7

Penugasan Menulis dengan Memanfaatkan Blog Siswa (+4)

Rosiana Febriyanti May 19, 2015

 

blog bunda

Blog-ku di www.bindoasyik.com

 

Tempatku mengabdikan diri selama ini adalah sebuah sekolah yang berbasis pesantren. Di sana terdapat keterbatasan, yaitu adanya peraturan yang melarang santri membawa HP dan laptop ke lingkungan sekolah dan asrama. Kendala lainnya adalah sinyal yang kadang ada-kadang tidak, listrik yang byar-pet, jauh dari toko buku, dan koleksi perpustakaan yang sangat terbatas. Untuk menyiasatinya, aku memberikan tugas menulis pada saat tertentu, seperti saat liburan Idul Fitri atau liburan Idul Adha. Selain itu, jarang ada kesempatan santri untuk pulang. Oleh karena itu, aku menyuruh mereka mengirimkan karya mereka melalui surel, facebook,Β blog, wordpress, Β dan semacamnya.

 

blog ibad

Tulisan santri yang religius

blog2

Tulisan santri mengenai pengalamannya di asrama

 

Nashir

Santri memulai novelnya di blogspot

PUISI

Puisi santri di facebook

Zaky

Tugas Puisi Mantra

 

 

Bahkan ketika santri yang menyerahkan laporan Biologinya padaku untuk diperiksa EYD-nya. Dengan senang hati aku menerimanya, kemudian setelah kuperiksa, santri itu berkewajiban mempresentasikan tugasnya di kelas Biologi. Aku pun berkolaborasi dengan guru Biologi dalam penilaiannya, aku menilai dari sisi tulisan dan kelancaran berbicara, sedangkan guru Biologi menilai dari sisi konten atau kelengkapan materi yang disampaikannya.

LAPORAN

Laporan Biologi

 

presentasi

Presentasi Laporan

 

Beberapa karya santri yang berupa puisi dan cerpen saya susun menjadi buku. Kemudian saya mengajukan kepada kepala sekolah agar mencetaknya. Alhamdulillah, gerakan menulis yang saya gagas bersama wakil kepala sekolah bidang kesiswaan itu mendapat sambutan dari kepala sekolah. Beliau mau mendanai ongkos cetak untuk sepuluh eksemplar buku. Beberapa buku laku terjual, dan sisanya masih saya simpan sebagai contoh untuk adik-adik kelasnya.

kumpulan

Buku kumpulan puisi dan cerpen santri

Tulisan mereka yang terserak di surel, facebook, dan blog kuhimpun menjadi sebuah buku yang bisa mereka baca bersama di kelas. Seorang santri mendekat lalu berbisik, “Ibu saya beli lima buku, Bu.”

“Untuk apa beli sebanyak itu?” tanyaku.

“Untuk disumbangkan ke taman bacaan yang dikelola sama Ibu saya,” jawabnya polos.

Alhamdulillah, ternyata ideku membukukan karya santri mendapat apresiasi dari salah seorang wali santri. Inilah hikmah dari ketekunan hingga Allah yang membalasnya dengan caranya yang indah.

 

Artikel ini diikutkan dalam Kompetisi Guru Ngeblog di www.guraru.org

Baner-Guraru2

Comments (7)

You must be logged in to post a comment.

Login to your account

Can't remember your Password ?

Register for this site!

Skip to toolbar