3

Perbandingan dan Perbedaan Teori Evolusi Darwin dan Lamarck (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 8, 2020

Teori Darwin dan teori Lamarck keduanya menyatakan bahwa evolusi spesies terjadi berangsur-angsur dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Akan tetapi, penyebab dan mekanisme terjadinya perbedaan tersebut dijelaskan secara berbeda oleh kedua teori tersebut.

Salah satu contoh evolusi yang terkenal adalah mengenai evolusi panjang leher zarafah. Baik Darwin maupun Lamarck, keduanya menjelaskan bahwa panjang leher zarafah merupakan hasil dari evolusi. Lamarck menjelaskan bahwa panjang leher zarafah terjadi karena aktivitas nenek moyang zarafah. Menurut Lamarck, dahulu leher zarafah tidak  panjang. Akan tetapi, karena makanannya dedaunan pada pohon yangtinggi, zarafah menggapai-gapai hingga lehernya menjadi panjang. Sifat leher yang panjang ini, kemudian diwariskan kepada keturunannya sehingga akhirnya semua zarafah memiliki leher yang panjang.

Berbeda dengan Lamarck, Darwin menjelaskan bahwa panjang leher zarafah berbeda-beda karena adanya variasi dalam populasi zarafah. Pada populasi zarafah, terdapat sebagian zarafah yang berleher lebih panjang daripada lainnya. Ketika makanan zarafah tinggi, zarafah dengan leher pendek tidak dapat bertahan dan mati. Hal tersebut menyisakan zarafah dengan leher panjang yang dapat bertahan hidup.  . Selama beberapa generasi terjadi seleksi yang sama. Akibatnya, zarafah yang berleher panjang akan tetap bertahan hidup dan menghasilkan keturunan zarafah yang berleher panjang, seperti yang Anda lihat kini.

Perbedaan penting antara teori Lamarck dan Darwin terjadi pada penjelasan variasi dalam populasi. Pada penjelasan Lamarck, variasi terjadi sebagai hasil dari perubahan lingkungan. Ketika makanan semakin tinggi, leher zarafah berevolusi semakin panjang. Menurut Darwin, variasi terbentuk dengan sendirinya, bukan sebagai respons terhadap kondisi lingkungan.

Seperti yang telah Anda pelajari pada bab sebelumnya, gen tidak bermutasi sebagai respons terhadap lingkungan dan bagi yang mem- butuhkannya. Percobaan-percobaan pada genetika modern mendukung teori Darwin dan tidak ada satupun penjelasan yang mendukung penjelasan Lamarck.

Sebagai bapak evolusi, tentunya nama Charles Darwin sudah tidak asing lagi. Sebelum gagasannya mengenai teori evolusi dipublikasi, Darwin terlebih dahulu telah melakukan pelayaran ke kepulauan Galapagos dan mengobservasi berbagai macam burung Finch yang memiliki berbagai macam bentuk paruh. Ternyata, perbedaan morfologi tersebut menunjukkan adanya hubungan kekerabatan dengan burung-burung yang ada di Amerika Serikat.

Dalam menyusun gagasannya terkait teori evolusi, Darwin mengaitkan hasil penelitiannya dengan pendapat Thomas Robert Malthus dan teori evolusi Alfred Russel Wallace yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya. Thomas Robert Malthusmenuliskan dalam bukunya yang berjudul “An Essay of the Principle of Population” bahwasanya jumlah kenaikan penduduk lebih cepat daripada kenaikan produksi pangan. Sehingga makhluk hidup harus terus berjuang untuk dapat terus bertahan, sedangkan sifat yang tidak mendukung akan hilang. Hal ini, berarti makhluk hidup yang mampu beradaptasi akan dapat bertahan hidup dan lulus seleksi alam.

Berikut ini ide-ide Darwin berdasarkan hasil observasinya yang mengacu pada gagasan kedua tokoh tersebut

  • Tidak ada individu yang sama. Antara satu individu dengan individu lain memiliki perbedaan meskipun dalam satu  keturunan yang sama dan perbedaan tersebut bersifat menurun.
  • Setiap populasi akan cerderung bertambah banyak, karena adanya kemampuan bereproduksi.
  • Populasi tidak akan terus bertambah, ada faktor pembatas yang mengontrol kenaikan populasi yakni makanan dan predasi.
  • Jumlah individu baru yang lahir lebih banyak dibanding individu yang dapat bertahan hidup.
  • Persaingan antar individu muncul dalam mendapatkan makanan dalam upaya bertahan hidup.
  • Adanya seleksi alam mengakibatkan individu harus dapat berdaptasi dengan lingkungannya. Individu yang lolos seleksi alam akan dapat terus bertahan hidup dan mewariskan sifat sifatnya pada keturunannya.

Dalam bukunya yang berjudul The Origin of Species by Means of Natural Selection, Darwin membantah teori evolusi Lamarck yang mengemukakan faktor yang mempengaruhi perkembangan makhluk hidup menuju ke arah yang lebih komplek adalah lingkungan dan akan diwariskan pada keturunannya. Dalam bukunya tersebut Darwin mengemukakan dua hal penting dalam teori evolusi, yaitu:

  • Spesies-spesies yang hidup sekarang berasal dari nenek moyangnya yang hidup dari masa lalu dan  tetap memiliki perbedaan meski dari keturunan yang sama.
  • Perkembangan spesies dipengaruhi oleh seleksi alam dan variasi antar populasi. Contoh yang dikemukakan Darwin masih serupa dengan fenomena jerapah Lamarck. Sudut pandang Darwin menjelaskan bahwa pada awalnya jerapah tidaklah berleher pendek, melainkan jerapah memiliki varian leher pendek dan panjang. Kedua varian populasi jerapah harus berkompetisi untuk mendapatkan makanan yakni dedaunan yang letaknya tinggi . Jerapah yang pendek kalah dalam berkompetisi sehingga tidak lolos seleksi alam yang pada akhirnya punah. Sehingga, yang bertahap hidup dan lolos seleksi alam adalah jerapah leher panjang.

Teori evolusi Darwin pada prinsipnya menjelaskan bahwa perubahan pada semua makhluk hidup akan terus terjadi secara berangsung-angsur sesuai dengan perkembangannya dari generasi ke generasi yang mengarah pada terbentuknya spesies baru, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan mati dan punah.

Sumber Referensi:

Cambell, Neils. 2003. Biologi. Jakarta: Erlangga.

Tagged with:

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar