0

Peran teknologi, guru, dan orang tua selama Pandemi Covid-19 dalam pembelajaran online (0)

Ega Bekti December 7, 2020

WHO mengumumkan pada 9 Januari 2020 bahwa pneumonia terkait virus korona misterius telah terjadi di Wuhan, China. Yang dimana dengan mudah dapat menularkan virus dan dapat menyebabkan kematian.

Tepat pada 2 Maret 2020, untuk pertama kalinya pemerintah mengumumkan pasien positif Covid-19 di Indonesia. Masyarakat Indonesia tentunya langsung was-was dan takut dengan virus penyebab kematian tersebut. Alih-alih virus covid-19, hari-hari berkembang dan mulai membaik dan menghilang, tetapi malah menjadi seperti api yang menyebar dengan cepat, sehingga pemerintah mengusulkan teknik penguncian di rumah selama 14 hari di mana harapan pemerintah dapat memutus rantai dan itu akan segera baik-baik saja. Namun tidak ada masyarakat Indonesia yang sangat cuek terhadap hukum dan kurangnya disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan dilanggar oleh banyak pihak.

Dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di sekolah-sekolah khususnya di ruang kelas, pemerintah Indonesia telah mengeluarkan kebijakan pembelajaran online. Oleh karena itu, kebijakan ini menimbulkan kendala sosial dan pengecualian sistem pembelajaran tatap muka dan untuk sementara akan digantikan oleh pembelajaran online melalui beberapa platform digital yang dipilih oleh guru dan masing-masing sekolah, seperti Zoom, Google Meeting, dan sebagainya.

Tentunya masih banyak kendala dalam pelaksanaannya dalam menjalankan kebijakan ini yang tentunya membawa wajah baru bagi pendidikan Indonesia, karena belum semua sekolah pernah menerapkan sistem pembelajaran online ini, wajar saja baik guru, siswa maupun orang tua siswa. / wali menghadapi hambatan. Sistem baru.

Penulisan artikel ini sangat penting atas dasar hal-hal di atas, agar kita dapat mengetahui bagaimana sebenarnya teknologi, guru dan orang tua bermain, serta kesiapan dan tanggapan siswa untuk menjalani sistem pembelajaran online.

PEMBAHASAN DAN HASIL

Sebelum pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka di sekolah atau kampus dilakukan oleh siswa normal dan reguler. Seiring berjalannya waktu, Pemerintah Pusat Pendidikan tiba-tiba mengumumkan bahwa ponsel atau laptop daring itu tatap muka dengan pembelajaran yang awalnya tatap muka. Guru atau orang tua yang tidak siap harus menyiapkan alat untuk melaksanakan pembelajaran online.

Kebijakan ini diambil pemerintah sebagai upaya untuk mencegah maraknya penyebaran kasus positif COVID-19 secara masif yang tentunya meresahkan masyarakat Indonesia. Tentunya, ketimpangan kualitas pendidikan Indonesia yang tercermin dalam kebijakan ini menjadi kendala utama dalam implementasi kebijakan ini, karena kesiapan siswa untuk bersekolah di perkotaan sangat berbeda dengan siswa yang bersekolah di perkotaan. sekolah di daerah terpencil, berdasarkan latar belakang ekonomi siswa.

Alat teknologi adalah hal pertama yang paling penting bagi siswa untuk mulai belajar secara online. Untungnya teknologi di era 4.0 / sekarang sudah sangat canggih, sehingga tidak menutup kemungkinan mahasiswa dapat belajar secara online dengan mudah dan kebanyakan dari mereka sudah memiliki alat teknologi canggih yaitu smartphone atau laptop.

Sebagian besar guru dan siswa juga menggunakan berbagai platform digital yang menarik untuk pembelajaran online dan tentunya sangat membantu untuk meningkatkan efisiensi belajar siswa selama pandemi ini. Google Class Room, E-Learning, Edmodo, Zoom, dan Google Meet hanyalah beberapa dari platform digital ini. Dalam pandemi ini, sekian aplikasi yang dapat bermanfaat bagi efektifitas siswa dalam melaksanakan pembelajaran online.

Meski demikian, kami tidak dapat menutup mata bahwa masih banyak siswa yang tinggal di pegunungan terpencil atau dataran tinggi yang kesulitan memberi isyarat untuk menghubungkan hubungan kami dengan teman sekolah atau melakukan tugas lain. Tidak hanya itu saja masih banyak yang tidak seperti orang lain yang kurang irit, sehingga teknologi seperti smartphone atau laptop tidak bisa didukung.

Oleh karena itu dengan berdoa dan selalu berusaha berkomunikasi jika ada tugas atau hal lain dari guru, kita harus bersyukur dan bisa membantu teman-teman yang keadaan ekonominya kurang memadai atau ada tanda-tanda kesulitan.

Dalam bidang pemanfaatan teknologi ini kendala tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh guru, karena guru juga mengajar siswa melalui smartphone atau laptop online dan tentunya banyak guru yang tinggal di pelosok desa yang sulit mendapatkan sinyal.

Selain itu, beberapa kendala yang dihadapi guru saat mengajar secara online adalah aplikasi operasional, kesulitan berkonsentrasi dan konsentrasi pada pembelajaran siswa serta tantangan dalam menjaga motivasi belajar siswa, dari segi penilaian, Norma takut salah. dalam memberi nilai karena tidak mengetahui jika pesertanya adalah siswa yang sudah memahami motivasi belajar.

Di sisi lain, sebagai pembimbing dan motivator bagi anaknya selama belajar di rumah, orang tua juga sangat penting. Tugas menjadi guru pengganti di rumah selama pandemi ini tidak bisa dianggap remeh, karena harus membagi waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anak saat belajar online, mengingat hambatan yang dialami orang tua sangat besar.

Pasalnya, profesi guru membutuhkan keterampilan khusus dan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang dasarnya bukan dari bidang pendidikan guru, sehingga orang tua sulit untuk mengubah peran guru.

Selama pandemi ini, tanggung jawab menjadi guru pengganti di rumah tidak bisa dianggap remeh, karena mereka harus membagi waktu mengerjakan pekerjaan rumah dan membimbing anak selama pembelajaran online. Pasalnya, profesi guru membutuhkan keterampilan khusus dan tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang yang dasarnya bukan dari bidang pendidikan guru, sehingga orang tua sulit untuk mengubah peran guru.

Hal yang perlu diperhatikan agar guru dan orang tua dapat bekerja sama menjaga motivasi belajar dan meminimalkan stres belajar pada peserta didik. Nah dengan membuat status yang berisi keluhan hidup di media sosial, cara mengurangi stres biasanya bisa lebih baik jika mengacu pada hal yang lebih bermanfaat, seperti menulis pemikiran inovatif sebagai cara menyikapi hal-hal yang kita khawatirkan.

Hal tersebut dapat dicapai dengan memberikan tugas-tugas yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan dapat dipahami oleh peserta didik serta dengan mengelola lingkungan belajar yang baik. Karenanya dalam pandemi ini, teknologi, guru dan orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam proses pembelajaran online.

No comments yet

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar