3

Peranan, Tugas, Wewenang Bimbingan Konseling Terhadap Siswa Di Sekolah (0)

Wahid Priyono, S.Pd. December 15, 2020

Bimbingan dapat diartikan sebagai suatu proses pemberian bantuan yang dapat berupa saran, nasehat, ataupun jalan keluar untuk pemecahan suatu masalah yang sedang dihadapi oleh siswa dalam hal ini dilakukan oleh guru BP ataupun guru bidang studi terhadap  seorang atau beberapa siswa yang dilakukan secara terus menerus, berkelanjutan dan sistematis. Hal ini dimaksudkan agar siswa atau sekelompok siswa tersebut dapat memperbaiki diri, menjadi pribadi yang mandiri dan dapat merencanakan masa depan  dengan sebaik-baiknya.

Konseling dapat diartikan sebagai suatu usaha atau kegiatan yang dilakukan untuk membantu siswa dimana kegiatan ini dilakukan secara tatap muka langsung dengan siswa yang bersangkuta dengan tujuan agar siswa tersebut dapat memperoleh konsep diri, kepercayaan diri dalam mengambil suatu tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus  yang sedang dihadapi siswa tersebut serta dapat memperbaiki tingkah lakunya pada saat ini dan mungkin pada masa yang akan datang. Dengan demikian masalah yang dihadapi oleh siswa dapat diselesaikan oleh dirinya sendiri dengan pengambilan keputusan yang tepat sehingga dapat membuat dirinya menjadi lebih baik dan mandiri.

Dalam rangka pencapaian tujuan Bimbingan dan Konseling di sekolah, terdapat beberapa jenis layanan yang diberikan kepada siswa, diantaranya:

  • Layanan Orientasi

Layanan yang memungkinan peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk mempermudah dan memperlancar berperannya peserta didik di lingkungan yang baru itu, sekurang-kurangnya diberikan dua kali dalam satu tahun yaitu pada setiap awal semester. Tujuan layanan orientasi adalah agar peserta didik dapat beradaptasi dan menyesuaikan diri dengan lingkungan baru secara tepat dan memadai, yang berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

  • Layanan Informasi

layanan yang memungkinan peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi (seperti : informasi belajar, pergaulan, karier, pendidikan lanjutan). Tujuan layanan informasi adalah membantu peserta didik agar dapat mengambil keputusan secara tepat tentang sesuatu, dalam bidang pribadi, sosial, belajar maupun karier berdasarkan informasi yang diperolehnya yang memadai. Layanan informasi pun berfungsi untuk pencegahan dan pemahaman.

  • Layanan Pembelajaran

layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

  • Layanan Penempatan dan Penyaluran

layanan yang memungkinan peserta didik mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik dalam penguasaan kompetensi yang cocok dengan kecepatan dan kemampuan dirinya serta berbagai aspek tujuan dan kegiatan belajar lainnya, dengan tujuan agar peserta didik dapat mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar yang baik. Layanan pembelajaran berfungsi untuk pengembangan.

  • Layanan Konseling Perorangan

layanan yang memungkinan peserta didik mendapatkan layanan langsung tatap muka (secara perorangan) untuk mengentaskan permasalahan yang dihadapinya dan perkembangan dirinya. Tujuan layanan konseling perorangan adalah agar peserta didik dapat mengentaskan masalah yang dihadapinya. Layanan Konseling Perorangan berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

  • Layanan Bimbingan Kelompok

layanan yang memungkinan sejumlah peserta didik secara bersama-sama melalui dinamika kelompok memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh bahan dan membahas pokok bahasan (topik) tertentu untuk menunjang pemahaman dan pengembangan kemampuan sosial, serta untuk pengambilan keputusan atau tindakan tertentu melalui dinamika kelompok. Layanan Bimbingan Kelompok berfungsi untuk pemahaman dan Pengembangan

  • Layanan Konseling Kelompok

layanan yang memungkinan peserta didik (masing-masing anggota kelompok) memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok, dengan tujuan agar peserta didik dapat memperoleh kesempatan untuk pembahasan dan pengentasan permasalahan pribadi melalui dinamika kelompok. Layanan Konseling Kelompok berfungsi untuk pengentasan dan advokasi.

Daftar Pustaka:

  • Depdiknas. 2002. Paduan Pelayanan Bimbingan dan Konseling BerbasisKompetensi SMP, Madrasah, Tsanawiyah dan Sederajat. Jakarta:Pusat Kurikulum Balitbang Depdiknas.
  • Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah Direktorat Pendidikan Umun.1994.Kurikulum SLTP: Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling.Jakarta: Depdikbud.
  • Prayitno. 1997. Seri Pemandu Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling diSekolah Buku II Pelayanan Bimbingan dan Konseling (SLTP). Jakarta: Penebar Aksara.
  • Sukardi, Deawa Ketut. 2002. Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : PT Rineke Cipta.

Comments (3)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar