bangsa. Dalam ranah pendidikan setiap peserta didik diharapkan akan mengalami perubahan melalui sebuah proses, dimana perubahan tersebut akan membuat peserta didik mampu hidup bermasayarakat dan menyesuaikan dengan lingkungannya (Hamalik, 2014 : 3).

Memberikan layanan pendidikan yang berkualitas menjadi sebuah tanggung jawab semua pihak baik dalam keluarga, masyarakat dan sekolah. Peserta didik tidak hanya dipersiapkan dalam hal penguasaan banyak pengetahuan tetapi yang terpenting adalah memberikan pendidikan karakter yang selaras dengan tujuan pendidikan nasional.

Penyelenggaraan pendidikan tidak bisa terlepas dari adanya tenaga kependidikan yaitu guru. Guru menjadi sosok penting terselenggaranya sebuah pendidikan. Guru bertugas untuk mendesain sebuah pembelajaran yang berkualitas untuk peserta didik sesuai dengan perkembangannya. Profesionalitas sebagai seorang guru baik secara kompetensi pengetahuan dan pedagogi sangat dibutuhkan untuk sebuah pengajaran yang bernilai dan bermakna untuk peserta didik.

Saat ini dunia sedang diperhadapkan pada situasi yang sulit. Pandemi menggoncang dan hampir meluluhlantakan seluruh aspek kehidupan, salah satunya adalah dunia pendidikan. Kondisi pandemi memaksa setiap orang yang berkecimpung dalam dunia pendidikan untuk mampu bertahan dan tetap bisa melakukan tugas serta kewajibannya dengan maksimal sekalipun kondisi tidak memungkinkan. Bertahan dengan melepas semua ego dan sikap pasrah. Guru harus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam pembelajaran untuk memberikan yang terbaik bagi peserta didiknya.

Menurut Pdt. Stephen Tong dalam bukunya berjudul Arsitek Jiwa 1, guru adalah seorang arsitek jiwa yang berperan membentuk anak-anak untuk dapat menghidupi kebenaran. Guru harus mampu mengenali setiap peserta didiknya dengan baik dan menjadi seorang guru yang baik untuk peserta didiknya. Tidak asing lagi ketika mendengar bahwa seorang guru adalah sosok terpenting dalam pendidikan. Berjalannya proses pendidikan ada di bawah kendali dari seorang guru. Pendidikan yang berkualitas ditentukan oleh bagaimana guru dapat mengelola pembelajaran yang bermutu dan memberikan layanan pendidikan yang membangun, memberikan berkat, dan mengajarkan kebenaran untuk peserta didik. Guru harus dapat menciptakan kehausan untuk peserta didik, sehingga mereka memiliki keinginan dan kemauan besar dalam diri mereka untuk belajar. Belajar tentang pengetahuan dan kebenaran.

Guru membimbing setiap peserta didik menemukan tujuan dan panggilannya untuk hidup di tengah-tengah dunia serta membuat perserta didik mampu bertahan dan berkarya dengan memaksimalkan setiap potensi yang mereka miliki. Menjadi guru yang terus meningkatkan diri dan menghidupi kebenaran itu sendiri sehingga setiap peserta didik akan menjadikan guru sebagai teladan dan memandang guru sebagai sebagai pribadi yang dihormati.

Perjalanan yang tidak mudah untuk dilewati dan membutuhkan waktu yang lama untuk ditempuh sampai pada sebuah tujuan yang mulia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19. Butuh kesabaran dan keinginan kuat dengan terus belajar dan memperbaharui diri. Bagian penting menjadi seorang guru adalah memahami tugas panggilan dengan benar untuk membuat perubahan besar dalam dunia pendidikan.

Menghadapi era new normal pasca pandemi sebagai seorang arsitek jiwa, guru membutuhkan proses adaptasi yang akan menyita banyak waktu, tenaga, dan pemikiran. Menciptakan active learning  dalam pembelajaran secara online bukan hal yang tidak mungkin untuk dilakukan. Seorang arsitek jiwa wajib memiliki pemikiran yang kreatif dan inovatif serta mengoptimalkan penggunaan teknologi untuk proses pembelajaran. Perlu diingat bahwa belajar tidak hanya menghapal materi yang diberikan oleh guru. Belajar membutuhkan sebuah kedekatan dengan berbagai macam hal termasuk yang peserta didik alami dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pembelajaran aktif peserta didik akan mengupayakan dirinya untuk memahami sebuah materi atau konsep tertentu yang dipelajari. Sekarang pertanyaanya adalah bagaimana menciptakan pembelajaran aktif untuk peserta didik di masa pembelajaran jarak jauh atau online? Percayalah dalam setiap persoalan pasti ada solusi. Bersyukur pandemi terjadi ketika teknologi telah berkembang dengan pesat, tinggal bagaimana mengoptimalkan teknologi dan sumber daya yang telah tersedia dengan baik. Banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran aktif. Beberapa aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat video pembelajaran diantaranya dapat menggunakan  powtoon.com, canva.com, dan animaker.com., dengan membuat video pembelajaran yang menarik akan mempermudah dalam proses menyampaikan materi ke peserta didik. Selain itu banyak aplikasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan partisipasi peserta didik dalam proses pembelajaran diantaranya dengan menggunakan platform game edukasi online seperti kahoot, slido, simple blackboard, padlet, quizizz, quiz-maker, dll. Banyak Learning Management System (LMS) juga tersedia ada yang free, ada juga yang berbayar sehingga akan memudahkan dalam mengelola pembelajaran secara online.

Sekali lagi, memotivasi diri untuk terus belajar, mau berubah, dan berkomitmen dalam tugas pelayanan kiranya tertanam dalam setiap hati para arsitek jiwa sehingga buah yang dihasilkan bisa dinikmati oleh setiap peserta didik. Teruslah maju supaya setiap peserta didik memperoleh kebenaran yang sejati dan dapat hidup di dalamnya. Semoga setiap pelayanan yang dengan setia dilakukan akan berkenan di hati Tuhan.

DAFTAR PUSTAKA

  • Berkhof, Louis dan Til, Cornelius Van. 2018. Dasar Pendidikan Kristen : Ceramah-Ceramah Kepada Guru-Guru Kristen. Surabaya : Penerbit Momentum.
  • Hamalik, Oemar. 2014. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta : Bumi Aksara.
  • Silberman, Melvin L. 2018. Active Learning : 101 Cara Belajar Siswa Aktif. Bandung : Penerbit Nuansa Cendekia
  • Tong, Stephen. 2020. Arsitek Jiwa 1. Surabaya : Penerbit Momentum.
  • Tong, Stephen. 2018. Arsitek Jiwa 2. Surabaya : Penerbit Momentum.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar